Batara Media | pangkep – Proses pemakaman jenazah pensiunan Depag Kabupaten Pangkep yang mendapat penolakan di tempat pemakaman umum (TPU) kampung Maleleng, Kampung Pagang kelurahan sibatua kec.pangkajene
dan Bonto Riu,Kecamatan Minasate’ne Kebupaten Pangkep, Jum’at 08/01/2021

Kasus penolakan jenazah tersebut menjadi buah bibir masyarakat Pangkep sebab di indikasi ada yang melakukan pengahasutan atau memprovokasi warga untuk menolak pemakaman

Jenazah ayahanda dari Wakil Ketua Garuda Muda Merah Putih (GMMP) Muh.Hijeruddin Islam .S.H.,M.H berapa kali mendapatkan penolakan di masyarakat

Ketua Umum PC. GMMP (Garuda muda merah putih) Kab.Pangkep Muarrif, S.H yang hadir dalam peristiwa tersebut ketika dijumpai ia mejelaskan

“Kronologinya terjadi saat Lurah Sibatua bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, pengurus LBH-PANGKEP dan Keluarga Dari Wakil Ketua Garuda Muda Merah Putih ( GMMP) menemui ketua RT kampung Maleleng Kelurahan Sibatua, dikampung maleleng tegas ketua RT sendiri menolak tegas,alasannya sering datang keluarga yang dikebumikan di TPU tersebut ziarah makam”

READ  Kunker Prof Jufri di Enrekang sangat Padat, Ini Agendanya..!!

“Selanjutnya, rombongan keluarga jenazah bergeser ke Kampung Pagang Kelurahan Sibatua dan kembali imam kampung masjid Pagang sendiri menolak dengan tegas dan mengatas namakan juga masyakarat”

“Setelah beberapa kali melakukan negosiasi tetap pihak terkait tidak ingin jenazah tersebut di kebumikan di sana, dan warga mulai melakukan penolakan di sore hari”

“Setelah itu, kami pindah ke lokasi yang lain tempat yang tidak lama ini telah dimakamkan pasien covid-19,
dan malam harinya kami bersama kepolisian dan aparat tim gugus covid-19 kembali dihadang warga, penghadangan itu di pimpin langsung oleh Kepala Camat minasate’ne, Padahal, sebelumnya telah dijelaskan bahwa pasien ini belum ada kejelasan tentang hasil medisnya”

READ  OPINI : Drama percaturan Politik diatas panggung

“Akhirnya, setelah melalui perdebatan panjang kami akhirnya memilih untuk tidak mengebumikan almarhum disana,
barulah pukul 02.00 WITA Sabtu Subuh kami bisa melakukan pemakaman setelah warga Pabundukan kec.pangkajene bersedia menerima jenazah beliau” jelasnya

Terkait dengan hal tersebut di atas
Muarrif, S.H Selaku Ketua Umum PC. GMMP Kab.Pangkep sangat kecewa dengan aksi warga tersebut yang di duga dihasut atau diprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan meminta kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus tersebut

“Meminta pihak aparat terkait untuk mengusut tuntas pihak-pihak yg di duga melakukan Penghasutan atau propovakasi ke warga untuk melakukan penolakan jenazah tersebut, hal tersebut diduga melanggar pasal 212 KUHP dan 214 KUHP serta pasal 14 ayat 1 UU no 4 tahun 1984 tentang penanggulangan wabah” tegasnya

READ  Kurikulum Darurat Covid-19 Mulai diterapkan oleh SMK Negeri 9 Makassar

Laporan : JS

Editor.    : Ts

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here