BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar, Gerak cepat dan langkah preventif Tim Gabungan antara lain dari Search and Rescue (SAR), Tagana Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polair Polres dan Kodim 1415 Kepulauan Selayar untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap tiga warga Kampung Sicini’ Desa Arung Keke Kecamatan Arung Keke Kabupaten Jeneponto Propinsi Sulawesi Selatan, Kamis (18/11/21) sekitar pukul 14.00 Wita kemarin patut diacungi jempol. Proses pencarian mulai dilakukan dari Pantai Langsangereng di Desa Bontona Saluk di Kecamatan Bontomate’ne bagian utara dan menyisir hingga ketiga korban tenggelamnya sampan viber ditemukan di Pantai Sa’a Kelurahan Bontobangun Kecamatan Bontoharu Kepulauan Selayar.

Ketiga korban ini antara lain, Tajuddin (40) bersama istrinya Risnawati (30) dan seorang anak bayi perempuan berusia 1 tahun (Tafasya) berangkat dari Doda Desa Massungke Kecamatan Pasi’masunggu Pulau Jampea tujuan Kahu-Kahu Desa Kahu-Kahu Kecamatan Bontoharu Kepulauan Selayar. Namun dalam perjalanan antara Pulau Jampea dengan Pulau Polassi bagian selatan sampan viber yang ditumpanginya diterjang ombak besar setinggi 3 meter dan akhirnya tenggelam. Akibat peristiwa naas yang menimpanya, uang senilai Rp 3 juta lebih hilang bersama 1 tas berisi pakaian, alat dapur dan kantongan plastik berisi pakaian serta beberapa barang berharga lainnya. Sehingga jika ditaksir kerugian yang dialami oleh korban mencapai puluhan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

READ  Jaga kelestarian lingkungan, DPK KNPI Pajukukang bersama mahasiswa UIN Alauddin Tanam 1000 Pohon

Ketua Tim Evakuasi Gabungan, Mukti Ali yang dikonfirmasi via selulernya pagi ini menyatakan,” Sekitar pukul 13.00 Wita kemarin, kami dari SAR menerima laporan dan informasi dari keluarga korban, M. Daeng Siudjung di Benteng. Mendengar laporan ini dengan langkah sigap kami menghubungi beberapa instansi terkait untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap 3 korban tenggelamnya sampan viber berukuran kecil diperairan sebelah timur Pulau Selayar. Selanjutnya setelah tim gabungan sudah berada di Kantor SAR pada pukul 13.45 Wita, tim gabungan dengan bergerak cepat menuju Pantai Langsangereng dan kemudian melakukan penyisiran. Setelah kurang lebih 4 jam kemudian kami sudah melihat korban diatas gubuk dipantai Sa’a. Dan kemudian kami mendekat dan turun dari perahu karet untuk melakukan proses evakuasi. Itu terjadi pada sekitar pukul 17.00 Wita kemarin.

READ  PC Fatayat NU Bantaeng gelar pengajian dan buka puasa bersama

Setelah dilakukan konsultasi dengan tim gabungan maka kami berkesimpulan akan lebih cepat prosesnya jika melalui Pantai Ngapa Loka Desa Patilereng Kecamatan Bontosikuyu lalu kemudian menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan pemeriksaan secara medis terhadap ketiga korban. Dan tepat pada pukul 21.15 Wita malam tadi kami tiba di RSUD KH Hayyung Selayar. Setelah dilakukan proses pemeriksaan oleh dokter lalu kami menuju rumah keluarga korban, M. Daeng Siudjung Nyulle di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Benteng Selatan untuk selanjutnya diserahkan.” ungkap Mukti Ali.

Sementara itu keluarga korban telah mengucapkan terima kasih tak terhingga dengan upaya preventif yang dilakukan oleh tim evakuasi gabungan yang terlibat. Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Selayar, Drs Ahmad Ansar, M.Si yang telah memberikan bantuan termasuk dari Dinas Sosial setempat. Semoga dengan perhatian dan kepedulian mereka bernilai ibadah disisi Allah SWT.” M. Daeng Siudjung ungkapkan.

Sebelumnya korban Tajuddin menjelaskan bahwa mereka terombang ambing ditengah laut selama sehari dua malam. Bahkan menurut keterangan persnya, ia sempat berenang bersama istrinya selama lebih 3 jam. Saat itulah timbul niat dengan memasukkan anak bayinya kedalam gabus ikan demi keselamatan sibuah hatinya, Tafasya. Untungnya kata dia karena istrinya Risnawati bisa berenang.” kata dia seraya menambahkan bahwa temannya yang empat sampan viber masing-masing, Jaha bersama istrinya Maria, Maknun, Boha, Rijal, Bayu, Sopo’ dan Angga yang kesemuanya adalah warga Kahu-Kahu lebih dahulu selamat tiba di kampung mereka di Kahu-Kahu.

READ  Di Hari IWD 2021, Ketua Perempuan Bangsa PKB Ajak Maknai Kepemimpinan Perempuan

Sekedar diketahui bahwa ketiga korban ini dan Baharuddin (42) salah seorang warga Jeneponto yang menyelamatkan tiga anak dari Tajuddin masing-masing Tasbir (10), Aulia (8) dan Natasya (3). Risnawati istri dari Tajuddin adalah warga Kahu-Kahu Desa Kahu-Kahu yang merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri Abdurrahman dan Rapialang. Hingga berita ini diturunkan mereka masih berada dirumah keluarga korban di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Bonehalang Benteng Kepulauan Selayar. Jika tak ada halangan ketiga korban akan diberangkatkan ke Kahu-Kahu setelah makan siang hari ini.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB