Terkait Penundaan Pelantikan PAW PAN, Ali Yathas Pimpinan DPRD Mesti Tegas, Jangan Berprilaku Primitive

1151

BATARAMEDIA.COM | “Jujur bahwa kami tidak tau permasalahan yang terjadi diintern DPRD Kepulauan Selayar. Dan kamipun bukan ingin mencampuri. Akan tetapi sebagai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) harus mengambil sikap tegas dalam mengambil suatu keputusan. Jangan berprilaku primitive. Apalagi bersikap masa bodoh. Mestinya setelah dilakukan rapat-rapat oleh anggota Badan Musyawarah (Bamus) dan dinilai tidak pernah kuorum apalagi rapat ini bukan untuk pengambilan keputusan maka sebaiknya pimpinan DPRD Selayar dapat mengambil alih. Kalau sudah ada pimpinan yang siap untuk melantik dan yang akan dilantik juga sudah bersedia ditambah dengan kesediaan para saksi, itu sudah sah pelantikannya. Tidak perlu harus menunggu kuorum.” ungkap salah sorang anggota DPRD dari luar daerah.

“Tidak ada alasan untuk menunda-nunda proses pelantikan seseorang apalagi sebagai wakil rakyat yang sudah terbit Surat Keputusan (SK) pelantikannya dari Gubernur. Itu wajib dilaksanakan oleh pimpinan dewan. Apalagi hanya karena dengan alasan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Selayar tidak kuorum. Ini SK nya sudah hampir satu bulan diterbitkan. Tapi masih saja tidak ada kepastian pelantikannya. Karena itu, kita hanya dapat memberikan saran, pendapat dan masukan kepada pimpinan dewan untuk segera mengambil alih dan melantik Ali Yathas sebagai perwakilan rakyat di DPRD Kepulauan Selayar.” sumber ini kembali menegaskan.

READ  Sudah 3 Tahun rusak diterjang banjir jembatan Sungai Minrajeng belum juga diperbaiki

Diapun kembali mengimbuhkan. “Bamus itu memiliki agenda sidang sekali dalam sebulan. Mestinya, karena SK nya keluar pada 27 Juli yang lalu, itu paling lambat pada 1 Agustus, Bamus DPRD sidang untuk membuat jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan pada Agustus itu. Dan sudah termasuk jadwal pelantikan Ali Yathas. Pelantikan Ali Yathas tidak boleh ditunda-tunda dan ulur-ulur sebab ini kaitannya dengan nasib dan hak seseorang. Sehingga menurut hemat kami, tidak perlu Bamus DPRD membuat jadwal khusus yang mengatur jadwal pelantikan Ali Yathas sebagai anggota dewan Pengganti Antar Waktu (PAW).” katanya.

Apalagi pelantikan anggota dewan itu diambil dalam sebuah sidang paripurna yang sifatnya istimewa. Bukan sebuah sidang paripurna untuk pengambilan keputusan. Karena itu tidak perlu harus memenuhi kuorum. Biar satu orang saja pimpinan yang hadir yang terpenting pimpinan yang akan melantik sudah bersedia dan anggota dewan yang akan dilantik sudah hadir serta saksi-saksinya sudah ada maka pelantikan sudah bisa dilaksanakan. Dan itu sudah dianggap sah. Tidak perlu menunggu anggota dewan yang tidak mau hadir.” katanya menegaskan.

READ  Innalillahi Wa Innailaihi Raji'un Turut Berdukacita Atas Berpulangnya Ibu Hj. Suryani Ramli

Ini prinsip-prinsip yang terkesan kampungan dan kekanak-kanakan. Itulah yang namanya tidak negarawan. Apalagi dengan issue yang terkesan memalukan itu. Ini bahaya. Dan ini bisa dilaporkan ke Badan Kehormatan internal DPRD. Dan mestinya juga Badan Kehormatan internal sudah bisa memgambil sikap terkait penunda-nundaan proses pelantikan Ali Yathas sebagai anggota DPRD Kepulauan Selayar. Lagi pula ini semestinya tidak boleh terjadi. Ini sudah dinilai sebagai cara-cara primitive yang sudah saatnya dan bukan lagi eranya untuk dilakukan. Sebab sudah bukan zamannya lagi.” kata anggota dewan yang mengaku sudah empat periode menjadi wakil rakyat.

Dan mengenai pendapat yang menyatakan bahwa seharusnya anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) harus bahu membahu membantu Ali Yathas untuk melakukan komunikasi politik secara intens dengan lintas partai di DPRD dalam upaya memuluskan pelantikan Ali Yathas adalah merupakan pendapat dan saran yang dianggap sangat keliru dan tidak rasional. Kalau SK Gubernur Sulawesi Selatan sudah sampai di DPRD Kepulauan Selayar itu bukan lagi urusan Fraksi PAN dan terlebih bukan lagi pribadi Ali Yathas sebagai calon anggota dewan yang akan dilantik untuk mengurus. Namun itu adalah kewajiban bagi pimpinan DPRD Kepulauan Selayar untuk melantik.” tegasnya lagi.

READ  Waduk Bili Bili Aman, Warga Diminta Jangan Resah

Boleh jadi Ali Yathas ini melaporkan ke Gubernur Sulsel bahwa DPRD Kepulauan Selayar telah menghalang-halangi pelantikannya sebagai anggota dewan pengganti antar waktu. Karena itu, sekedar kami sampaikan kepada pribadi-pribadi oknum anggota DPRD di Selayar untuk tidak memain-maini nasib dan hak seseorang. Terakhir kami berpesan “Jangan pernah merasa takut apalagi tidak merasa salah.” tegas anggota DPRD aktif ini.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB