BATARAMEDIA.COM, | Tindakan hukum yang dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar, Adi Nuryadin Sucipto, SH MH atas kerja marathonnya dalam melakukan pemeriksaan terhadap 16 saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Runway Strip Bandar Udara H Aroeppala Padang Selayar yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 11.165.875.000,- patut diapresiasi dan diacungi jempol.

Langkah preventif Kejari Selayar ini mutlak harus disuppor,” ungkap Kordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR. “Cuma saja dalam pengembangan kasus yang diduga telah menggerogoti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 melalui Kementerian Perhubungan RI nantinya betul-betul menuai hasil yang maksimal. Pegiat anti korupsi tidak menginginkan hanya diawal penyelidikan lagi jor-joran dan gregetan serta bernafsu untuk menindaklanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) namun pada tahap penyidikan diujungnya mentok dan menimbulkan suatu bentuk kekecewaan dikalangan publik. Karena itu, Kajari Kepulauan Selayar diharapkan benar-benar memiliki niat baik dan suci dengan tujuan semata-mata untuk memberantas praktek-praktek korupsi di Selayar sebagai amanah dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan.” harapnya.

READ  Oknum Kepsek Di Jeneponto Terancam Pidana Terkait Dugaan Penganiayaan"LPK SULSEL Turunkan Kuasa Hukum

Dalam penegakan supremasi hukum dibutuhkan adanya bentuk ketegasan dalam memberikan penindakan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi dengan melibatkan peran serta masyarakat. Olehnya itu, pegiat anti korupsi, media lokal dan masyarakat Selayar harus terus memonitoring perkembangan kasus dan termasuk kinerja Kejaksaan Negeri Selayar. Masyarakat harus mewarning Kejaksaan dan Kepolisian bahwa masyarakat Selayar tidak menginginkan penyidikan yang dilakukannya itu mandul dan setengah hati untuk mengungkap kasus yang lebih besar lagi.” kata dia melalui jaringan selulernya, Jumat (11/06/21) sekitar pukul 00.30 Wita malam tadi kepada media ini.

Proses penyidikan sudah dilakukan oleh tim penyidik Kejari Selayar yang terdiri dari Adi Nuryadin Sucipto, SH MH sebagai ketua tim penyidik dan sekaligus Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar. Anggotanya terdiri dari Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Juniardy Windraswara, SH MH dan La Ode Fariadin, SH selaku Kepala Seksi Intelijen. Masyarakat tinggal menunggu hasilnya. Dukungan pegiat anti korupsi bersama masyarakat tidak cukup dengan hanya memonitoring saja akan tetapi diharapkan tindakan dan langkah hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan dapat membuahkan hasil maksimal sampai adanya penetapan tersangka hingga selesai dan berakhir di meja hijau.” ujar Djusman AR menambahkan.

READ  Pembangunan Gedung Konsolidasi Ruang Guru SDI Puro'ro Bantaeng Diduga Tak Sesuai Bestek

Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa fakta korupsi itu tidak pernah berdiri tunggal. Selalu melibatkan banyak orang apalagi sampai terjadi kelebihan bayar yang mencapai angka 8 miliar rupiah. Dan itu bukan suatu nominal yang sedikit. Itu cukup besar. Sebab ada filosofinya,” ujar pelapor orang terwahid di Sulsel ini ke KPK. “Tidak akan pernah seorang bawahan melakukan dan berani melawan unsur korupsi tanpa adanya sinyal dari atasan atau pemimpinnya. Karena itu jika ada unsur korupsinya dan sudah cukup bukti maka sesegera mungkin tersangkanya ditetapkan.” kata Djusman.

Sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar melalui Kepala Seksi Intelijen, La Ode Fariadin, SH meminta dukungan penuh dari masyarakat Selayar dan pegiat anti korupsi terkait langkah yang dilakukan oleh tim penyidik dalam mengungkap dan memberantas praktek-praktek serta dugaan tindak pidana korupsi di Bumi Tanadoang Selayar.

READ  Aksi Pencurian Terekam CCTV di Mini Market Surya Jaya Pelaku Sudah Ditahan di Mapolres Selayar

 

Penulis ; DSJ

Editor.   ; AB