BATARAMEDIA.COM | Selayar Untuk menentukan besaran kerugian negara yang ditimbulkan akibat pembangunan pemenuhan Runway Strip Bandar Udara H Aroeppala di Padang Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan, Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar yang dinakhodai Adi Nuryadin Sucipto, SH MH telah melibatkan salah satu lembaga yang berkompoten untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek yang telah menghabiskan anggaran senilai Rp 11.165.875.000,- Dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 melalui Kementarian Perhubungan RI di Jakarta. Dalam kegiatan pemeriksaan di Bandara H Aroeppala Padang Selayar oleh Ir Eddy Jaya Putra, MT dan Iskandar, A.Mdz bersama Kajari dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kepulauan Selayar, Juniardi Windraswara, SH MH juga turut disaksikan Kepala UPP Bandara H Aroeppala, Syarifuddin, Sabtu (03/07/21) sekitar 08.30 Wita kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar melalui Kepala Seksi Intelijen, La Ode Fariadin, SH via WhatsAppnya, Sabtu (03/07/21) kemarin mengungkapkan,” Pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh Ir Edy Jaya Putra dan Iskandar bersama Kajari Selayar, Adi Nuryadin Sucipto serta disaksikan oleh Kepala UPP Bandar Udara H Aroeppala Padang Selayar, Syarifuddin, kontraktor, konsultan serta beberapa staf UPP Bandara H Aroeppala Padang.

READ  Marak Dugaan Korupsi di Selayar Pegiat Anti Korupsi Sulawesi, Djusman AR Angkat Bicara

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dua tenaga ahli ini bertujuan untuk melihat kondisi riil dilokasi (Bandara H Aroeppala Padang Selayar red) dan untuk menghitung volume pekerjaan yang terpasang secara keseluruhan serta dalam mengetahui kesesuaiannya dengan gambar dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta laporan kemajuan hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak kontraktor.” pungkas La Ode Fariadin.

Pembangunan pemenuhan runway strip Bandara H Aroeppala Padang yang terletak di Padang Desa Bontosunggu Kecamatan Bontoharu tahun 2018 tambah Kasi Intelijen Kejari Selayar, telah menelan anggaran senilai puluhan miliar rupiah namun dalam pelaksanaan pekerjaaanya diindikasikan terdapat kekurangan volume pekerjaan yang berpotensi dapat merugikan keuangan atau perekenomian negara berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) Perwakilan Sulawesi Selatan sebesar Rp 8.203.234.300,73.

READ  Ketua LAP Desak Plt.Gubernur SulSel Hentikan Proyek D.I Waru-Waru

Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Kepulauan Selayar yang dipimpin langsung oleh Adi Nuryadin Sucipto selaku Kajari pada 19 Mei 2021 lalu. Oleh tim penyedik yang beranggotakan Kasi Pidsus, Juniardi Windraswara, SH MH, Kasi Intelijen, La Ode Fariadin, SH hingga saat ini telah memeriksa sebanyak 17 saksi dalam kasus yang diperkirakan akan mengakibatkan kerugian negara hingga dikisaran miliaran rupiah.

Mereka yang diperiksa adalah mantan Kepala UPP Bandar Udara H Aroeppala yang berinisial, IA yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang berinisial CU, IEPS (PPK 2016) bersama bendahara pengeluaran yang berinisial R. Selain itu juga diperiksa GT (PPSPM), seorang staf tehnis yang berinisial M, MSR selaku pengawas lapangan, AS sebagai Direktur CV Kertas Consultan, SS dan RJJ masing-masing sebagai anggota Pokja, IEF sebagai Sekretaris Pokja sedangkan N sebagai Ketua Pokja.” ungkapnya.

READ  Akhirnya Sindikat Curanmor di Gowa diciduk Polisi

Disamping itu, juga telah diperiksa Direktur PT Nur Pasimbungan Jaya yang berinisial BB, J sebagai pelaksana lapangan dan MIN selaku Direktur Global Madanindo serta MSK sebagai Site Enginer PT Global Madanindo Konsultan. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 17 saksi oleh tim penyidik telah menemukan sejumlah fakta yang sangat mengejutkan dan menimbulkan munculnya carut marut pada pelaksanaan aktivitas kegiatan pembangunan pemenuhan Runway Strip Bandar Udara H Aroeppala Padang Selayar.” kata Fariadin menambahkan.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.  : AB