BATARAMEDIA.COM | Berbicara tentang obyek wisata di Propinsi Sulawesi Selatan, maka sudah pasti orang tidak akan lupa menyebut Kabupaten Kepulauan Selayar. Sebab daerah yang juga dijuluki “Butta Tanadoang” yang artinya tanah tempat berdo’a memiliki sejuta potensi wisata yang tatkala indahnya dengan obyek wisata lainnya di Indonesia. Sehingga tidak salah jika Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata akan menjadikan Selayar sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Kawasan Timur Indonesia.

Didaerah penghasil jeruk manis ini dapat dijumpai berbagai obyek wisata yang sangat menarik dan cukup menjanjikan untuk pengembangan kepariwisataan di Sulawesi Selatan. Baik wisata bahari, wisata budaya maupun wisata alam. Itulah sebabnya para wisatawan domestik maupun mancanegara kerap berkunjung. Bahkan mereka merasa tak lengkap perjalanan wisatanya ke Indonesia jika tak berkunjung ke Selayar.

Obyek wisata bahari yang paling menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah Taman Nasional Laut Taka Bonerate. Akibat keindahan dan keunikannya sehingga Taka Bonerate ditetapkan oleh Menteri Kehutanan RI di Jakarta sebagai Taman Nasional Laut yang mempunyai luas 530.765 ha dan merupakan karang atol terbesar ketiga didunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa.

READ  Bupati Selayar Terancam di Presidenkan

Kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate memiliki topografi yang sangat unik sebab disamping terdapat gugusan pulau-pulau gosong dengan luasan terumbu karang yang indah dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 kilometer bujur sangkar. Kawasan ini terletak di Kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan dan merupakan hasil pemekaran dari wilayah Kecamatan Pasi’masunggu.

Pada tahun 2005, pertama kali Pemilihan Langsung Kepala Daerah (Pilkada) digelar di Indonesia sejak itu pula Taman Nasional Laut Taka Bonerate telah diusulkan ke Badan Dunia UNESCO untuk dijadikan situs warisan dunia. Tak satupun pulau dalam kawasan taman nasional yang meliputi Pulau Jinato, Pulau Lantigian, Pulau Pasi’tallu, Pulau Tarupa, Pulau Latondu dan Pulau Rajuni serta Pulau Tinabo yang tidak memiliki pasir putih lembut dan landai.

Itulah yang mengarenakan kawasan ini dinilai sangat cocok untuk dijadikan tempat berjemur atau melakukan snorkeling. Begitu pula dengan pemandangan dan panorama alam bawah lautnya yang indah dan cantik membuat setiap pengunjung tergoda untuk melakukan diving. Ditambah lagi Sunset dan Sunrise dikawasan wisata bahari ini yang cukup romantis.

READ  Sardona, Pelaku Pembom Ikan Dikabarkan Tewas

Secara organisatoris operasional Taman Nasional Laut Taka Bonerate berada dibawah pembinaan Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan sedangkan dalam pengelolaannya dilaksanakan oleh Proyek Pengembangan Taman Nasional Laut Taka Bonerate. Kondisi perairan dalam kawasan ini dipengaruhi oleh dua musim. Yakni Barat pada Januari hingga Maret dengan diselingi pancaroba Apri Juni serta Oktober – Desember dan musim timur antara Juli dan September.

Selain kekayaan alamnya yang unik dan menarik untuk di datangi ternyata budayanyapun sangat potensial untuk dijadikan sebagai aset wisata. Misalkan dengan keberadaan Gong Nekara yang merupakan peninggalan sejara masa lampau dizaman purbakala. Bahkan menurut sejarah, gong ini dibawa ke Selayar oleh We Tenri Diok dan merupakan anak kedua dari Sawerigading. Dimasa lalu, gong ini juga telah dijadikan sebagai simbol pemerintahan atau lambang kerajaan disamping berfungsi sebagai alat komando.

READ  Peduli kemanusiaan, Relawan¬†GUSDURian salurkan bantuan

Dalam sejarah disebutkan jika Gong Nekara ini pernah hilang selama bertahun-tahun akan tetapi kembali ditemukan oleh seorang petani yang bernama Pao pada tahun 1868 di Papan Lohea. Didasarkan dari data arkeologi, gong ini berasal dari pusat kerajaan perunggu di Asia Tenggara yang berkembang pada abad ke II sebelum masehi. Mereka dibawa ke Indonesia bersamaan dengan arus perpindahan penduduk setelah berakhirnya musim es.

Yang membuat Gong Nekara ini lebih menarik karena memiliki motif yang unik. Ada gambar seekor Gajah, Burung, Pohon Sirih, Telinga, Kodok dan arah mata angin.

Selain itu Selayar memiliki ratusan pantai yang indah dan mempesona. Misalnya Pantai Pinang dibagian timur selatan Pulau Selayar, Pantai Baloiya dibagian barat selatan dan Pantai Langsangereng dibagian timur utara Pulau Selayar. Sedangkan di Pulau Gusung terdapat Pantai Je’neiya dan Pantai Liang Kerta. bersambung.

 

Penulis ; DSJ

Editor.   ; TS