Sumbangan Wajib Guru  Untuk Masjid Nurul Ilmi Menuai Sorotan dan Dibatalkan

1131

BATARA MEDIA.COM | Sumbangan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk pembangunan Masjid Nurul Ilmi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kepulauan Selayar menuai sorotan dari kalangan masyarakat dan tenaga guru itu sendiri. Betapa tidak, disamping sumbangan itu diwajibkan juga terkesan dipaksakan sebab nominalnya yang dianggap cukup memberatkan bagi sebagian guru dan tenaga kependidikan didaerah ini. Dilain sisi, lokasi rencana pembangunan tempat ibadah itu juga tidak jelas serta tidak disertai dengan gambar perencanaan. Sehingga sebagian dari mereka merasa diresahkan.

Dapat dibayangkan ungkap sumber yang tidak ingin namanya disebutkan ini jika besarannya mencapai Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,- untuk setiap guru dan tenaga kependidikan. Sumbangan ini didasarkan pada hasil rapat Pengurus Kabupaten PGRI Kepulauan Selayar dan Pengurus Cabang-Cabang Khusus PGRI dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga setempat pada pembentukan panitia pembangunan Masjid Nurul Ilmi PGRI yang bertempat diruang kerja Drs Mustakim KR, M.M.Pd pada Rabu, 21/04/21 yang lalu.

Dalam surat bernomor : 001/DMI/MNI-PGRI/IV/2021 tanggal 30 April 2021 dengan perihal penyampaian yang ditanda tangani oleh Ketua PGRI Kepulauan Selayar, Drs Mustakim KR, M.M.Pd dan Drs Ahmad Ruslan, M.Si selaku Sekretaris PGRI menegaskan jika sumbangan ini bersifat wajib bagi guru dan tenaga kependidikan diwilayah Kabupaten Kepulauan Selayar.

READ  Menantu Temukan Mertua Gantung Diri Di Tanabau Tiju Kepulauan Selayar

Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sertifikasi sebesar Rp 1 juta dengan satu kali pembayaran. Untuk PNS non sertifikasi diwajibkan membayar Rp 1 juta dengan tiga kali pembayaran. Sedangkan bagi PNS tenaga kependidikan diwajibkan membayar Rp 500.000,- dan dapat diangsur dua kali. Sementara itu untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibebankan untuk membayar Rp 500.000,- dengan dua kali pembayaran.

Khusus untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sertifikasi juga diwajibkan membayar Rp 1 juta tetapi dapat diangsur sebanyak tiga kali dan PPPK non sertifikasi hanya diwajibkan membayar Rp 500.000,- bisa dibayar dua kali sedangkan bagi guru non PNS sertifikasi dibebankan untuk membayar senilai Rp 500.000 selama dua kali bayar melalui bendahara panitia pembangunan H Makkara, S.Pd dan Hj Raja Daeng, S.Pd disekretariat Gedung PGRI Jl Jenderal Sudirman Benteng Kepulauan Selayar pada setiap hari kerja.

READ  Kisruh Kongres PMII Zona 6 berlanjut, Ratusan Kader gelar Aksi

Surat yang diketahui oleh Bupati Kepulauan Selayar, HM Basli Ali ini ditujukan kepada segenap pengurus PGRI dan anggota PGRI se Kepulauan Selayar bahwa pembayaran sumbangan ini akan dilakukan saat pencairan sertifikasi triwulan I tahun 2021. Sedangkan pembayaran yang dilakukan secara angsuran akan dimulai pada Mei hingga Juli 2021.

Setelah munculnya gonjang ganjilng dan kritikan dari berbagai kalangan dan sebagian guru dengan tidak mendukung program kerja PGRI periode 2019 – 2024 sehingga oleh Pengurus PGRI Kabupaten bersama panitia pembangunan Masjid Nurul Ilmi melakukan rapat luar biasa yang menghasilkan kesepakatan untuk membatalkan rencana pembangunan masjid tersebut. Dan kepada pengurus cabang PGRI atau kepala sekolah yang sudah terlanjur menyetor kepada bendahara, H Makkara, S.Pd agar dapat menghubunginya kembali guna mengambil uang yang sudah disetor sesuai nominal yang disumbangkan.

READ  Rp 86 Juta Dana BLT Kembang Ragi Raib Dikontrakan

Surat pernyataan pembatalan dengan nomor : 002/PANPEL-MNI-PGRI/V/2021 ditanda tangani oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Jamaluddin Efendi, S.Ag, M.Si, Ketua K3S SD Kepulauan Selayar, Muh Said, S.Pd, M.M, Pengurus PGRI Kepulauan Selayar, H Hasruddin, S.Pd, M.Si, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kepulauan Selayar, Drs H Andi Agus, M.M, Sekretaris MKKS SMP Kepulauan Selayar, Muhammad Arsyad, S.Pd, M.M dan Ketua PGRI Cabang Benteng, H Amiluddin, S.Pdi, M.M. Surat pernyataan ini juga diketahui oleh Pengurus Kabupaten PGRI Kepulauan Selayar masing-masing, Drs Mustakim KR, M.M.Pd selaku ketua dan sekretaris Drs Ahmad Ruslan, M.Si.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kepulauan Selayar yang juga Ketua Pengurus Kabupaten PGRI, Drs Mustakim KR, M.M.Pd bersama sekretaris PGRI Kepulauan Selayar, Drs Ahmad Ruslan, M.Si ketika dikonfirmasi melalui pesan pendek yang dilayangkan via WhatsAppnya hari ini, Jumat (28/05/21) tidak memberikan respon.

 

Penulis ; DSJ

 

Editor.   ; TS