BATARAMEDIA.COM | Kepulauan Selayar Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Tile-Tile, H Makkara, S.Pd yang juga bendahara I Pembangunan Masjid Nurul Ilmi PGRI Kepulauan Selayar mengaku sudah berhasil mengumpulkan dana sumbangan sebesar Rp 700 juta lebih. Dana itu bersumber dari sumbangan wajib guru dan tenaga kependidikan diwilayah Kepulauan Selayar. Belakangan muncul kritikan dan kompleng dari berbagai elemen terutama dikalangan guru sendiri sehingga pihak Pengurus PGRI Kabupaten bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga setempat serta Pengurus Cabang PGRI melakukan rapat luar biasa dan menyepakati untuk dilakukan pembatalan rencana pembangunan Masjid Nurul Ilmi yang akan dibangun diarea Delta Buabua Kelurahan Benteng Utara Kecamatan Benteng.

“Selaku Bendahara I Pembangunan Masjid Nurul Ilmi PGRI di Buabua, saya sudah mengumpulkan dana lebih Rp 500 juta. Sedangkan Bendahara II, Hj Raja Daeng, S.Pd juga sudah mengumpulkan lebih dari Rp 100 juta. Olehnya itu jika ditotalkan dana yang terkumpul sudah mencapai angka Rp 700 juta lebih. Sumbangan ini bersumber dari kalangan tenaga kependidikan dan guru serta kepala sekolah di Selayar.” ungkap H Makkara saat dihubungi via selulernya, Minggu (30/05/21) sekitar pukul 17.15 Wita sore tadi.

READ  Gerakan Sejuta Koin Wakaf Kakanwil dapat dukungan Penuh Ormas Islam di Sulsel

H Makkara juga menjelaskan,” Rencananya masjid megah yang diperkirakan akan menelan anggaran miliaran rupiah itu akan dibangun di lokasi bekas hutan mangrove Delta Buabua. Lokasi itu berdasarkan informasi yang diterima oleh panitia pembangunan Masjid Nurul Ilmi PGRI sudah memiliki sertifikat kepemilikan dari H Natsir Ali anak dari H Ali Gandong. Berdasarkan hasil kesepakatan antara pemilik lokasi dan penitia pembangunan akan dibeli Rp 1 juta permeter bujur sangkar dengan volume seluas 50 meter kali 60 meter.” katanya kepada media ini.

Berdasarkan hasil keputusan rapat tentang pembatalan rencana pembangunan ini juga disepakati bahwa mulai besok Senin, 31 Mei 2021 para penyumbang yang sudah menyetor kepada bendahara, Hj Raja Daeng dan bendahara H Makkara sudah bisa diambil uangnyan di Sekretariat PGRI Kabupaten Jl Jenderal Sudirman Benteng.” tambahnya.

READ  Peringati Hari Buruh Internasional, Fatayat NU Bantaeng Gelar Dialog Publik tentang peluang buruh di balik UU cipta kerja

Ketika ditanya seputar pematokan nominal sumbangan ini, H Makkara menjelaskan,” Jika tidak dipatok besaran nominalnya dikhawatirkan banyak guru dan tenaga kependidikan yang menyumbang seadanya. Itulah sebabnya didalam rapat yang berlangsung diruang kerja Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Drs Mustakim KR, M.M.Pd pada pertengahan April lalu disepakati berdasarkan surat penyampaian yang dilayangkan kepada segenap pengurus PGRi dan anggota PGRI se Kepulauan Selayar. Besarannya antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta perorang dengan limit waktu penyetoran secara bervariasi.

Karena Bupati, HM Basli Ali selaku yang mengetahui didalam surat penyampaian itu dan akan mengakibatkan namanya terbawa-bawa maka dengan pertimbangan ini rencana pembangunan Masjid Nurul Ilmi dibatalkan. Dan rencananya besok, Senin 31 Mei diharapkan kepada semua guru maupun tenaga pendidik yang sudah membayar agar dapat menemui kami bendahara I, Hj Raja Daeng dan saya sendiri selaku bendahara II untuk mengambil uangnya kembali di Sekretariat PGRI Kabupaten Kepulauan Selayar Jl Jenderal Sudirman Benteng.” ungkap H Makkara via selulernya.

READ  Dukung Penuh Pengawasan Pemilu, Pemprov Sulsel serahkan Toyota Hiace Kepada Bawaslu

Sementara itu, baik Sekretaris PGRI, Drs Ahmad Ruslan, M.Si maupun Ketua PGRI Kabupaten yang sekaligus sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Drs Mustakim KR, M.M.Pd yang hendak dikonfirmasi via selulernya hingga berita ini diturunkan belum memberikan respon. Begitu pula pesan pendek yang dilayangkan melalui WhatsAppnya juga belum memperoleh balasan dari keduanya.

 

Penulis ; DJ

Editor.   TS