BATARAMEDIA.COM | Pahlawan tanpa tanda jasa yang dilekatkan pada seorang guru masih sangat relevan sampai kini. Apalagi guru yang bertugas di wilayah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal) dengan segala keterbatasan mereka berjuang dengan dedikasi yang luar biasa layaknya bagai seorang pahlawan.

Sulsel Mengajar 3T adalah Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan. Hadirnya program ini menjadi angin segar bagi satuan pendidikan yang selama ini sangat merasakan kurangnya tenaga pendidikan khususnya di wilayah 3T.
Dengan seleksi yang sangat ketat, mulai dari seleksi administrasi, seleksi kemampuan dasar dan wawancara, dari hasil seleksi tersebut ditetapkan 100 orang sebagai tenaga pendidik, 27 orang diantaranya ditugaskan pada satuan pendidikan baik SMA maupun SMK di Kabupaten Pangkep, yang menyebar di daerah pengunungan dan kepulauan.
Sebelum guru tersebut melaksanakan tugas di sekolah masing-masing, bersama dengan Kepala Sekolah, terlebih dahulu bersilaturrahim di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Pangkep.

READ  Kadis Pendidikan Provinsi SulSel Ke SMAN 4 Palopo, ini tujuannya

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Pangkep HM.Syarkawi Ramly, SE, MM, kembali mengingatkan arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Prof. DR. Muhammad Jufri, M.Si, M.Psi.Psikolog, pada saat pembekalan bahwa menjadi guru inovator di wilayah 3T adalah guru yang dirindukan sekalipun dengan beban yang cukup berat, guru yang ditunggu kehadirannya dan akan ditangisi kepergiannya. Guru yang nantinya akan melahirkan siswa yang cerdas berkarakter, dan diharapkan mampu menyelesaikan segala permasalahan di sekolah.
Lebih lanjut Syarkawi menyampaikan bahwa seberat apapun tugas yang diamanahkan akan terasa ringan ketika dilaksanakan dengan hati yang ikhlas. Tantangan yang akan dihadapi dijadikan sebagai pengalaman berharga dan kesempatan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Tak akan lahir pelaut ulung dilaut yang tenang, mengakhiri arahannya.

READ  Di hadapan Direktur UT, Prof Jufri Ungkap Suka Duka Jadi Mahasiswa UT

Selanjutnya Ketua MKPS Kabupaten Pangkep, Drs. Sirajuddin, MM, Pengawas Satuan Pendidikan, Hj. Fatmawaty, SH, M.Pd, Kasubag Tata Usaha, Firman.M, SE dan Kasi Pembinaan SMK, Dra. Asmah Amin, M.Si secara berturut turut memberikan dukungan, motivasi, strategi dan pengalaman kepada guru-guru untuk dijadikan bekal persiapan pelaksanaan tugas di lapangan, hanya dengan kemajuan pendidikan wilayah 3T bisa menyejajarkan diri dengan daerah lain.

Jumaeda Nurda, SE, sebagai perwakilan dari Staf Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Pangkep juga turut berbagi pengalaman sebagai guru yang pernah ditugaskan kurang lebih 10 tahun di wilayah terpencil Provinsi Sulawesi Tenggara. Dengan fasilitas yang sangat terbatas, akses jalan sulit, akses jaringan hampir tidak ada, penerangan terbatas, sarana dan prasarana sekolah tidak memadai, akan tetapi karena niat suci dan jiwa pengabdian yang tinggi ingin melihat mutu pendidikan merata dan lebih baik, segala rintangan dan tantangan dihadapinya dengan penuh kesabaran, sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud. Jumaeda juga menyampaikan bahwa siap berkonsultasi dan melayani kapan saja khususnya terkait dengan bidang administrasi tandasnya.

READ  Kadisdik Sulsel Buka Bimtek Peralatan SMK

Diakhir pertemuan Kepala Cabang Dinas, memasangkan jaket rompi “ Sulsel Mengajar 3T”, secara simbolis kepada Achmad Ardyanto Amzak, S.Pd, salah seorang perwakilan guru, yang akan ditugaskan di SMA Negeri 5 Pangkep, Pulau Kalukalukuang, Kecamatan Kalmas, dengan jarak tempuh kurang lebih 48 jam dari Ibukota Kabupaten Pangkep menggunakan kendaraan kapal tol laut.

 

 

Penulis : SW

Ditor.     : AB