BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar Menyikapi pernyataan Kuasa Hukum tersangka SBN, Jamaluddin, SH pada pemberitaan sebelumnya, Sabtu (25/09/21) kemarin, sekaitan dengan transferan investor Alvian Pramana di Jakarta kepada Rasman Alwi alias Aco bin Muhammad Alwi Husain (42) warga Jl Jenderal Sudirman Benteng Kecamatan Benteng Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan senilai Rp 2,4 miliar, itu dibantah keras oleh korban Rasman Alwi. “Pernyataan itu sama sekali tidak ada benarnya.” tegas Rasman.

“Sebab berdasarkan print out dari rekening koran yang dikeluarkan oleh Bank BRI Cabang Selayar, dana pembelian dan panjar serta pelunasan tanah yang terletak di Bahuluang, Polassi, Dodaiya dan di Pulau Kayuadi hanya berjumlah Rp 1,4 miliar.” Itupun lanjut Rasman Alwi,”Pengirimannya tidak sekaligus tetapi secara diansur. Kadang Alvian Pramana cuma mengirim Rp 300 juta, Rp 100 juta dan bahkan kadangkala pula cuma mengirim Rp 50 juta hingga mencapai total Rp 1,4 miliar. Dan pengiriman dana ini berlangsung selama lebih setahun.” jelas dia.

Karena itu, kami menilai pernyataan Kuasa Hukum SBN, sangat keliru. Meskipun demikian lanjutnya, kami sebagai pihak yang dikorbankan masih memaklumi pernyataan itu sebab boleh jadi Jamaluddin, SH belum memiliki data dan informasi yang akurat seperti yang kami miliki. Apalagi dana senilai Rp 1,4 miliar itu bukan hanya diperuntukkan khusus panjar, pembelian dan pelunasan tanah dibeberapa pulau namun dana itu sudah termasuk didalamnya biaya operasional selama kurang lebih setahun, carter kapal, rental mobil, Alat Tulis Kantor (ATK) serta akomodasi dan lainnya sesuai perintah dari investor Alvian Pramana kepada kami.” ungkap Rasman.

READ  Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi 15 Pekerjaan Teknis DInas PUTR, Terdakwah Tidak Ajukan Eksepsi

Bagaimana bisa saya dicap sebagai penipu oleh Alfian Pramana dan dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan jika uang yang ditransfer ke rekening saya hanya dikisaran Rp 1,4 miliar lebih. Sedangkan total dana yang kami keluarkan sudah mencapai angka dikisaran hampir Rp 5 miliar secara keseluruhan. Aneh kan ?” tegas Rasman lagi.

Selain itu, yang memberikan panjar, membeli dan melunasi para pemilik tanah, itu kami. Bukan Alvian Pramana. Lucu kan, kalau saya yang membayar, membeli dan melunasi lalu kemudian di akta itu yang diatasnamakan adalah Alvian Pramana. Dan kami sangat merasa yakin semua pemilik lahan tidak akan pernah mau bertanda tangan jika kami yang membayar tetapi yang bertanda tangan didalam kwitansi yang bermaterai 6000 itu adalah Alvian Pramana. Oleh karena itu tambah Rasman Alwi, kami hanya berharap dana yang kami pakai itu dikembalikan karena sudah tidak ada lagi kecocokan dengan pihak investor ini. Selain itu, dia juga sudah tidak percaya kepada kami dan lebih-lebih lagi kami sudah tidak mempercayainya lagi.” pungkas dia saat menemui media ini tadi malam.

READ  Bagikan Sembako di Momentum Hari Jadi Sulsel, Kacabdisdik Wilayah V Apresiasi PMR Unit 241 SMAN 18 Bulukumba

Rasman Alwi menambahakan,” Untuk kasus dugaan pemalsuan yang dilakukan oleh oknum Notaris MRZ dan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berinisial SBN itu sudah ditangani oleh Tim Penyidik Pidana Umum pada Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kepulauan Selayar. Bahkan sudah dilakukan peyerahan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan malahan saat ini sudah P19 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar.” katanya.

“Sementara untuk kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum investor Alfian Pramana juga sudah dalam proses penyidikan di Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulsel. Seperti dikutip dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Polda Sulsel melalui suratnya bernomor : A.3/127-IX/Res.1.11/2020/Ditreskrimum tanggal 6 Oktober 2020 yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel di Makassar. Dalam SPDP yang ditandatangani oleh AKBP Duhri Akbar Nur, S.Ik memberitahukan bahwa mulai hari ini, Senin (05/10/2020) kasus tindak pidana penipuan dengan terlapor Alfian Pramana sudah mulai disidik.

READ  LELANG RKB SMAN 1 MAKASSAR DILAPORKAN L-KONTAK KE APH

Alfian Pramana telah menyuruh pelapor/korban yaitu Rasman Alwi untuk membayar harga pembelian sejumlah obyek tanah diwilayah Kabupaten Kepulauan Selayar Sulsel milik warga setempat termasuk biaya operasional sementara uang yang dikirimkan oleh Alfian Pramana selaku terlapor dinilai tidak cukup sehingga oleh korban/pelapor dengan sangat terpaksa menggunakan uang pribadi miliknya untuk membayar kepada pemilik tanah yang mengakibatkan Rasman Alwi mengalami kerugian sebesar Rp 2.951.821.000,-” demikian dalam SPDP Direskrimum Polda Sulsel.

Dan ini lanjut Rasman, belum termasuk gaji atau honor yang dijanjikan oleh Alfian Pramana kepada kami. Termasuk biaya dan sewa kapal ke Pulau Bahuluang, Polassi dan Pulau Kayuadi. Dan masih banyak lagi biaya dan ongkos lainnya. Karena itu, sekali lagi kami perlu pertegas bahwa dana yang dikirimkan oleh Alfian Pramana melalui rekening kami hanya senilai Rp 1,4 miliar sedangkan uang pribadi yang kami gunakan mulai dari awal kegiatan ini dan sampai terjadinya pelaporan kepada Polres Kepulauan Selayar dan Polda Sulsel sudah mencapai hampir Rp 5 miliar.” Rasman Alwi menjelaskan.

 

Penulis : DSJ

Editor.   AB