BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar
Haryanto (47) sebagai korban pencurian dan sekaligus selaku pemilik Toko Mini Market Surya Jaya yang terletak dibilangan Jl AP Pettarani Kelurahan Benteng Selatan Kota Benteng merasa tidak puas dengan pernyataan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Selayar saat memberikan kesaksian atas dugaan pencurian yang dilakukan oleh JF (42) pada sidang kedua Kamis (16/09/21) pekan lalu. Olehnya itu, Haryanto yang didampingi oleh pengacaranya, Sainuddin P, SH mengaku akan mengusut keberadaan barang bukti berupa copy-an rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) bertanggal 12, 14, 23, 27 dan 29 Juni 2021 serta yang bertanggal 1 dan 2 Juli 2021 yang telah diserahkan kepada penyidik Tindak Pidana Umum pada Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kepulauan Selayar.

“Saya merasa tertekan bathin dengan tidak dimunculkannya sebagian barang bukti berupa copy-an rekaman CCTV pada persidangan di Pengadilan Negeri Selayar pada Rabu pekan lalu.” katanya.

Bahkan iapun mengaku tidak bisa tidur pasca persidangan itu. ” Sebab ada muncul kesan berupa sanksi moral yang harus saya pertanggungjawabkan dihadapan masyarakat. Betapa tidak, sejak kejadian ini terekspose dimedia dan diketahui oleh publik, ada tujuh proses kejadian dugaan pencurian yang dilakukan oleh JF berdasarkan hasil rekaman CCTV dengan hari yang berbeda akan tetapi pada kenyataannya pada saat sidang kedua di PN Selayar, hakim cuma menyebut dua kali kejadian dengan hari yang berbeda. Yakni cuma yang bertanggal 1 dan 2 Juli 2021. Padahal ada 7 kali kejadian dengan hari dan tanggal yang berbeda. Sehingga yang kami pertanyakan adalah kejadian bertanggal 12, 14, 23, 27 dan 29 Juni 2021.” ungkap Haryanto kesal saat menemui BATARAMEDIA.COM, Minggu (19/09/21) sekitar pukul 19.30 Wita.

READ  (L-Kontak) siap melaporkan ke Aparat Penegak Hukum terkait pekerjaan Pembangunan Tempat Parkir dan beberapa kegiatan lainnya pada Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ)

Haryanto mengaku belum tahu secara pasti akan keberadaan barang bukti itu. Yang pastinya ada tiga flashdisk yang kami serahkan kepada penyidik Polres yang terdiri dari 12 GB, 32 GB dan 64 GB. Apakah nyangkutnya di Polres Kepulauan Selayar atau di Kejaksaan. Kami sama sekali tidak memiliki rasa dendam kepada oknum pelaku, hanya saja kami sangat membutuhkan rasa adil atas kejadian yang menimpa kami sebagai korban. “Jika memang BBnya hilang atau dianggap rusak tambah Haryanto, masih ada file copy-an flashdisk kami yang tersimpan dilaptop. Dan kami siap serahkan kepada penyidik kepolisian ataupun kepada jaksa jika dibutuhkan.” pungkasnya.

Karena itu lanjut Haryanto, kami sebagai korban hanya berharap pada sidang ketiga yang akan digelar besok, Rabu (22/09/21) dengan agenda pemeriksaan barang bukti oleh Jaksa Penuntut Umum dan majelis hakim PN Selayar dapat memperlihatkan kepada kami hasil rekaman CCTV yang telah kami serahkan kepada penyidik saat pengambilan BAP. Sehingga ada kepuasan yang kami dapatkan dalam perkara ini.” ungkapnya.

READ  JPU Kembali Hadirkan Terdakwa JF di Kursi Pesakitan

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) melalui Kepala Unit Pidana Umum Polres Kepulauan Selayar, Aipda Kaharuddin, SH menjelaskan jika flashdisk yang diserahkan oleh korban Haryanto pada saat pengambilan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) itu sudah diserahkan semuanya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Selayar. Termasuk tersangka JF saat dilakukan P21. Setelah penyerahan barang bukti (BB) dan tersangka maka selesai sudah urusan penyidik Polres Kepulauan Selayar.” ungkapnya.

Memang ada 3 buah flashdisk yang diserahkan oleh Haryanto kepada kami selaku penyidik pidana umum. Namun ada 2 buah flashdisk yang disatukan. Sehingga dari 3 buah flashdisk, dua diantaranya disatukan sehingga akhirnya menjadi 2 buah setelah disatukan. Satu flashdisk dengan kapasitas 16 GB dan satunya lagi 64 GB. Sehingga semua hasil copy-an rekaman CCTV nya sudah ada didalam flashdisk itu. Mulai dari tanggal 12, 14, 23, 27 dan 29 Juni. Demikian pula kejadian pada 1 dan 2 Juli 2021.” jelas Kaharuddin saat ditemui media ini diruang kerjanya, Selasa (21/09/21) sekitar jam 11.07 Wita siang tadi di Mapolres Kepulauan Selayar.

READ  Tiga Petani Di Gowa di amankan polisi karena penyalahgunaan Narkoba

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar, Rizal, SH yang hendak dikonfirmasi sekaitan pertanyaan korban hingga berita ini diturunkan belum memberikan respon terhadap pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsAppnya. Demikian pula saat dihubungi telfon selulernya sedang off.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB