SMKN 6 Selayar Pernah Viral Diawal 2020, Kini Lenyap Ditelan Masa

714

BATARA MEDIA.COM | Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Selayar yang dinakhodai Daeng Pabeta, S.Ag, MM diwilayah kecamatan terjauh Kabupaten Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan tepatnya di Pulau Kalao Toa Kecamatan Pasi’lambena pernah viral diberbagai media diawal tahun 2020 lalu lantaran sekolah itu memiliki sarana dan prasarana yang sangat miris dan cukup memprihatinkan. Namun kini telah hilang ditelan masa. Kecamatan Pasi’lambena ini berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) dibagian selatan dan Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dibagian utara dan timur.

Pasalnya, SMKN 6 Selayar tidak mempunyai tenaga guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang cukup dan hanya didominasi oleh tenaga honorer seadanya yang direkrut dari wilayah itu. Selain itu, juga mobiler yang dimiliki sangat jauh dari harapan. Meja dan kursi kepala sekolah saja kosong termasuk guru-gurunya. Untung saja ada balai-balai dari bambu yang dapat digunakan saat belajar mengajar. Kalau tidak, guru dan siswa hanya akan melantai ditanah. Melihat fenomena yang sudah berlarut-larut dan terkesan diabaikan, Kepala SMKN 6 Selayar, Daeng Pabeta merasa pesimis dan putus asah untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan.

READ  Disdik Sulsel Hadirkan Asisten III dan Kepala BKD Bahas Kondisi Riil Kebutuhan Guru

Saat dihubungi Via telephon, Kamis 20/05/21 pekan lalu, Daeng Pabeta mengaku sedang berada dikampungnya di Desa Parak Kecamatan Bontomanai Selayar. “Saya saat ini sedang berada di Parak. Disini lagi kurang normal jaringan telephon sehingga kadang didengar dan kadangpula tidak.” ungkapnya. Ketika ditanya seputar perkembangan sekolahnya yang sudah mendapat respon dan dijanji oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, H Muh Basri kala itu untuk mendapatkan bantuan bangunan baru, ia hanya menanggapi dingin. ” Janganmi diberitakan lagi, pak. Karena hingga saat ini sekolah kami tidak pernah sama sekali mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Ditambah lagi penyebabnya karena Seringnya terjadinya pergantian pemimpin diintansi itu.” paparnya dengan mimit kecewa.

Sebelumnya Daeng Pabeta telah menyampaikan harapannya kepada Pemprov agar segera memberikan perhatian yang lebih seputar fenomena yang melilit lingkungan sekolahnya namun hingga saat ini perhatian itu tak kunjung mendapatkan respon. Dia mengaku lebih memilih diam. “Biarkanlah anak-anak seperti berada dalam sebuah kandang ayam. Mereka belajar didalam gedung tak berlantai lagi tidak berplafon dengan dinding sekat dari bambu yang dibelah. Sebab tidak ada bangunan lain yang dapat difungsikan untuk ruang belajar dan ruang guru sehingga dengan sangat terpaksa satu ruangan harus disekat-sekat menjadi beberapa bagian.” ungkapnya.

READ  Hadiri Dies Natalis UIN Alauddin Makassar, MB Ucapkan Selamat

Itupun sekat-sekatan hanya sebuah gaya karena didalamnya sama sekali tidak ada mobiler. Baik meja, kursi ataupun lemari. Yang ada hanya balai-balai dari bambu yang sudah hampir lapuk dan kropos termakan usia. Dan inilah yang menjadi tantangan bagi orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 6 Selayar. Olehnya itu, kebanyakan orang tua siswa memilih menyekolahkan anaknya di Benteng, Bulukumba dan Makassar. Inilah yang membuat kita kepala sekolah menjadi tidak nyaman. Jika memang Pemprop tidak memiliki keinginan untuk membenahi sekolah ini maka ada baiknya kalau sekolah ini ditutup saja.” tambahnya.

Seperti diberitakan pada 13/02/2020 lalu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H Muh Basri mengaku telah memerintahkan stafnya untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi di SMKN 6 Selayar di Kecamatan Pasi’lambena. Namun hingga berita ini diturunkan belum juga memperoleh bantuan berupa sarana dan prasarana termasuk falitas penunjang proses belajar mengajar. Padahal ketika itu, Dinas Pendidikan berjanji akan segera merenovasi gedung sekolah itu. Dan ketika ditanya kepada Daeng Pabeta pada saat itu juga, ia mengaku belum ada tim yang turun ke lokasi. ” Setahu saya belum ada yang turun ke Pasi’lambena sampai hari ini.” katanya singkat.

READ  Target 10 Besar AKN : Kadisdik Sulsel Warning Kepala UPT SMA/SMK

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Selayar, Usman meminta kehadirannya kembali di Selayar sebab dirinya sedang menuju Makassar untuk berkonsultasi dengan Prof Jufri selaku Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan. ” Tunggu saya pulang, pak. Sebab saya ini sedang menuju Makassar untuk berkonsultasi dengan pak Kadis.” pungkas dia singkat.

 

Penulis ; Di

Editor.   ; TS