BATARAMEDIA.COM | Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan pada beberapa waktu lalu tepatnya pada hari Kamis, 24 Juni 2021 bertempat di Dinas Pendidikan Prov. Sulsel Ruang Dr. H. Syahrul Yasin Limpo SH, MSi, MH, melakukan proses seleksi pada beberapa perusahaan penyedia jasa psikotest yang akan ikut ambil peran dalam rangkaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2021.

Seleksi ini digelar oleh Disdik Prov. Sulsel dengan tujuan agar PPDB lebih berkualitas dengan adanya penilaian intelegensia, bakat, minat dan mental peserta didik dengan melibatkan psikolog.

Seleksi biro psikotest ini bertujuan untuk menjaring dan menetapkan perusahaan yang dinilai layak dan bersyarat untuk diloloskan dan ikut dalam proses uji psikotest Peserta Didik Baru Tingkat SMA dan SMK. Seleksi dilaksanakan oleh Panitia yang telah dibentuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk dari MKKS SMA dan SMK SulSel.

READ  Penambang Pasir Liar di Balindongan Bisa Dipenjara 3 Tahun Denda Rp 3 Miliar

Dari hasil seleksi tersebut ditetapkan sebelas (11) Perusahaan Penyedia Jasa Psikotest yang dinilai telah bersyarat baik dari segi administrasi maupun perizinan serta dianggap independen, berintegritas, obyektif dan memiliki peralatan yang sesuai standar penilaian.

Berdasarkan investigasi, laporan dan bukti yang diterima PW.MOI SulSel ditemukan dugaan adanya penyimpangan dalam proses seleksi tersebut, terbukti dengan adanya beberapa perusahaan yang tidak lengkap dokumen dan persyaratan seleksi tetapi diloloskan.

Ketua MKKS SMK, selaku Ketua Panitia seleksi, Andi Umar Patta, S.Pd, M.Si saat dikonfirmasi via whatsapp terkait sebelas perusahaan Psikotest yang lolos seleksi menyampaikan bahwa semua lembaga psikotest yang lolos itu sudah lengkap semua dokumennya, termasuk izin dan sudah diperiksa dengan baik.

READ  Tentukan Besaran Kerugian Runway Bandara H Aroeppala Kejari Selayar Hadirkan Dua Tenaga Ahli

“Tidak ada lembaga atau perusahaan yang izinnya mati, hasilnya ada sama saya karena sudah diperiksa dan diteliti secara detail oleh HIMPSI dan ABKIN. Jadi kalau ada yang lolos, sementara surat izinya sudah mati itu hoax, karena semua berkas dan data lembaga ada sama saya “Ujar Andi Umar.

Menelisik dari pernyataan tersebut, berdasarkan investigasi PW.MOI SulSel, kenapa baru hari ini tepatnya, Rabu (21/07/2021) setelah pelaksanaan psikotest berjalan, secara tiba tiba panitia seleksi, Andi Umar Patta meminta berkas perizinan dari pihak perusahaan pemenang seleksi. Ada apa sebenarnya dengan seleksi ini. Yang mana sebenarnya benar, sementara kenyataan dan bukti dilapangan sudah jelas, “Ujar Abd.Halim.

Sementara itu dari pihak PTSP yang tidak disebutkan namanya saat dikonfirmasi melalui telephon selulernya menyampaikan bahwa PTSP hanya mengeluarkan izin sesuai administrasi dan persyaratan yang telah ditetapkan.

READ  Mantan Kades Tanamalala Dijobloskan Ke Penjara, Mantan Kades Labuang Pamajang di Jemput di Mangattik

“Saya sebenarnya juga merasa risih, karena pemenangnya sudah ditargetkan, sementara dokumen perizinan yang dimasukkan ada beberapa yang tidak lengkap bahkan terlambat di masukkan” Ujarnya.

Perizinan merupakan legal formal yang harus dimiliki oleh perusahaan atau biro psikologi, seharusnya pihak Panitia Disdik SulSel memperhatikan hal tersebut sebelum menentukan pemenang, karena apabila salah satu prosedur tidak dilengkapi perusahaan, untuk apa diikutkan dalam seleksi, hal ini tentunya sudah menyalahi aturan dan bisa berimbas pada persoalan hukum, “Ujar Abd Halim,SH,M.Par, Ketua PW.MOI SulSel.

 

 

Penulis : HL

Editor.   : AB