Sebuah Jolloro Pembom Ikan Lolos Dari Kejaran Tim Patroli PDSKP Selayar

570

BATARAMEDIA.COM | Kepulauan Selayar        Tim Satuan Kerja Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satker PSDKP) Kepulauan Selayar yang dipimpin langsung oleh koordinatornya, Syaiful Asri telah gagal menangkap salah satu unit kapal jolloro yang ditengarai telah melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal dengan menggunakan bahan peledak berupa bom ikan di perairan sebelah barat Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Selayar akibat minimnya fasilitas yang disiapkan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan RI di Jakarta. Peristiwa penangkapan 4 orang pelaku dari Desa Polassi Kecamatan Bontosikuyu terjadi pada Kamis (16/09/21) sekitar 14.30 Wita di Taka Pangguringan bagian sebelah barat selatan Pulau Selayar Propinsi Sulawesi Selatan.

Penangkapan itu didasarkan pada laporan dan informasi dari salah seorang warga nelayan Tile-Tile Desa Patikarya melalui telfon seluler jika disekitar perairan Taka Pangguringan sebelah barat perkampungan penduduk di Dusun Tile-Tile tampak dua buah jolloro sedang melakukan aktivitas yang ditengarai sebagai oknum pembom ikan. Mendapatkan laporan itu, Koordinator Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kepulauan Selayar, Syaiful Asri tanpa menunda waktu langsung menuju Kampung Tile-Tile melalui jalur darat dan kemudian disusul oleh dua orang personilnya langsung menuju titik yang ditunjuk oleh nelaya dengan menggunakan perahu karet.

READ  Terindikasi Palsukan Dokumen, Oknum Notaris MRZ dan SBN Dipolisikan

Sebelum menuju tempat kejadian saya sudah melihat dari kejauhan ada dua buah jolloro sedang melakukan kegiatan ditengah laut. Bahkan sempat dengar satu kali ledakan dilokasi itu. Akhirnya tim patroli bergegas ke lokasi dan sebelum terjadi penangkapan ungkap Saiful Asri, antara tim patroli PSDKP Selayar dengan oknum yang disinyalir sebagai pelaku pembom ikan saling kejar disekitar titik kordinat 6’16.472’S – 120’25.787’E dan lokasi penangkapan berada dititik kordinat 6’17.694’S – 120’23.766’E.

Sebenarnya kata Saiful Asri yang dihubungi via selukernya, Jumat (17/09/21) siang ini, ada 2 unit kapal jolloro yang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak berupa bom rakitan dilokasi itu namun akibat minimnya anggota tim patroli dan fasilitas yang dianggap memadai sehingga hanya terfokus pada penangkapan satu unit kapal jolloro. Sementara jolloro yang satu sempat lolos dari pengejaran.” pungkas Asri.

READ  Tim Hukum PERAK dan PWmoi Dampingi Pelaporan si Becce' di Polda Sulsel

Adapun warga Polassi Desa Polassi Kecamatan Bontosikuyu Selayar yang berhasil diamankan oleh tim patroli PSDKP yaitu, Asdar bin Pa’a (28) sebagai juragan, Hasbi bin Rahman Dio’ (28), Syamsul bin Salamuddin (20) dan Agus bin Habinsa (18) masing-masing sebagai anak buah kapal (ABK).” Syaiful Asri menjelaskan. Dan masih diamankan di Kantor PSDKP Selayar yang terletak di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bonehalang Benteng.

Sedangkan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan diantaranya, ikan ekor kuning sebanyak 250 kg, ikan Kakatua sebanyak 50 kg, 1 unit kompressor, 3 pasang fins, 2 senter selam, 5 buah botol berwarna hijau dan satu buah kapal jolloro. Saat ini, barang bukti sudah diamankan di Kantor PSDKP Selayar sebelah barat Kota Benteng ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar untuk selanjutnya diproses oleh Tim Penyidik Perikanan. Dan setelah selesai proses penyidikan oleh tim penyidik perikanan maka akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat untuk diproses lebih lanjut.” tutur Saiful Asri.

READ  Aktivis Anti Korupsi Korban Penganiayaan di Sergai Minta Perlidungan Poldasu

Untuk lebih memaksimalkan kegiatan patroli dalam mengamankan wilayah perairan laut di Kabupaten Kepulauan Selayar yang dinilai sangat luas ini maka diharapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta dapat menambah personil dan fasikitas pendukung didaerah ini. Paling tidak ada speadboard yang ukuran minimal 12 meter dan penambahan personil sedikitnya 5 orang. Apalagi speadboard itu membutuhkan operator khusus dalam melakukan operasi.” kata dia sembari menambahkan bahwa penagkapan kali ini bukan yang pertama dilakukan oleh tim patroli PSDKP akan tetapi sudah banyak kali. Namun sekali lagi kami perlu tegaskan bahwa akibat minimnya personil dan fasilitas yang memadai sehingga kadang pelaku lolos dari pengejaran.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB