BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar
Sardona (30) warga Dusun Tinabo Desa Tarupa Kecamatan Taka Bonerate Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan dikabarkan tewas dalam kondisi tubuh berserakan setelah melemparkan bom ikan ke laut dalam Kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate tepatnya di Taka Gantarang, Rabu (01/09/21) sekitar pukul 10.00 Wita kemarin. Sementara orang tua korban H Ongka (53) dinyatakan selamat dalam  peristiwa naas itu.

Menurut sumber BATARAMEDIA.COM Selayar menyebutkan bahwa pada sekitar pukul 09.00 Wita kemarin, korban bersama orang tuanya H Ongka telah meninggalkan rumahnya di Dusun Tinabo Desa Tarupa hendak melaut untuk melakukan aktivitas membom ikan. Berselang satu jam kemudian terdengar suara menggelegar seperti ledakan bom ikan disekitar Taka Gantarang dalam Kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate. Akibat ledakan itu, mengakibatkan Sardona tewas dengan tubuh hancur berserakan.

READ  Lima Kepala Puskesmas di Selayar Mengundurkan Diri

Berselang hampir satu setengah jam kemudian H Ongka kembali ke Pulau Tarupa untuk meminta pertolongan. Mendengar pernyataan orang tua korban maka warga sekitar melakukan pertolongan dengan mencari bagian-bagian tubuh korban yang terkena bom ikan. Akan tetapi menurut sumber hingga menjelang magrib kemarin yang ditemukan adalah hanya sepotong bagian kaki sebelah kanan korban. Meskipun demikian karena jaringan seluler diwilayah itu yang sangat sulit sehingga belum menemukan dokumentasi tubuh korban.

Camat Taka Bonerate, Dian Ady Luhur, SH MH yang dikonfirmasi melalui jaringan selulernya sore tadi sekitar jam 17.00 Wita membenarkan kejadian naas yang menimpa warga Dusun Tinabo Desa Tarupa. Ia mengaku baru saja berkomunikasi dengan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Taka Bonerate, Iptu Kasman. Bahwa sekitar pukul 09.30 Wita kemarin, korban bersama bapaknya H Ongka sedang melaut dengan tujuan melakukan aktifitas membom ikan. Kejadian naas yang menimpa anaknya sesuai keterangan H Ongka terjadi sekitar jam 10.00 Wita pagi kemarin.

READ  Tingkatkan mutu penyiaran, LPPL Radio Rewako gelar Raker

Melihat kejadian ini orang tua korban merasa panik dan ketakutan sehingga kembali ke kampungnya di Dusun Tinabo untuk menyampaikan kepada masyarakat setempat jika anaknya sudah tidak kelihatan lagi pasca ledakan bom ditangannya. Olehnya itu sejumlah warga turun ke laut melakukan proses pencarian. Sedangkan menurut informasi awal dikabarkan sudah ditemukan bagian tubuh korban kaki kanannya. Namun baru saja saya kembali berkomunikasi dengan Kepala Desa Tarupa menyampaikan jikalau tidak ada satupun potongan tubuh yang didapatkan.” ungkap Dian.

Kapolsek Taka Bonerate, Iptu Kasman yang dikonfirmasi via selulernya mengaku bahwa baru saja dirinya tiba di Pulau Kayuadi. ” Saya baru tiba dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berjarak sekitar 7 mil arah timur Pulau Tarupa. Saat ini saya sementara berkoordinasi dengan anggota sesuai data dan informasi yang didapatkan dilapangan. Sebab hasilnya akan menjadi bahan pelaporan kepada pimpinan. Apalagi informasi yang diperoleh dari masyarakat itu berbeda dengan yang kami dapatkan langsung ditempat kejadian perkara.” kata dia.

READ  BKPRMI Tompobulu laksanakan festival anak sholeh

Sementara itu Kepala Desa Tarupa, H Muspian yang hendak dimintai keterangan persnya malam ini belum dapat dikorek keterangannya. Handphone miliknya sedang off.

 

Penulis : DSJ

Editor.  : AB