BATARAMEDIA.COM | Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar yang meliputi Unit Khusus dan Unit Tipikor telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap empat (4) orang petugas loket di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Mappatoba Karaeng Batara di Pamatata Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan, Rabu (23/06/21) sekira jam 12.00 Wita kemarin.

Ke empat oknum petugas loket itu masing-masing berinisial NWY (23) seorang pegawai tenaga kontrak di Dinas Perhubungan Selayar, AYR (38) seorang Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas sebagai tenaga administrasi umum pada UPTD Pelabuhan Pamatata, HDD (26) tenaga kontrak Dinas Perhubungan Selayar dan RDA (27) seorang pegawai honerer pada ASDP Cabang Selayar. Mereka telah diamankan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Selayar.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Temmangnganro Machmud, S.Ik, MH melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) yang didampingi oleh Paur Humasnya menyatakan,” Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa oknum Petugas Pelabuhan Penyeberangan Ferry di Pamatata Selayar yang dilakukan oleh Unit Khusus dan Unit Tipikor Polres Selayar telah mengamankan empat oknum petugas yang ditengarai sebagai pelaku pungutan liar dan saat ini telah diamankan di Mapolres Kepulauan Selayar.” ungkapnya.

READ  Miliki 4,01 Gram sabu, Seorang Warga Barombong Diringkus Polisi Saat Ingin Kabur

Selain itu, juga telah berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa Karcis Tarif Masuk Kendaraan Calon Penumpang, Bukti Pembayaran Retribusi Pemeliharaan Dermaga, Ticket Keberangkatan Kendaraan Calon Penumpang, uang tunai senilai Rp 862.000,- dari pihak Kantor Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Selayar, uang tunai senilai Rp 1.075.000,- dari pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pamatata. Baik barang bukti maupun oknum pelaku saat ini telah diamankan oleh Satuan Kepolisian Resor Kepulauan Selayar.

Tindakan gerak cepat Kepolisian adalah sebagai upaya dalam menyikapi laporan munculnya dugaan pungutan liar yang selama ini telah meresahkan masyarakat khusus para pengguna jasa di Pelabuhan Penyeberangan Pamatata Selayar. Olehnya itu melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) melakukan operasi Saber Pungli pada Rabu kemarin dan berhasil menangkap 4 oknum yang diduga sebagai pelaku pungutan liar.” terangnya.

READ  Aktivis Anti Korupsi Korban Penganiayaan di Sergai Minta Perlidungan Poldasu

Pada operasi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam telah ditemukan ketidaksesuaian biaya yang tertera pada karcis masuk pengguna jasa dan kendaraannya dengan yang dibayar oleh pengguna jasa. Disamping itu, juga telah didapati ketidaksesuaian ticket keberangkatan baik pengguna jasa maupun pada kendaraannya dengan yang dipungut oleh oknum petugas loket Pelabuhan Pamatata.” pungkas Kapolres seraya menambahkan jika tindakan para oknum ini sudah lama meresahkan masyarakat pengguna jasa pelabuhan dan penyeberangan pada lintas Pamatata (Selayar) – Bira (Bulukumba).” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Selayar, Drs Suardi yang dikonfirmasi via selulernya seputar operasi OTT yang dilakukan oleh Polres menampik keras kejadian itu. “Itu bukan OTT namanya. Dan itu sangat keliru jika disebut operasi tangkap tangan. Bagaimana bisa disebut sebagai OTT jika setelah keempat oknum itu diperiksa lalu dibiarkan kembali ke rumah mereka masing-masing. Kalau memang itu OTT kenapa tidak ditahan. Lamanya itu permasalahan dan baru sekarang dinyatakan sebagai OTT.” tandasnya sambil meminta klarifikasi kepada Kepala UPTD Pelabuhan Pamatata.

READ  Menantu Pak Camat Di Laporkan Ke Polisi, Begini Tanggapan Istrinya

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pelabuhan Pamatata, Syamsul Qadri yang dihubungi melalui telfon genggamnya mengaku sedang berada di Mapolres Kepulauan Selayar. “Saya lagi di Polres ini, pak.” imbuhnya singkat sekitar pukul 16.45 Wita sore tadi, Kamis (24/06/21).

Kepala ASDP Cabang Pamatata Selayar, Aulia yang dihubungi via handphonenya terkait OTT salah seorang stafnya menyatakan jika kejadian itu tidak benar. “Tidak ada kejadian seperti itu, pak.” katanya singkat. Meskipun begitu lanjutnya, nanti saya temuiki di Benteng dengan alasan masih sibuk di Pamatata.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB