Batara Media | Bantaeng – Di tengah pandemi Covid-19 ini setiap negara melakukan langkah yang cukup cepat untuk menanggal penularanya tak terkecuali Indonesia,  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, proses vaksinasi untuk membentuk herd immunity.

Budi menjelaskan, 70 persen dari rakyat Indonesia, yakni berusia diatas 18 tahun diharapkan memiliki kekebalan karena disuntik vaksin. Sebab diharapkan agar virus Covid-19 tidak menyebar atau menular ke orang yang kebal ini. Dengan demikian, laju penyebaran virus Covid-19 bisa dikurangi dan pandeminya bisa diturunkan atau dihilangkan.

“Jadi ini sebenarnya bukan hanya melindungi diri kita, tetapi juga untuk melindungi keluarga kita. Melindungi tetangga, melindungi teman kita, dan seluruh rakyat Indonesia, dan seluruh umat manusia di dunia,” kata Budi.

READ  Hari ini Kapolri Lepas 40.366 Bhabinkamtimas Sebagai Tracer Penyebaran Covid-19

Lanjut dia, vaksinasi bukan suatu program bersifat individualis, namun program sangat spesialis, karena sangat menentukan keselamatan dan kemaslahatan seluruh umat manusia di dunia.

Dari pemaparan Menteri Kesehatan tersebutlah sehingga setiap daerah provinsi dan kabupaten harus melakukan vaksinasi

Salah satu puskesmas di kabupaten Bantaeng menyelenggarakan vaksinasi ialah Puskesmas Kassi-Kassi kec. Pajukukang pada hari Senin, 8 Maret 2021.

Kepala Puskesmas Kassi-Kassi, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng Marwanti Kamaruddin, S.ST mengatakan kegiatan vaksinasi diharapkan mampu menjaga orang banyak dari penyebaran Covid-19.

“Kami berharap dari kegiatan ini dapat menjaga dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bantaeng dan kedepannya kegiatan ini akan massif dilakukan”. Ungkap Marwanti

Selain itu Kepala Puskemas Kassi-Kassi mengatakan bahwa ada beberapa orang yang tidak bisa di vaksin diantaranya ialah ibu hamil dan ibu menyusui.

READ  Terkendala Belajar Daring , Guru SD di Bone Kunjungan Rumah Siswa

“Selain melaksanakan kegiatan vaksinasi kami juga bersosialisasi terkait sasaran vaksinasi yang tidak boleh kepada ibu hamil dan ibu menyusui”. Tutupnya.

Laporan : Tiwa

Editor     : Ts

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here