BATARAMEDIA.COM | Kinerja POKJA Proyek Pembangunan Rumah Susun Pemda Kabupaten Jeneponto Tahun Anggaran 2021 menuai sorotan tajam dari Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-KONTAK).

Proyek yang menelan anggaran senilai Rp. 16.419.945.059,79,- dilaksanakan oleh PT. ILHO JAYA ALFATIH tersebut terindikasi tidak sesuai dengan yang telah dipersyaratkan oleh POKJA, dimana PT. ILHO JAYA ALFATIH diduga tidak memiliki pengalaman kerja sebagaimana yang dipersyaratkan.

Dian Resky Sevianty, Ketua Divisi Evaluasi DPP L-KONTAK menduga POKJA telah memenangkan PT. ILHO JAYA ALFATIH tidak memenuhi persyaratan kualifikasi teknis.

“Pada pengumuman lelang yang ditampilkan ke publik, POKJA telah mempersyaratkan peserta untuk memiliki pengalaman pekerjaan pada sub bidang BG 002, faktanya PT. ILHO JAYA ALFATIH berdasarkan data publik LPJK tidak mengantongi pengalaman tersebut,” jelas Dian Resky.

READ  PERAK "Seret" Kadis Pendidikan dan Sejumlah Kepsek ke Polrestabes Makassar

Ditambahkan Dian Resky, kejanggalan pada pelaksanaan lelang Proyek Pembangunan Rumah Susun Pemda Kabupaten Jeneponto Tahun Anggaran 2021 oleh SNVT Penyedia Perumahan Provinsi Sulawesi Selatan dapat berakibat pada penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

“Secepatnya kami melaporkan atas adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Pokja ke Aparat Penegak Hukum dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI),” tutupnya.

 

( Tim )