Bataramedia.com | Makassar – Langkah cepat Kepala SMKN 9 Makassar Drs. Muhiding, M.Si dalam mewujudkan kelas Industri di sekolah yang dipimpinnya semakin tak terbendung meskipun ditengah badai pandemi Covid-19. Kepsek yang senantiasa ramah kepada semua awak media ini mengatakan saya merasa sangat termotivasi oleh pernyataan Kadis dan Kabid PSMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bahwa Kepsek SMK jangan “tiarap” di masa pandemi Covid-19 ini, ayo berbuat yang terbaik dan tunjukkan inovasi-mu wahai Kepsek, kalau bisa menjadi yang terbaik, menjadi baik saja tidak cukup. Slogan ini menggelora di dalam pikiran untuk diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata melalui kemitraan IDUKA, yang diawali dengan pembentukan Kelas Industri, oleh karena itu jangan tinggal diam mari segenap civitas SMKN 9 Makassar berbuat yang terbaik guna peningkatan kompetensi Perikanan di Sulawesi Selatan.

READ  Bupati Pinrang Berikan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Dusun Rantoni

Lebih jauh Muhiding mengatakan bahwa setelah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan 9 Industri Kemaritiman pada tanggal 11 September 2020 yang disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, maka sebagai wujud kepedulian Industri selaku stakeholder dalam mengejawantahkan komitmen tersebut adalah hadir dan ikut ambil bagian dalam penyusunan kurikulum dan standarisasi sarana dan peralatan praktik yang akan digunakan oleh siswa SMKN 9 Makassar kedepan.

Direktur PT Global Maju Pratama, H. Andi Baso Mappaewa, S.ST.Pi., yang akrab di sapa H. Ewa mendatangi SMKN 9 Makassar bersama tim hari Selasa, (27/10/2020), langsung berkeliling melihat tambak seluas 2 HA dan kolam ikan milik SMKN 9 Makassar. H. Ewa mengatakan bahwa tambak ini sangat potensial untuk udang Vanamei, ini bisa dioptimalkan dan ditingkatkan menjadi tambak udang intensif bahkan superintensif, saya akan bantu untuk pengembangannya, mulai dari desain, pengelolaan bahkan expert tambak udang superintensif terbaik akan kami terjunkan di SMKN 9 Makassar ini.

READ  Ketua DPRD Bawah Tuntutan APB Ke DPR-RI , APB : Kami tunggu Kabar Baiknya

Sekaitan dengan kurikulum, H. Ewa menyatakan bahwa pada dasarnya kurikulum SMKN 9 Makassar khususnya pada paket keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP) dan paket keahlian Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (APAPL) sudah bagus, cuma mungkin dalam pelaksanaannya ini yang kurang tajam, masih terlalu banyak berteori, akhirnya siswa tidak terampil dan tidak kompeten di bidangnya. H. Ewa menyarankan untuk Kelas Industri pelaksanaannya menggunakan sistim blok, dalam persemester minimal 2-3 bulan di Industri, kami punya dua pabrik pengolahan produk perikanan yang merupakan komoditas ekspor Indonesia, kami senantiasa akan terbuka untuk pembelajaran praktik siswa maupun magang guru dari SMKN 9 Makassar, kami juga memiliki banyak tenaga ahli baik dalam bidang pengolahan maupun budidaya untuk guru tamu silahkan dijadwalkan, kalau perlu saya yang akan turun langsung mengajar dan membimbing siswa agar lebih terampil dan kompeten.

READ  Kebakaran Hanguskan 1 Rumah di Panaikang Kabupaten Bantaeng

Disinggung tentang keterserapan tamatan, H. Ewa mengatakan bahwa kalau konsep Kelas Industri tersebut diatas dapat terlaksana dengan baik, dengan komitmen dan saling percaya antara kami dari PT. Global Maju Pratama dengan SMKN 9 Makassar, maka kami akan menjamin seluruh siswa yang masuk ke Kelas Industri tersebut begitu lulus, maka kami akan terima semua, kuncinya.

 

Laporan : Andi Batara

Editor     : at

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here