Bataramedia.com | Jeneponto – Laporan mahasiswa terkait pemukulan yang dilakukan oknum aparat saat pembubaran paksa aksi unjuk rasa penolakan UU Omnibus Lau Cipta Kerja belum ada yang diperiksa.

Diketahui bahwa aksi pembubaran paksa pengunjuk rasa berakhir ricuh di sertai dengan insiden pemukulan yang membuat 4 mahasiswa dilarikan dan dirawat di RSUD Latopas karena mengalami luka.

Kasi Propam Polres Jeneponto, Iptu Bambang Widi mengatakan bahwa sampai saat ini belum melakukan penyelidikan terkait oknum yang melakukan pemukulan karena mengaku kesulitan mencari identitas pelaku.

“Ya sementara proses penyelidikan, kami masih mengumpulkan bahan keterangan dari semua yang terkait yang ada disitu,” ujarnya, Jumat (20/11/2020).

“Susah juga, kan dia pake masker, pake tutup kepala, iya to pake jaket yang ada penutup kepalanya, kita juga harus protusia jangan sampai salah ambil na saya dibaliki,” tambahnya.

READ  L-KONTAK Laporkan Dugaan Mark-up Pembangunan Di Desa Poleonro Kabupaten Wajo Anggaran Tahun 2019

Sementara Pengurus Korps PMII Putri Cabang Jeneponto angkat bicara terkait Laporan mahasiswa atas pemukulan yang dilakukan oknum aparat saat pembubaran paksa aksi unjuk rasa penolakan UU Omnibus Lau Cipta Kerja belum ada yang diperiksa.

Ketua Korps PMII Putri ( KOPRI) Jeneponto,
Ani Rohani mengatakan, polisi tidak lagi berpihak kepada yang lemah mereka (polisi) akan menghalanginya segala cara agar melindungi temannya ( oknum aparat) karna Kasi Propam Polres Jeneponto, Iptu Bambang Widi mengatakan bahwa sampai saat ini belum melakukan penyelidikan terkait oknum yang melakukan pemukulan karena mengaku kesulitan mencari identitas pelaku, dan kami menilai adanya unsur kesengajaan dari pihak Kapolres Jeneponto untuk melindungi anggotanya sebab “PALLUKKA saja bisa kita temukan indentitasnya apalagi ini banyak ji bukti-buktinya berupa Video dan foto.

READ  Kadisdik Sulsel Pantau Bantuan DAK dan Memotivasi Peserta Pelatihan di SMAN 1 Tana Toraja

sehingga kami menganggap bahwa memang pihak kepolisian resort Jeneponto ini tidak serius menangani kasus tersebut.

Jadi kami tegaskan bahwa kalaupun pihak kepolisian resort Jeneponto itu tidak serius, maka kami bersama dengan beberapa lembaga akan melakukan konsilidasi, akan duduk bersama untuk kemudian ditindaklanjuti ke Polda, dan kami dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan meminta kepada pimpinan kami yg berada di wilayah untuk mengintruksikan seluruh cabang di Sulsel untuk melakukan aksi serentak”

 

Laporan : Tw

Editor.    : Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here