BATARA MEDIA.COM – Makassar – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri, MSi, MPsi, Psikolog menjadi narasumber pada kegiatan webinar & Talk Show dengan tema ‘Peran Guru BK dalam Pendidikan Karakter dan Merdeka Belajar’ yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) ke-45, Jumat (18/12).

Selain Prof Jufri turut menjadi pemateri adalah Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNM, Dr Abdul Saman, MSi.Kons, Ketua PB ABKIN,Prof Dr Moh Farozin, MPd, dan Ketua PD ABKIN Sulsel, Dr Abdullah Sinring, MPd.

Prof Jufri mengatakan, Guru Bimbingan Konseling (BK) adalah guru yang tidak hanya berperan sebagai pendidik akademis saja, tapi juga pendidik nilai, moral dan juga budaya untuk siswanya. Dalam hal ini, guru BK-lah yang akan berperan aktif terhadap siswa dalam pendidikan karakter.

READ  Ingin majukan pendidikan di daerah terpencil, Poros Muda Bone Bergerak

Dalam proses pengembangan karakter siswa, menurut Prof Jufri ada empat filosofi dalam pendidikan karakter yang juga menjadi titik perhatian seorang guru BK, yaitu olahraga (kinestetika), olah hati (etika), olah pikir (literasi), dan olah karsa (estetika).

Kolaborasi dari empat olah ini. kemudian itu melahirkan nilai-nilai karakter, seperti yang selama ini dibicarakan mulai dari religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, tanggung jawab dan lainnya.

Dari nilai-nilai karakter itu, kata Prof Jufri, mengerucut menjadi satu nilai utama. Nilai utama di Kemendikbud dikenal istilah Profil Pelajar Pancasila. Dalam profil pelajar Pancasila itu, ada 5 nilai yang terkandung dalam nilai utama dala profil pelajar Pancasila itu, yaitu Religius, Integritas, Nasionalis, Gotong Royong dan mandiri.

READ  Sekretaris Disdik Sulsel Buka Kegiatan Penilaian Dupak Guru dan Pengawas

Prof Jufri lebih jauh menggambarkan bagaimana generasi emas Indonesia pada tahun 2045 yang dibekali dengan keterampilan Abad 21. Setiap siswa, kata Prof Jufri, dibutuhkan 3 kebutuhan penting, yaitu kualitas karakter, yaitu bagaimana siswa beradaptasi pada lingkungan yang dinamis, kedua, literasi dasar, yaitu bagaimana siswa menerapkan keterampilan dasar sehari-hari, seperti literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi, literasi financial, literasi budaya dan kewarganegaraan.

Dan yang ketiga, yaitu bagaimana siswa memecahkan masalah kompleks, misalnya berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi.

Konsep merdeka belajar bagi guru BK menurut Prof Jufri ada tiga, yaitu asesmen, survey karakter, dan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) satu halaman yang dilakukan dengan prinsif efisiensi, efektif, dan berorientas pada siswa.

READ  Prof Jufri Takjub Melihat Karya Unggulan Siswa SMKN 3 Gowa

Komponen inti dari RPL adalah tujuan layanan, langkah-langkah kegiatan layanan, dan evaluasi layanan. “Ini wajib dilaksanakan oleh guru, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap,” ucap Prof Jufri.

Menurut Prof Jufri guru BK itu adalah guru yang menginspirasi.****)

 

Penulis : Ds

Editor    : Js

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here