BATARAMEDIA.COM | Direktur PT Global Madanindo Konsultan yang berinisial MIN telah resmi ditahan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar pada, Rabu (21/07/21) kemarin dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pemenuhan standar Runway Strip Bandar Udara H Aroeppala Padang di Desa Bontosunggu Kecamatan Bontoharu Selayar Propinsi Sulawesi Selatan. MIN akan ditahan selama 20 hari kedepan yang dimulai sejak Rabu 21 Juli hingga Senin, 09 Agustus 2021 mendatang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar melalui Kepala Seksi Intelijennya, La Ode Fariadin, SH kepada media ini menjelaskan jika dari 18 orang saksi yang diperiksa oleh tim penyidik Kejari, kemarin Rabu (21/07/21) sudah menetapkan satu orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 8.203.234.300,- dari total anggaran Rp 11.165.875.000,- Dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 melalui Kementerian Perhubungan RI di Jakarta.

READ  Bupati Selayar Terancam di Presidenkan

Usai dilakukan pemeriksaan terhadap MIN maka oleh tim penyidik Kejari Kepulauan Selayar yang diketuai oleh Adi Nuryadin Sucipto, SH MH selaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) bersama Juniardi Windraswara, SH selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) dan La Ode Fariadin, SH langsung ditetapkan sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Benteng Selayar. Penahanan ini didasarkan pada dua alat bukti permulaan yang cukup untuk menahan oknum Direktur PT Global Madanindo Konsultan dalam kapasitasnya sebagai konsultan pengawas.” ungkap La Ode Fariadin via WhatsAppnya, Kamis (22/07/21) siang tadi sekitar pukul 12.00 Wita.

Pemeriksaan sejumlah saksi terhadap kasus ini dimulai sejak Mei hingga pertengahan Juli 2021. Sedangkan pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh Ir Edy Jaya Putra dan Iskandar bersama Kajari dan para kepala seksi yang disaksikan oleh Kepala UPP Bandara H Aroeppala Padang Selayar, Syarifuddin serta pihak kontraktor, konsultan dan beberapa staf Bandara telah dilakukan sebelumnya pada Sabtu (03/07/21) lalu.

READ  Jelang¬†Konferwil, Pimpinan Fatayat NU Sulsel Temui Kakanwil

Pelibatan tim pemeriksa ini lanjut Fariadin adalah bertujuan untuk melihat kondisi riil dilokasi sekaligus untuk menghitung volume pekerjaan yang terpasang secara keseluruhan dalam kesesuaian antara gambar dan RAB serta kemajuan hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor sehingga akan lebih menggampangkan dalam penentuan besaran kerugian negara yang dilakukan oleh pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KUA) dalam pembangunan proyek pemenuhan standar Runway Strip Bandar Udara H Aroeppala Padang di Selayar.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari tindaklanjut penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Kepulauan Selayar yang dipimpin langsung oleh Kajari, Adi Nuryadin Sucipto bersama Kasi Pidsus dan Kasi Intelijen pada 19 Mei 2021 yang lalu. Adapun 18 saksi yang sudah diperiksa oleh tim penyidik Kejari diantaranya, mantan Kepala UPP Bandara H Aroeppala Padang, IA yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) CU, IEPS selaku PPK tahun 2016 bersama bendahara pengeluaran yang berinisial R. Disamping itu juga telah diperiksa GT (PPSPM) dan M selaku staf teknis serta MSR sebagai pengawas lapangan.

READ  Proyek D.I Waru-Waru Gunakan Material ilegal: Konsultan Pengawas Terkesan Tutup Mata

Selain itu juga telah diperiksa AS sebagai Direktur CV Kertas Konsultan, SS dan RJJ masing-masing sebagai anggota Kelompok Kerja (Pokja) dan IEF sebagai Sekretaris dan Ketua Pokja yang berinisial N. Direktur PT Nur Pasimbungan Jaya yang berinisial,BB juga sudah diperiksa dan J sebagai pelaksana lapangan sedangkan MIN sebagai Direktur PT Global Madanindo Konsultan dan MSK selaku Site Enginer PT Glibal Madanindo Konsultan.” pungkas La Ode Fariadin menambahkan. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

 

Penulis : DSJ

Editor.  : AB