BATARA MEDIA.COM – // meningkatkan kualitas tata ruang melalui upaya perwujudan penataan ruang berbasis mitigasi  bencana pengurangan risiko bencana PRB dengan memperhatikan potensi kawasan, kini memasuki  pembahasan evaluasi muatan strategis.

 

Tim Penyusun RDTR, Ghulamin mengatakan ada lima muatan strategis dalam RDTR Kawasan Perkotaan  Sungguminasa-Cambayya yakni kebijakan strategis nasional, ruang terbuka hijau RTHpertanian, peruntukan  kawasan hutan dan mitigasi bencana.Rabu (30/12/2020).

 

Hingga saat ini RDTR telah sampai pada tahap validasi KLHS. Namun salah satu yang diinginkan pemkab Gowa  yaitu adanya kawasan RTH yang bisa dinikmati oleh publik. Kami telah menyusun 20 persen dari total zona tetapi  masih terkendala dengan lahan yang minim atau masih ada lahan yang belum bebas sepenuhnya jelasnya.

 

Selain itu, pihaknya juga memetakan zona mitigasi bencana dengan menentukan peta rencana jalur, ruang  evakuasi bencana, dan teknik peraturan zonasi pada zona banjir ini.

READ  Acara Tasyakuran Khitanan Muh.Adnan Anugrah Yunus, Putra Muskarnain Yunus,S.Pdi.,M.Pd.

 

Luas Kawasan Rawan Banjir KRB tinggi yang tersebar ditiga kecamatan perencanaan ini seluas 112,49 hektar  sehingga rencana pola ruang yang kita susun sempadan sungai 31,83 hektar, RTH taman kota 80,66 hektar  bebernya.

 

Sementara Kasubdit Penataan Kawasan Baru Kementerian ATR/BPN, Mirwansyah Prawiranegara mengatakan  tujuan penataan ruang kawasan ini untuk mewujudkan kawasan perkotaan Sungguminasa-Cambayya sebagai  pusat kota skala regional dan kebudayaan skala nasional yang inklusif, layak huni, tangguh bencana dan  berkelanjutan.

 

Sasaran penataan kawasan ini yakni pengembangan sarana prasarana pelayanan skala regional, pengurangan  risiko bencana dan pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau kota dan perlindungan lahan pertanian pangan  berkelanjutan katanya.

READ  Perencanaan Pelantikan PW MOI SulSel Thn.2020 Telah Rampung

 

Menanggapi hal ini, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengungkapkan Pemkab Gowa memiliki keinginan untuk
memenuhi 30 persen pembuatan RTH di Kabupaten Gowa, sehingga lokasi yang bisa dijadikan RTH harus jelas  dalam RDTR agar menjadi acuan bagi pemda dan bisa bisa dimanfaatkan oleh publik.

 

Memang kami telah memiliki RTH Syekh Yusuf, namun itu belum cukup memenuhi 30 persen itu, sehingga  diharapkan kelurahan strategis yang terlibat dalam RDTR tersebut bisa membuat RTH ungkapnya. Tak hanya itu, orang nomor satu di Gowa itu membeberkan Kabupaten Gowa termasuk salah satu daerah yang  rawan banjir sehingga mitigasi bencana sangat diharapkan dalam perencanaan ini.

 

Kami juga ingin kepastian lokasi peruntukkan mitigasi bencana, khususnya di bantaran Sungai Jenebenerang  agar tidak was-was. Apalagi intensitas hujan dari tahun ke tahun semakin meninggkat sehingga diharapkan RDTR  ini bisa dilakukan mitigasi bencana jelasnya.

READ  Penyerahan SK Pelaksana Tugas Kepala UPT SMAN 1 Selayar Secara Virtual Oleh Kadis Pendidikan Prov.Sulawesi Selatan

 

Ia berharap kelengkapan dokumen yang diinginkan bisa segera dilengkapi dimana dokumen tersebut menjadi  syarat utama penyelesaian RDTR dan bisa rampung pada tahun 2021 mendatang agar tata ruang pada perkotaan  Sungguminasa-Cambayya ini bisa segera terwujud.

 

Kawasan RDTR di Kabupaten Gowa ini melibatkan 22 desa/kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan yakni  Kecamatan Somba Opu, Pallangga dan Bontomarannu dengan total luas 3.578,74 Ha. Turut hadir secara virtual Ketua DPRD Gowa, Kepala Bappeda, Kadis PUPR, Kepala Dinas Perkimtan, Sekdis  Pariwisata, Kadis Lingkungan Hidup, dan Kabag Pemerintahan.*****.-

 

Editor : JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here