BATARA MEDIA.COM | Makassar –  Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Perikanan Sulawesi Selatan mengadakan audience dengan dua instansi yang berbeda Senin, (8/2/2021), yang bertujuan untuk memperkenalkan organisasi MGMP Perikanan Sulawesi Selatan. Audience pertama dilakukan di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang diterima langsung oleh Andi Tasri, S.Sos., M.Si selaku Koordinator Kurikulum dan Penilaian PSMK mewakili Kepala Bidang PSMK.

Pada pertemuan tersebut, ketua MGMP Perikanan Sulsel, Herman, S.Pi menyampaikan sejarah berdirinya MGMP Perikanan Sulsel dan beberapa program unggulan MGMP baik yang telah dilaksanakan pada tahun 2020 maupun rencana program tahun 2021, disamping itu Herman juga menyampaikan bahwa pada saat ini organisasi yang dipimpinnya telah berbadan hukum dengan memiliki akta notaris, NPWP, dan rekening organisasi.

Andi Tasri yang akrab disapa Odi menyambut dengan hangat kedatangan pengurus MGMP Perikanan Sulsel dan menyampaikan bahwa MGMP Perikanan Sulsel harus maksimal dalam mendukung penuh kemajuan SMK bidang Perikanan di Sulawesi Selatan.

READ  Sekretaris Disdik Sulsel Lepas 2 ASN Purnakarya

Lebih jauh Odi mengharapkan agar MGMP ini dapat menghasilkan produk perikanan berbasis teknologi tepat guna, membuat perangkat pembelajaran yang update, media pembelajaran, cenderung kepada rekayasa kurikulum/penyelarasan kurikulum, memfasilitasi kerjasama antara sekolah-sekolah perikanan dengan dunia usaha dan industri, dan menjalin kolaborasi program studi lain.

Menutup audience, Odi berpesan bahwa hendaklah sekolah-sekolah kejuruan melakukan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) melalui BNSP, karena dengan tamatan yang telah tersertifikasi, maka otomatis kompetensinya dapat diakui dan dipertanggungjawabkan sehingga akan mudah dalam memperoleh pekerjaan karena telah kompetensinya telah sesuai dengan keinginan industri.

Selanjutnya pengurus MGMP Perikanan Sulsel melanjutkan audiende Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV-KPTK) Gowa yang disambut secara langsung oleh kepala BPPMPV-KPTK Prof. Dr. Irwan, M.Pd.

READ  Disdik Sulsel dan Pemkab Enrekang Berjanji Saling Menguatkan

Dalam sambutannya Prof. Irwan menyampaikan bahwa kedepan, pembelajaran di sekolah maupun pelatihan-pelatihan dilakukan dengan standar industri, sehingga industri menerima alumni SMK yang siap pakai. Keterkaitan antara SMK-Industri yang perlu disinkronkan melalui rancangan kurikulum berbasis industri sehingga terjadi simbiosis mutualisme antara SMK dengan industri. Selanjutnya Prof. Irwan juga menyampaikan bahwa BPPMPV-KPTK akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk merubah cara pandang guru-guru non vokasi yang mengajar di sekolah vokasi, sehingga guru-guru non vokasi dapat menyeleraskan pembelajarannya dengan jurusan-jurusan yang ada di sekolah vokasi. Lebih jauh Prof. Irwan menyinggung soal penerimaan siswa baru di SMK yang diharapkan melibatkan guru BK atau lembaga Psikologi, sehingga calon-calon siswa baru akan masuk ke jurusan sesuai dengan bakat dan minatnya.

READ  12 Kacabdisdik Ikut Rakor, Kadisdik Sulsel Beri Motivasi dan Semangat Kerja

Sebelum menutup kegiatan audience Prof. Irwan menyampaikan harapannya agar MGMP Perikanan Sulsel bisa memberikan konstribusi berupa masukan yang membangun sehingga pendidikan vokasi bukan sekedar nama, namun ada pembaharuan yang terjadi sehungga bisa memberikan makna terhadap pendidikan Indonesia ke depan. Selanjutnya Prof.

Irwan menyatakan bahwa bidang Perikanan dan kelautan di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan memiliki potensi yang sangat besar, sehingga seorang guru wajib menjaga marwah pendidikan sekaligus menjaga potensi laut. Sebuah SMK Perikanan wajib memiliki jurusan yang mengarah pada penangkapan ikan, budidaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, dan pemasaran hasil perikanan. Sehingga diharapkan setiap SMK dapat memiliki teaching factory yang terstandar Industri, pungkasnya.

Laporan : Jufri

Editor     : Ts