BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar    Untuk meminimalisasi pelaku ilegal fishing berupa pengeboman dan pembiusan ikan diwilayah perairan Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan khususnya dalam Kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate, itu sangat diperlukan sebuah kapal patroli yang bergerak cepat dengan body kapal yang besar serta refresentatif. Jika sarana dan prasarana ini belum terpenuhi termasuk pemenuhan personil Polisi Perairan (Polair) didaerah ini maka upaya untuk memperkecil ruang gerak para pelaku kejahatan dilaut tidak akan pernah maksimal.

Apalagi jarak dari Kota Benteng ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar ke pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bagian sebelah selatan dan Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dibagian timur dan utara itu memerlukan jarak tempuh sekitar dua hari dua malam dalam kondisi cuaca yang teduh. Demikian hasil kajian Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar, Ajung Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH, S.Ik, MM, M.Ik dalam jumpa persnya yang digelar di Rumah Makan Nasi Santang “AGUS” Jl RA Kartini Benteng kemarin, Kamis (21/10/21) setelah melakukan kunjungan kerja selama sepekan dari Selasa – Minggu (12 – 17 Oktober 2021) di 5 wilayah kecamatan pulau.

READ  Ketua DPW PPP Sulsel Orasi politik di Musyawarah GPK Sulsel

Olehnya itu lanjut Ujang Darmawan Hadi, pihaknya telah memiliki sebuah terobosan dan perencanaan untuk mengusulkan kepada Direktur Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Daerah (Ditpolairud Polda) Sulawesi Selatan di Makassar dan Markas Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta untuk pengadaan kapal patroli yang lebih memadai melalui Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Kepulauan Selayar, Komisaris Polisi (Kompol) Ismail. “Saya sudah perintahkan Kabag Ren Polres Selayar, untuk membuatkan surat permintaan pengadaan kapal patroli yang refresentatif dan lebih memadai.” ungkapnya kepada sejumlah wartawan kemarin.

“Mudah-mudahan suratnya bisa diselesaikan dengan cepat dan disampaikan kepada Kapolda dan Kapolri sesegera mungkin.” Kapolres Kepulauan Selayar menambahkan. Disamping itu, Kapolres juga mengapresiasi dan memberikan acungan jempol atas kekompakan dan kesolidan para Tripika di 5 wilayah kecamatan kepulauan yang terdiri dari Kapolsek, Koramil dan Camat dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan yang muncul ditengah-tengah masyarakat. Termasuk diantaranya para Kepala Desa (Kades) dan tokoh masyarakat setempat. Meskipun memang harus diakui jika masih ada berbagai macam permasalahan utamanya soal sengketa lahan atau tanah yang mewarnai di pulau dan sulit untuk dicarikan solusinya. Dan itu akan menjadi pekerjaan kita semua termasuk TNI, Polri, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Pers untuk bahu membahu dalam mencarikan jalan keluarnya agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan perselisihan dan kesalahpahaman.” harapnya.

READ  Momentum HJB ke - 691 " Pemprov Sulsel Siapkan 200 M Untuk Bone"

Terkait kasus pengeboman ikan yang menewaskan Sardona (30) warga Dusun Tinabo Desa Tarupa Kecamatan Taka Bonerate pada 1 September lalu sekitar pukul 10.00 Wita tepatnya di Taka Gantarang dalam Kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate, itu saya sudah perintahkan Kapolsek Taka Bonerate, Iptu Kasman untuk segera memproses dan melakukan proses pencarian terhadap orang tua korban, H Ongka (53). Sedangkan sekaitan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), kami juga sudah berkoordinasi dengan para pemilik Agen Penjualan Minyak dan Solar (APMS) baik yang ada di Barugaiya, Buabua dan Parappa untuk melakukan penyaluran secara merata guna memgantisipasi terjadinya kelangkaan dipulau dan daratan.” imbuhnya.

Meskipun sarana dan prasarana jalan khususnya diwilayah Kecamatan Pasi’lambena bukanlah rana Kepolisian untuk melakukan pembangunan akan tetapi paling tidak, kita harus memotivasi dan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera meningkatkan type jalan dari pengerasan jalan menjadi pengaspalhotmixan sehingga masyarakat Kalao Toa juga dapat merasakan sebuah arti kemerdekaan itu. Dapat dibayangkan kata AKBP Ujang Darmawan Hadi, jika selama Indonesia merdeka pada tahun 1945 yang lalu namun warga Pasi’lambena tidak pernah merasakan kemerdekaan itu. Mereka masih menggunakan hutan belukar untuk melakukan silaturrahim dengan tetangga kampungnya. Kasihan mereka.” pungkasnya.

READ  Kadisdik Sulsel Serahkan Kado Spesial Ulang Tahun ke-57 Kepada Gubernur Nurdin Abdullah

Iapun mengungkapkan jika dalam perjalanan kunjungan kerjanya selama sepekan berjalan lancar dan semua anggota rombongan dalam kondisi sehat wal afiat. Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Kepulauan Selayar, Ipda Jajang Solehuddin yang mendampingi Kapolres dalam jumpa pers itu mengemukakan,” Dalam kunjungan kerja Kapolres selama seminggu dilima wilayah kepulauan yaitu, Kecamatan Pasi’masunggu, Pasi’masunggu Timur, Pasi’marannu, Pasi’lambena dan Taka Bonerate, beliau didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Selayar Ny Lina Ujang bersama beberapa pengurus, AKP Subhan, S.IP selaku Kasat Binmas, AKP Hendra Suyanto, S.Sos sebagai Kasat Narkoba, Iptu Abd Malik sebagai Kanit Provos dan Ipda Haryanto sebagai Kasat Tahti serta sejumlah perwira lainnya dengan menggunakan KM Banawa milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Selayar.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB