Bataramedia | Bantaeng – Di akhir tahun 2020 hampir sebagian masyarakat kabupaten Bantaeng di sibukkan dengan proses pengurusan berkas pencalonan Anggota BPD (Badan permusyawatan desa)

Mereka yang ingin menjadi calon BPD harus melengkapi beberapa Persyaratan yang di anggap Ribet dan susah apalagi di masa pandemi Covid-19.

Terlepas dari semua proses dan persyaratan pencalonan Anggota BPD tersebut aktivis pemerhati demokrasi di kabupaten Bantaeng “Restu amal angkat bicara.

Saat di temui oleh awak media di salah satu warkop di kota bantaeng pada hari Selasa, 29/12/2020  Restu amal mengatakan bahwa proses pemilihan BPD ini bisa menghasilkan anggota berkualitas dan bisa menjalankan tupoksinya.

namun dari harapan tersebut dia juga mengkritisi soal Beberapa Aturan PERBUP yang terkesan tidak profesional dan tidak cerdas dalam menyusun dan merumuskan aturan tersebut

READ  Sekretaris Disdik Sulsel Terima Komisi IV DPRD Prov Gorontalo

Dan meminta dinas terkait di kabupaten Bantaeng untuk mengintervensi proses pencaringan calon BPD

“Yah, kalau bisa calon anggota BPD ini di uji kelayakan lah dulu supaya masyarakat atau publik bisa menilai mereka. Ujarnya”.

Untuk melahirkan Anggota BPD yang memiliki kompetensi , kapabilitas untuk mengawal Pemerintahan di desa kedepannya. Seyoganya atau idealnya   proses rekrutmen anggota BPD tahun ini ada prasyarat lain yang di prasyaratkan misalnya. Wawancara dan tes tertulis tujuan untuk mengukur kualitas anggota BPD

“harusnya dinas terkait mau berinovasi terkait prasyarat tersebut demi melahirkan anggota BPD yang Baik , cerdas,kritis dan memiliki kemampuan untuk menjalankan tupoksinya nanti. TutupNya”.

Laporan : JS

Editor.    : Ts

READ  Hpmb Komunis Gelar Musyawarah, Ini Ketua Yang Terpilih