Pembangunan Gedung Konsolidasi Ruang Guru SDI Puro’ro Bantaeng Diduga Tak Sesuai Bestek

101

BATARAMEDIA.COM | Satu paket proyek pembangunan gedung konsolidasi Ruang Guru yang diperuntukan bagi SDI Puro’ro Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng dengan anggaran Rp.177.697.000 diduga tidak sesuai bestek. pasalnya dalam tahap awal proses pengerjaan ditemukan sejumlah kejanggalan dalam kontruksinya.

Hal ini berdasarkan dengan hasil pemantauan langsung dari Tim Koalisi Lembaga Pemberantas Korupsi Sulawesi Selatan dan rekan Media Sabtu, (11/09/21) kepada BataraMediaTv saat menyambangi lokasi proyek konsolidasi pembangunan gedung ruang guru SDI Puro’ro Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng.

Hal ini pula dibeberkan oleh salah satu tukang pekerjanya Rudi, kepada Tim LPK mengakui bahwa pengerjaan Gedung Pembangunan Ruang Guru masih memakai pondasi lama untuk dilanjutkan pemasangan batunya dan itu atas Arahan Konsultan Pengawas kontraktual Cv.Devindo Kontruksi Suhadi mengatakan bahwa tidak ada masalah jika masih memakai pondasi lama sebagai dasar acuan.

READ  LPK SulSel Siapkan Pendampingan Hukum,Terhadap Korban Penganiayaan Jurnalis BN

“Kami hanya sebatas pekerja pak ! Namun saya juga mengakui bahwa untuk kontruksi galian pondasi itu tidak kami lakukan sesuai dengan gambar sehingg kami juga mengakui bahwa pembangunan ruang guru itu tidak sesuai dengan bestek dan petunjuk yang ada” bebernya.

Salah satu kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya juga menambahkan bahwa kontruksi galian pondasi yang tidak dilakukan penggalian baru dan masih memakai pondasi yang lama sebagai bahan dasar untuk pemasangan batu bata dalam melanjutkan pembangunan gedung Konsolidasi Ruang Guru Sehingga tidak berdasarkan gambar sebagai acuan dalam proses pekerjaan proyek tersebut.

“ Tapi anehnya, pihak kontraktual dalam hal ini tidak menghiraukan aturan yang sudah ditetapkan, dan ini menandakan bahwa yang bersangkutan sebagai penanggungjawab dari pelaksana kegiatan beserta dengan konsultan pengawas sengaja mau bermain sandiwara dalam proyek pembangunan gedung konsolidasi Ruang Guru tersebut. Ini kan namanya kerja ngawur,” tudingnya.

READ  Soal Dugaan Pencurian di Mini Market Surya Jaya Korban Pertanyakan Copy-an Rekaman CCTV

Atas fakta ini Tim Koalisi LPK mencontohkan bahwa salah satu bukti yang kami ditemukan dilapangan tentang proyek pembangunan gedung ruang guru di SDI Puro’ro Desa Pattallassang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng yang kini belum rampung 100% pengerjaannya namun anehnya sudah berani berbuat curang dalam hal kontruksi pada tahap awal progres di titik nol sehingga diduga sengaja ingin bermain main dengan anggaran yang sudah digelontorkan sebelumnya oleh Pemerintah sehingga kami duga lemahnya dalam pengawasan”. Kecamnya

Tim koalisi Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) sangat mengharapkan kepada penanggungjawab dalam hal ini pelaksana kegiatan Cv.Devindo Kontruksi untuk mendapatkan penjelasan tentang pekerjaan proyek perpustakaan yang tidak sesuai dengan bestek tersebut.

READ  Gelar Perkara Oknum Kades Bontolebang, MA Menunggu Hasil Perhitungan Kerugian dari Inspektorat

“Jangan karena tidak mengikuti petunjuk sehingga pekerjaannya amburadul dan bertentangan dengan Gambar besteknya “.

Karena tujuan dalam pembangunan gedung konsolidasi Ruang Guru ini bukan hanya sekedar dikerjakan asal asalan begitu saja. karena anggaran yang sudah digelontorkan oleh pemerintah harapannya untuk dinikmati asas manfaatnya bagi generasi penerus bangsa Sehingga yang diperioritaskan paling utama adalah mutu kualitasnya dan bukan mengejar keuntungan. Sehingga dituntut tetap profesional dalam pengerjaannya sesuai dengan petunjuk tekhnis yang telah ditetapkan aturannya oleh pemerintah”.

 

 

( Tim ) HSN