BATARAMEDIA.COM, Makassar                Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Ansar mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar yang dinakhodai oleh Adi Nuryadin Sucipto, SH MH untuk segera menetapkan kontraktor sebagai tersangka. Selain itu, ia juga meminta untuk tidak tebang pilih dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Runway Strip Bandar Udara H Aroeppala Padang Selayar tahun 2018 yang menelan anggaran senilai Rp 11.165.875.000,- Demikian rilis yang diterima BATARAMEDIA.COM Selayar, Kamis (14/10/21) kemarin via WhatsApp dari Makassar Sulawesi Selatan.

“Pelaksana proyek harus diseret.” tegas Andi Muhammad Ansar. Karena menurut Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan ini, pembangunan Runway Strip Bandara dinilai dikerja asal-asalan sehingga kualitasnya melenceng dari perencanaan yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara berdasarkan hasil penyidikan dari Tim Penyidik Kejaksaan yang diketuai oleh Adi Nuryadin Sucipto selaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar.

READ  LELANG RKB SMAN 1 MAKASSAR DILAPORKAN L-KONTAK KE APH

Dalam kasus ini lanjut Andi Muhammad Ansar, penyidik Kejaksaan telah menetapkan dua orang tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang berinisial CU dan Konsultan Pengawas yang memiliki inisial MIN. Keduanya ditengarai melakukan pelanggaran aturan sehingga proyek pembangunan pemenuhan standar Runway Strip atau landasan pacu Bandar Udara H Aroeppala Padang Selayar dianggap bermasalah.

“Jaksa seharusnya menggali lebih jauh sekaitan dengan fakta-fakta yang ditemukan selama pemeriksaan penyidikan berlangsung. Iapun meminta kontraktor pelaksana harus bertanggungjawab.” tegas Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan ini.

Kontraktor Pelaksana yang berinisial J ketika dikonfirmasi via WhatsAppnya di Makassar pada 22 September 2021 yang lalu hanya meminta maaf dan meminta untuk ketemu langsung guna kejelasan yang lebih akurat. ” Maaf pak, baiknya kita ketemu langsung agar supaya lebih jelas klarifikasinya. Nanti akan kami cari waktu ke Selayar.” pungkasnya.

READ  Akhirnya Sindikat Curanmor di Gowa diciduk Polisi

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar melalui Kasi Intelijennya, La Ode Fariadin, SH mengakui bahwa untuk saat ini tim penyidik baru menetapkan dua orang tersangka. Yaitu CU dan MIN. Meskipun begitu sambungnya, tidak menutup kemungkinan dalam prosesnya akan muncul tersangka lain dalam kasus ini.

Fariadin juga mengakui jika pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pembangunan landasan pacu itu. Salah satunya adalah terkait volume pekerjaan yang ditengarai tidak sesuai dengan fakta dilokasi. Disamping itu, penyidik juga belum dapat memastikan total kerugian negara yang diakibatkan dalam proyek ini. Olehnya itu, Kejaksaan Negeri telah menggandeng lembaga audit untuk melakukan penghitungan nilai rill kerugian keuangan negara.” tukasnya.

READ  PERAK "Seret" Kadis Pendidikan dan Sejumlah Kepsek ke Polrestabes Makassar

“Akan kami sampaikan kalau jumlah pastinya sudah kami kantongi.” kata Fariadin. Sejak digulirkannya pemeriksaan, penyidik telah memeriksa sedikitnya 18 orang saksi dan menetapkan 2 orang tersangka. Proyek pembangunan landasan pacu Bandar Udara H Aroeppala Padang di Desa Bontosunggu Kecamatan Bontoharu Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan ini telah memghabiskan anggaran sebesar Rp 11 miliar lebih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 melalui Kementerian Perhubungan RI di Jakarta.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar menduga potensi kerugian negara akibat dari kesalahan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor mencapai Rp 8,2 miliar.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB