Pasien BPJS Mengeluh, Obat Dokter Puskesmas Tolo Kabupaten Jeneponto Diduga Jadi Lahan Bisnis

139

BATARAMEDIA.COM | JENEPONTO Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan pertama bagi masyarakat atau pemegang kartu BPJS kesehatan.

Bagi pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan.
Semua layanan kesehatan dan pemeriksaan penunjang pasien akan ditanggung oleh BPJS kesehatan.

Sistem jaminan sosial yang berlaku di Indonesia saat ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Melalui program ini, pemerintah menginginkan dan memastikan seluruh rakyat Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan yang komprehensif, adil, dan merata.sehingga warga masyarakat pun tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya karena hampir seluruhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Berbeda halnya dengan kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Puskesmas Tolo Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto, terhadap beberapa pasien yang akan berobat, pasalnya puskesmas tersebut telah memintai sejumlah uang terhadap pasien pemegang Kartu (BPJS) tanpa menyertakan kwitansi pembayaran.
Kasus ini mendapat sorotan beragam dari Elemen masyarakat, ( Senin ) 11/10/2021.

READ  Ratusan Netizen sesalkan pelayanan SPBU Puncak indah Malili

Salah satunya Adalah Ketua aktivis Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan Hasan Anwar dan rekan media kepada bataramedia.com Senin, (11/10/21) sangat menyayangkan adanya dugaan “Pungli” yang dilakukan oleh oknum dokter dan perawat di Puskesmas Tolo Kabupaten Jeneponto.Seorang pasien BPJS seharusnya tidak dipungut Biaya dalam bentuk apapun juga.” Tegasnya,

hal tersebut berdasarkan dengan pengakuan beberapa sumber dari Keluarga pasien yang dipungut biaya untuk obat sebesar Rp.150.000 dan menyertakan kwitansi pembayaran sehingga tidak jelas jenis obat yang digunakan dalam penanganan pasien yang sakit.

Sementara Kepala Puskesmas Tolo Ibu Yuliati yang dikonfirmasi diruang kerjanya menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya pungutan liar yang dilakukan oleh anak buahnya selama ini karena dirinya baru berdinas kurang lebih 4 bulan menggantikan kepala Puskesmas sebelumnya.” Terangnya.

READ  Tak Miliki Izin dan Diduga Bermasalah, PERAK Soroti Proyek 6 Rumah SROP Distrik Navigasi

Ditempat yang sama Oknum dokter E yang diduga melakukan pungutan liar tersebut mengakui bahwa itu atas inisiatif dirinya karena semua pelayanan di Puskesmas yang masuk kedalam tanggungan biaya Pengobatan BPJS itu hanya 120 ribu rupiah saja sehingga biaya pengobatan yang diminta keluarga Pasien sebesar 150 ribu rupiah itu adalah untuk perawat maupun dokter yang menanganinya sebagai jasa dan masalah administrasi kami memiliki buku catatan tersendiri bagi pasien yang membayar maupun yang tidak membayar.

Dokter E juga kembali menambahkan bahwa terkait masalah pungutan liar tersebut itu memang sudah berlangsung selama bertahun tahun bahkan selama dua tahun terakhir pihaknya sudah pernah mendapatkan teguran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto. Namun saat ini kami baru melakukannya kembali dan itu atas dasar inisiatif saya sendiri karena mengingat jasa bagi perawat maupun dokter yang bertugas menangani pasien pada saat itu.” Ujarnya

READ  Di duga Kinerja Kejaksaan Kab.Luwu Utara Dipertanyakan, Ketua (L.A.I) akan laporkan ke Kejati

Ketua LPK Sulawesi Selatan Segera membentuk Tim untuk melaporkan ke penegakan hukum …

 

(Tim)