Oleh :Muhammad Arif Yunus S. Ag,. M. Ag

Batara media | opini –  Wajah cantik, siapa yang tidak menyukainya! Anda dan saya sangat pasti suka!. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua pun menyukai kecantikan.

Inilah mengapa tidak mengherankan jika banyak wanita tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk kecantikan. Ia rela memaksakan dirinya untuk melakukan diet agar tubuhnya langsing dan cantik, berpuasa berhari-hari bukanlah masalah, yang penting uangnya bisa ditabung untuk bayar perawatan dirinya.

Yang paling penting adalah dia harus terlihat cantik. Dengan modal cantik ini akan menarik perhatian banyak orang karena semua orang menyukai kecantikan.
Apa guna kecantikan itu?. Buku yang dikarang Saumiman Saud yang berjudul “Cinta Itu Asik, namun Jangan Asyik bercinta” menganalogikan cantik dengan argumannya yang mengatakan;
Kecantikan itu rupanya untuk dilihat dan dipandang oleh orang lain selain diri sendiri, kadang-kadang karena masalah kecantikan ini semuanya bisa menjadi korban contohnya saja cermin milik kita dapat menjadi korban hanya gara-gara di wilayah wajah muncul sebutir jerawat yang tidak diundang. Kemudian, ia mulai menggosok dirinya dengan berbagai bedak untuk segera menghilangkan jerawat nakal yang bertengger di wajahnya.

READ  HIMAGRO Unismuh Makassar gelar Mubes; ini ketua Terpilih

Saya pernah melihat beberapa wajah artis cantik yang tidak dipoles, lalu wajah saat mereka dipoles di media sosial. Wah ternyata para wanita ini lebih buruk dari wanita yang kebanyakan orang anggap jelek. Dengan kata lain, ternyata kecantikannya hanyalah polesan, atau tipuan penglihatan manusia saja.

Lebih lanjut Saumiman Saud mengusulkan bahwa kiranya kita membuat kepanitiaan kontes kecantikan para wanita tanpa bersolek. Nah, pada waktu itulah akan ketahuan yang benar-benar orisinil, siapa sebenarnya yang paling cantik secara natural dan alamiah atau yang cantik secara zat kimia, maksudnya dipoles dengan bahan-bahan kimia berupa bedak-bedak dan gincu serta spidol yang mahal itu.

Dalam dunia nyata kita, kecantikan memegang peranan yang sangat penting, misalnya seorang manajer yang merekrut sekretaris harus memilih wajah yang cantik.

Untuk memamerkan mobil mewah, wanita cantik mendapat posisi paling depan dengan pakaian seksi, Kemudian, artis biasanya juga cantik-cantik, para pria juga memilih pacar yang cantik, meski sebenarnya kecantikan itu sangat subjektif dan relatif.

READ  Demisioner, IKA Komunikasi Fisip Unhas Siapkan Mubes

Beberapa orang mengatakan bahwa dia menjadi cantik bukan karena kecantikannya, tetapi karena kita saling mencintai. Atau dalam kata lain kecintaan kitalah yang sesungguhnya menjadikan pasangan kita menjadi cantik, bukan cantik lalu kita mencintai. Makanya tidak heran sering ditemukan wanita yang wajahnya cantik, kebanyakan pasangannya di luar perhitungan kita artinya tidak setampan yang kita anggap sepadan, saya katakan ”kebanyakan” yang artinya tentu tidak mutlak.

Untuk cinta, kecantikan tidak penting. Namun bukan berarti wanita tak butuh kecantikan, agar tetap bisa tampil dan membiarkan tubuh gemuknya melorot.
Kalau ini terjadi maka dunia tidak seindah sekarang ini, walaupun sesungguhnya kecantikan itu banyak bohongnya. Sekarang permisi tanya, kalau kecantikan itu tidak terlalu penting, lalu apanya yang penting? Terus terang apa artinya seorang wanita itu cantik rupawan dan menawan, namun hidupnya tidak karuan, hatinya jahat, suka mabuk-mabukan, candu narkoba, perokok berat, suka ngomong jorok, berpakaian yang seronok dan sebagainya.

READ  Tidak puas dengan jawaban Rektor, Mahasiswa Pascasarjana UIT minta rektor turun dan tagih janji Anggota DPR-RI

Pemandangan terhadap wanita yang model beginian membuat standard para wanita cantik itu menjadi tenggelam dan murahan. Belum lagi ditambah dengan para wanita cantik itu biasanya banyak teman prianya, kemungkinan besar juga banyak pacarnya (kemungkinan besar yaa, penulis tidak menjudge). Nah kalau itu terjadi, maka standardnya akan bertambah melorot, ia ibarat piala bergilir yang gonta-ganti pemiliknya, malam senin pacarnya si anu, malam Selasa muncul si anuta, malam Rabu ada lagi si anunya, malam kamis sederetan hingga ia lupa namanya, ada si anumu, si anuta semua, dan lain-lain, yang pasti si Faqih tidak ikut-ikutan.
Ada satu kecantikan yang tidak dapat dibeli dan tidak dapat hilang, yakni kecantikan dari dalam yakni kecantikan batiniah. Walaupun kita tidak mengupas sampai jauh mendalam apa itu kecantikan batiniah, namun kita dapat melihat bahwa kecantikan yang ada di dalam itu melebihi segalanya.

“Penulisnya juga menyukai yang cantik”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here