EKSPLOITASI DI BALIK RUMAH TAHANAN
“Aparat dan Tahanan”
“Krisis ekonomi adalah suatu kemunduran”

Batara media | Opini – Suatu hal yang amat sangat menarik adalah menyoal tentang kejadian yang tidak semua orang dapat mengaksenya.Karena,secara umum kita pahami bersama bahwa suatu hal yang terbatas dan sulit di jangkau,memunculkan rasa penasaran yang tinggi namun,jikalau rasa penasaran mampu didobrak maka yakin dan percaya saja bahwa ia akan meronta-ronta.

Ekploitasi diartikan sebagai suatu pemafaatan terhadap sesuatu Bahasa-bahasa persoalan ekspolitasi sudah amat sangat lumrah kita dengar apalagi kawan-kawan yang sering mengkaji persoalan political economic serta sering kali dicap sebagai golongan marxian.Tulisan ini mungkin adalah suatu hal yang sangat menarik karena mengontak atik kondisional dibalik jeruji atau rumah tahanan pun kita pahami pula bahwa rumah tahanan adalah wadah untuk mereka yang dianggap sebagai orang yang keluar dari koridornya hukum yang berlaku didalam suatu negara.Rumah tahanan pula sebagai salah satu sarana yang berkompeten mengubah pribadi seseorang untuk kooperatif terhadap koridor hukum yang sudah atau telah ditetapkan oleh suatu negara.Memang hal tersebut sangat membatasi gerak seseorang mau tidak mau suka tidak suka,hal tersebut harus di jalankan karena posisi kita berada dan bersemayan disuatu wadah yaitu negara.Namun dalam tulisan atau opini kita coba menelanyangi kondisional disuatu problematika yang terjadi dibalik Rumah tahanan.sebelum terlalu jauh kita membahas,penulis menyampaikan bahwa tulisan ini di buat dari landasan jiwa yang resah.Tulisan ini pula mungkin amat sensitiv bagi mereka yang berseragam ataupun diluar daripada itu.Semoaga tulisan ini mampu membuka cakrawala berfikir kita serta menambah wawasan kita secara seksama.

READ  Kembali PMB Lakukan Aksi Jilid IV pertanyakan Komitmen Bupati Bantaeng

Untuk tidak membuat pikirannya menjadi korsleting,sehingga tak terarah,kita bahas ini dalam bahasan-bahasan satire aja.”yang berseragam jangan panik”.

Disuatu tempat atau daerah yg berada dalam lingkup negara utopia(anggap saja itu adalah suatu negara),terdapat suatu institusi yang memiliki legalitas hukum serta dipercayakan mampu menegakkan supremasi hukum terus bergerak secara massif untuk memberantas kejahatan-kejahatan yang ada.Nah,pastinya insitusi tersebut memiliki orang -orang yang disebut sebagai aparat utopia.Pastinya pula insitusi tersebut menyediakan tempat untuk para pelanggar koridor hukum yang disebut rumah tahanan.Baik laki-laki maupun perempuan menjadi penjaga rumah tahanan,karena di balik rumah tahanan tersebut di bagi menjadi beberapa blok yaitu ada yang khusus untuk tahanan perempuan dan ada pula khusus tahanan laki-laki.

Nah,hal yang miris disini adalah seharusnya aparat utopia yang ditugaskan untuk penjagaan disetiap blok tahanan harus dua pihak yaitu aparat laki-laki dan perempuan.Namun ternyata yang terjadi ditahanan blok perempuan,hanyalah aparat laki-laki saja yang melakukan penjagaan hingga 24 jam.Disetiap pagi hingga kembali berapa jam di luangkan oleh aparat laki-laki tersebut untuk keluyuran didalam blok perempuan hingga ada yang beristirahat di beberapa kamar dalam blok dan tak menutup kemungkinan ada tahanan perempuan yang berpenampilan sexy pada saat beristirahat atau tertidur,ternyata beberapa aparat laki-laki tersebut menjalani hubungan romantisme dengan tahanan perempuan dalam blok tersebut bahkan skandalisasi antara mereka tak mampu kita nafikkan.terlepas dari padanya itu,tahanan perempuan tersebut sering diberikan asupan-asupan baik makanan maupun minuman untuk kebutuhan sehari-harinya.”

Itulah rentetan kejadian kondisional yang terjadi di balik rumah tahanan tersebut.Pembelajaran yang dapat kita petik bahwa adanya kejanggalan atau problematikan yang terjadi,itu tidak lahir tanpa adanya suatu sebab.kondisional yang tergambarkan pula diatas adalah bahwa ada dinamikan menarik yang terjadi .Dinamika tersebut yaitu adanya eksploitasinya bukan hanya pada suatu pihak saja,namun mereka saling mengesploitasi misalnya yaitu dalam berbicara persoalan perempuannya,perempuan disini kita kategorikan menjadi dua sisi atau golongan tua dan adapula golongan muda.dalam golongan tua tingkat kebutuhannya kita kategorikan sebagai rendah,kemudian pada perempuan golongan muda,tingkat dari kebutuhannya masuk dalam tingkatan tinggi,semisal yaitu berbicara persoal finasial,make up bahkan sampai kebutuhan sehari harinya.Nah itu sedikit alasan mengapa golongan muda tingkat kebutuhanya lebih tinggi dibandingan dengan perempuan golongan tua.Namun pertanyaanya adalah dari mana mereka mampu memenuhi seluruh kebutuhannya apalagi dalam kondisi yang mereka rasakan yaitu rasa terjepit atau dalam keterbatasan.

READ  Pendaftaran Seleksi Siswa Baru MAN. ini jadwalnya

Kemudian dalam bahasa laki-lakinya,disini kita lihat bahwa laki-laki terkhusus aparat penjaga tahanan dikategorikan sebagai kaum berjuasi atau pemilik modal.Mengapa demikian saya katakan sebagai pemilik modal,karena berlandas pada kondisi nan posisi,misalnya yaitu tahanan berada pada kondisi yang terjepit dan aparat berada pada kondisi aman karena mampu melakukan hal yg sulit untuk dilakukan oleh para tahanan,begitu pula dengan posisinya yang beridentitaskan sebagai kaum berseragam dan mendominasi pemilik modal pula melakukan apa saja yang mampu mengakomodir hasratnya

 

Dinamika yang terjadi disini adalah adanya saling mengeksploitasi antara mereka,baik menyoal persoalan biologis dan sebagainya.Perempuan disini melakukan eksploitasi terhadap dirinya sendiri seperti salah satu contohnya yaitu mereka keluar dari esensial keperempuannya mereka pula melakukan pemolesan diri agar ada daya tarik atau nilai lebih dihadapan aparat penegak.dilain sisi pula,nilai lebih yang dimiliki dihadapan lawan jenisnya,mereka mampu mengakumulasi kebutuhan sehari harinya.kemudian,laki-laki dalam hal aparat penjaga juga melakukan eksploitasi terhadap para tahanan perempuan bentuk eksploitasinya yaitu dalam hal eksploitasi tubuh perempuan yang pastinya tidak terlepas dari pembicaraan mengenai sexualitas

READ  Ombudsman Kota Makassar Sosialisasi Pelayanan Publik dan Pungutan Liar di Kantor DPW MOI

Nah,mengapa hal demikian bisa terjadi,itu diakibatkan oleh kebobrokan suatu sistem yang ada didalam institusi tersebut.Kebobrokannya disini terpampang sexy dihadapan para penghuni rumah tahanan tersebut kekosongan atau ketidak adaan aparat perempuan yang melakukan penjagaan didalam ataupun diluar blok perempuan jikalau memang disetiap penjagaan harus ada aparat perempuan,maka yakin nan percaya saja bahwa hal-hal yang tak diingikan akan berpotensi tak bakalan terjadi karena secara esensial atau normatifnya,blok perempuan diawasi dan dijaga oleh perempuan pula dan begitupula bagi laki-laki dilain sisi juga bahwa adanya tendensi epistimologi,artinya jikalau manusia berada pada kekurangan pengetahuan dan alarams kemanusiannya menurun,maka yakin nan percaya hal-hal yang bobrok akan terjadi didalam diri ataupun didalam cakrawala berfikirnya

Maka yang kemudian dan harus dilakukan adalah mereaktifitaskan kembali sistem yang berlaku kembali saya tekankan bahwa kebobrokan tersebut sexy terpampang dan bersemayan dalam rana sistem,selain dari itu adalah persoalan krisis epistimologi.

Semoga tulisan ini mampu menambah wawasan kawan-kawan dan semoga tulisan-tulisan yang saya buat bermanfaat buat kawan-kawan.

Rutan polda,Rabu 20 Januari 2021

Penulis tulisan adalah yayat kader HmI Cabang gowa Raya dan kader Gerak Misi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here