BATARAMEDIA.COM, Makassar
Figur mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad pernah muncul akan maju sebagai bursa calon Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) bersama Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada menjelang Pilpres 2019 yang silam. Namun tokoh ASEAN ini menolak dengan alasan akan lebih memfokuskan diri dilembaga yang dipimpinnya hingga masa jabatannya berakhir. Saat itu, Abraham Samad masih menjabat Ketua KPK. Dan kini nama Abraham Samad kembali santer diperbincangkan untuk digadang-gadang tampil sebagai sosok calon pemimpin dari Indonesia Timur.
           
Jalan menuju Calon Presiden RI, mulai digaungkan. Meskipun pelaksanaannya akan digelar pada 2024 mendatang. Sejumlah kerabat memproklamirkan Abraham Samad untuk maju berkompetisi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2024. Oleh karena itu, sebagai langkah awal kerabat Abraham Samad telah membuat group WhatsApp yang diberi nama “Abraham Samad Untuk RI” dan sudah mempunyai ratusan anggota.
           
Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR salah satu kerabat Abraham Samad (AS) membenarkan keberadaan group ini. Menurut pegiat anti korupsi ini, Abraham adalah salah satu figur yang tepat dari Indonesia Timur dengan segudang prestasi untuk maju bertarung memperebutkan kursi 01 di Indonesia. Selain dikenal sebagai sosok yang cerdas, berintegritas juga dinilai getol dalam memberantas dan memerangi prilaku korupsi di Indonesia. Sehingga kata Djusman AR, Abraham Samad sebagai tokoh nasional sangat wajar untuk dipilih sebagai alternatif Capres – Cawapres yang mumpuni pada 2024 mendatang.
           
Kalau tokoh Bung AS bukan cuma sebagai tokoh nasional akan tetapi sudah dikenal sebagai tokoh ASEAN. Ada sejumlah negara di Asia Tenggara yang telah memberikan apresiasi dan penghargaan termasuk membuat prasasti ketokohannya karena dinilai sebagai tokoh penegak hukum dan keadilan.” ujar Djusman AR.
         
Dengan mengucapkan Bismillahir rahmanir rahim….., Bung AS harus dan mesti berpikir maju. Sebab negeri ini butuh figur ketokohan Bung Abraham Samad. Jika orang-orang berintegritas tak maju lanjut Djusman, maka itu sama saja memberikan ruang bagi orang-orang yang tak berintegritas untuk memimpin Indonesia 5 tahun kedepan. Do’a menyertai selalu. Amin Ya Rabbil Alamin.” Pegiat Anti Korupsi ini menambahkan.
         
Koordinator Badan Pekerja KMAK Sulawesi Selatan dan Barat ini mengatakan,” Dorongan kepada Abraham Samad untuk maju sebagai Capres pada Pilpres 2024 mendatang bukanlah sekedar lipstik belaka akan tetapi memang sangat beralasan. Apalagi Abraham Samad pernah dideklarasikan sebagai Capres saat menjelang Pemilihan Presiden RI tahun 2019 yang lalu. Bung AS itu sudah pernah mencoba melangkah maju sebelumnya namun belum memperoleh jalan dari Sang Maha Pengatur dan Maha Kuasa itu.” sebutnya.
         
Kegagalan bukanlah sebuah hal yang membebani apalagi untuk menjadikannya patah dan kehilangan semangat. Hingga saat ini, Bung AS masih tetap aktif keluar masuk kampus untuk berbagi ilmu pengetahuan, baik sebagai dosen pengajar maupun pencerah keilmuan dibidang yang digelutinya. Khususnya soal hukum dan ketatanegaraan yang bersih dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).” kata Djusman.
         
Komunikasi kami dengan Bung AS sangat intens dalam berbagai hal. Saling berkabar soal bangsa dan persoalan korupsi sampai sosial kemasyarakatan. Bahkan tahun 2019 lalu, kami termasuk hadir dalam kegiatan deklarasi pencalonannya di Anjungan Pantai Losari Makassar Sulawesi Selatan. Malahan kala itu, kami ditampilkan untuk membuka Orasi menyambut kedatangan para relawan sembari menanti kehadiran Bung AS dilokasi Anjungan Pantai Losari pada 7 Mei 2018 lalu.” akunya.
       
 Alhamdulillah saat itu, cukup luar biasa responship sahabat-sahabat para pegiat anti korupsi, lembaga dan organisasi masyarakat lainnya hingga kelompok mahasiswa bahkan malah kelompok masyarakat bawah dan pekerja-pekerja serabutan. Deklarasi saat itu masih sebatas “coba-coba”  Maaf jika kami sebutkan begitu, sebab memang kami tidak menyebar undangan khusus atau terbuka. Hanya sekedar kami mengajak dimedia saat kami dimintai tanggapan serta pendapat selaku Panglima Pejuang beliau saat itu. Semoga saja kegagalan sebelumnya adalah merupakan kesuksesan yang tertunda.” ungkapnya memotivasi.
         
Djusman AR pun mengenang,” Saat timbul niat tulus untuk maju sebagai Ketua KPK, juga tidak langsung sukses. Kesuksesan itu mampu diraihnya setelah periode berikutnya mendaftar ulang dan akhirnya terpilih. Segalanya rahasia Yang Maha Kuasa. Kita hanya mampu berusaha dan berikhtiar demi untuk kebaikan. Namun yang pasti apapun tanggapan dan respon Bung AS kita serahkan ke beliau, maju atau tidak. Namun yang pasti, negeri ini sangat butuh akan sosok Bung AS.” kunci Djusman AR.  
Penulis : DSJ
Editor :AB
READ  MIAN UIT laksanakan PKM di desa Pattaneteang kab.Bantaeng, ini Tujuannya