BATARAMEDIA.COM | Udstaz Muhammad Ridwan Patta Bone adalah putra kelahiran Lambongan Tanaberu Desa Bontona Saluk Kecamatan Bontomate’ne Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. Oleh rekan sejawatnya memanggilnya Patta Bone. Ia dilahirkan di Lambongan Tanaberu Selayar pada 18 April 1954 dan merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Tanri Giling dan Sitti Nurung. Minggu (30/05/2021).

Sejak ia meninggalkan tempat kelahirannya Lambongan sebuah pedalaman terpencil di Selayar menuju Kota Makassar, Patta Bone telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah dari masjid ke masjid, baik saat di Jayapura dan Makassar. Tahun 1980 an Muballiq Muhammadiyah dan IMMIM ini pernah ditugaskan di Tembagapura dan Amamapare (PT Freefort Indonesia Incoforated of Tembagapura Papua. Dari situ, beliau melanjutkan dakwah ke Kota Sorong Irian Jaya.

READ  Peringati Hari Buruh Internasional, Fatayat NU Bantaeng Gelar Dialog Publik tentang peluang buruh di balik UU cipta kerja

Muhammad Ridwan Patta Bone pernah menduduki jabatan Kepala Sekolah di SMP Al Amin YAPIS Sorong. Di dunia kepenulisan, ia dikenal sangat produktif menulis cerita anak-anak, puisi, esai serta opini dengan berbagai judul dimedia massa baik di Harian Pedoman Rakyat dan Harian Fajar di Makassar. Selain itu, beliau juga aktif berkontribusi dibeberapa penulisan buku yang digagas oleh Ikatan Penulis Indonesia Makassar (IPIM) Sulawesi Selatan diantaranya, Mata Kata Amiruddin Maula, SYL SWOT-Syahrul Yasin Limpo, HM Akib Patta sang Bupati Vanili serta Ince Langke IA Politisi Magnet. Serta masih banyak lagi yang lainnya.

Kedudukannya selaku Dewan Penasehat Ikatan Penulis Indonesia Makassar Sulsel menjadikannya sangat getol dalam memberikan motivasi kepada penulis-penulis muda. Bahkan disela-sela kepadatan jadwalnya untuk berdakwah, ia juga aktif membina wartawan yang tergabung di Surat Kabar Umum (SKU) INTIBERITA yang didirikan oleh H Andi Muhammad Hasan Basri Ambarala yang saat ini sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Propinsi Sulawesi Selatan. Disamping itu juga ikut membangun majalah politik MENIT PLUS bersama adik-adiknya Muahammad Amir Jaya dan Daeng Mangeppek.

READ  Kongres tak kunjung menemui titik terang, BADKO HMI Sulselbar angkat bicara

Semangat dan nyalinya tak pernah kendor meskipun fisiknya sudah mulai melemah. Ia tetap berdakwah dari lorong ke lorong menjelang usianya akan ditutup oleh sang Pencipta. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya dikediaman pribadinya di Jl PLTU Tello No 33 Jl Dr Leimena Makassar. Sebelumnya, beliau juga sempat dirawat di Rumah Sakit Husada Bhakti Makassar. Selamat jalan om semoga husnul khatimah dan Surga menantimu dialam sana.

 

Penulis ; DJ

Editor.   ; TS