Bataramedia | Bantaeng – Kesbangpol Pemda Bantaeng pertemukan yang di anggap dua kubu dalam tubuh HPMB  di ruangan sekda bantaeng pada hari, kamis (19/11/2020).

Kedua Kubu tersebut ialah Versi Nur Alim dan Ardiansyah Dalam undangan kesbangpol pemda bantaeng dalam upaya untuk menyatukan Duliasme di HPMB.

Saat di temui oleh awak media ‘Akbar mengatakan” itu tidak tepat sasaran karena mengundang OKP lain yang tidak ada kaitan secara administrasi maupun kelembagaan di kabupaten bantaeng dan tidak semua dewan senior di HPMB itu undang melainkan hanya orang tertentu saja dan tidak di anggap netralitas dalam melihat objektivitas polemik HPMB.”

 

 

Muh Akbar selaku ketua formatur yang terpilih di musyawarah besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng MUBES HPMB yang di laksanakan gedung PGRI kab bantaeng beberapa hari yang lalu, sangat kecewa dan miris dari keputusan kesbangpol pemda kab bantaeng yang mengatakan bahwa kubu ardiansya yang Sah secara terlegitimasi, tanpa melihat Surat keterangan terdaftar (SKT) yang ada pada kami dan melakukan bahan perbandingan secara administrasi.” Ucapnya.

READ  Kadisdik Sulsel Launching One Student One Account se Kab. Bone

Saya juga tadi mengutus beberapa kader kami di HPMB untuk ikut hadir dalam rapat di ruang sekda kab bantaeng dan salah satu kader kami membacakan surat pernyataan sikap HPMB di depan hadirin peserta rapat dan meninggalkan selebaran untuk acuan para peserta rapat dan kesbangpol pemda kab Bantaeng sebagai bahan peninjauan.”TutupNya

 

Laporan : Tw

Editor     : ba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here