Bataramedia.com | Makassar – Keberpihakan pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi terhadap pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat terasa, ini dapat terlihat dengan diterbitkannya Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di periode pertama, dimana 12 Menteri, 1 Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan 34 Gubernur didaulat untuk melaksanakan Inpres ini. Tidak berhenti sampai disitu, periode kedua Jokowi, kembali menggebrak Sekolah Menengah Kejuruan dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana perubahan yang mendasar dalam Perpres ini adalah adanya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Pendidikan Vokasi) di Kemendikbud.

READ  Terkendala Belajar Daring , Guru SD di Bone Kunjungan Rumah Siswa

Kepala SMKN 9 Makassar, Drs. Muhiding, M.Si yang dihubungi via selulernya mengatakan bahwa SMK sekarang beda dengan yang dulu, kebijakan pemerintah mulai dari pusat sampai ke daerah sangat mendukung perkembangan dan kemajuan SMK, sehingga para orang tua maupun anak-anakku siswa, baik yang sudah menjadi siswa SMK maupun yang masih menempuh pendidikan di SMP dan MTs agar jangan pesimis dan jangan pernah lagi berpikir bahwa SMK itu pilihan kedua apalagi pilihan ketiga, karena “Wattunna mi” (sekarang, red) SMK go Internasional, mind set masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia tentang SMK perlu diubah saat ini, tegasnya.

Lebih jauh Muhiding menyatakan bahwa siswa-siswi SMK sekarang telah dilengkapi dengan berbagai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Selain yang ditetapkan oleh pemerintah, kurikulum telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Artinya, setelah lulus, alumni SMK merupakan tenaga kerja yang siap terjun langsung ke dunia usaha dan dunia industri (IDUKA), mulai dari keterampilan kerja, manajemen usaha, pengelolaan aset, pemasaran digital dan masih banyak kemampuan lain yang telah dikuasai secara utuh oleh para lulusan SMK dan tidak dikuasai oleh siswa dari jenjang pendidikan yang sama, bahkan dari perguruan tinggi sekalipun. Olehnya itu kepada anak-anakku jangan pesimis, jangan ragu, mantapkan hati dan kuatkan tekad untuk belajar dan mengasah kompetensi di SMK. Begitu pula dengan para orang tua, kami mengajak, ayo sekolahkan anak kita di SMK, Insha Allah anak kita akan memperoleh bimbingan dari guru dan instruktur industri yang berkualitas dan kompetensinya tidak diragukan, sehingga siap kerja dan siap berusaha menjadi seorang entrepreneur. Disamping itu kalau mau lanjut ke perguruan tinggi, maka alumni SMK bisa ke Politeknik ada Diploma III (D3), dan ada Diploma IV (D4) terapan yang setara dengan Sarjana (S1), trus mau lanjut lagi bisa ke S2 terapan gelarnyapun sama Magister, bahkan sampai ke jenjang Doktor bisa diperoleh di S3 terapan. Jadi tunggu apalagi, Ayo ke SMK, Vokasi Kuat, menguatkan Indonesia,” tutup Muhiding.

READ  FKIK UIN Alauddin Makassar gelar webinar kesehatan secara virtual via Zoom

 

Laporan : JS

Editor     : Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here