BATARAMEDIA.COM | Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tegas Bupati Kepulauan Selayar, HM Basli Ali ” Jangan dijadikan sebagai lahan empuk untuk dapat memperkaya diri bagi seorang Kepala Desa dan atau perangkatnya. Apalagi jika dana desa itu digunakan untuk berpoya-poya menikah, beli mobil atau untuk membangun rumah mewah. Dana Desa bukan milik kepala desa yang akan digunakan untuk bermewah-mewahan akan tetapi untuk mensejahterakan masyarakat desa.” Demikian disampaikan saat mengambil sumpah dan janji pada pelantikan 54 kepala desa terpilih periode 2019 – 2025 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Jl Jenderal Sudirman Benteng, Sabtu (28/12/19) silam.

“Hingga dipenghujung tahun 2019 ini lanjut, Basli Ali banyak kepala desa yang tidak bisa mempertanggungjawabkan APBDesa yang dikelolanya sehingga menjadi temuan dan terpaksa harus berhadapan dengan proses hukum tindak pidana korupsi. Sedikitnya hingga pada pertengahan tahun 2019 ini sudah lima kepala desa di Kabupaten Kepulauan Selayar yang sementara menghadapi proses hukum dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Mereka adalah Kepala Desa Lowa, Kepala Desa Harapan, Kepala Desa Pamatata, Kepala Desa Khusus Pasitallu dan Kepala Desa Bontokoraang. Karena itu, untuk menghindari terjadinya proses hukum yang sama kedepan, kiranya para kepala desa aktif diharapkan untuk tidak menggerogoti dana desa yang setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan.

Dipundak kepala desalah kesejahteraan masyarakat itu ditorehkan.” papar Basli Ali saat itu. Perlu diingat bahwa setelah terpilih yang merupakan hasil pemilihan rakyat dimasing-masing desa, tidak ada lagi tim sukses apalagi lawan dan atau rival pada saat pemilihan kepala desa. Yang ada hanya masyarakat bagi kepala desa yang terpilih. Olehnya itu, jadikan sebuah pengalaman dan pembelajaran berharga bahwa banyak incumbent dan petahana yang maju bertarung kembali namun tidak terpilih, itu sebagai akibat adanya kelemahan-kelemahan yang dilakukan saat mereka menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan selama menjadi kepala desa.” ungkapnya.

READ  Kontrak Kerja Penimbunan Pasar Keppe Dibatalkan PPK L-KONTAK Siap Laporkan Ke APH

Dan khusus Kepala Desa Bontobulaeng, Andi Mukhtamar Putra yang sempat terjadi tindakan anarkis pasca pencoblosan berupa pelemparan dan pengrusakan Kantor Camat Pasi’masunggu Timur dan Kantor Desa Bontobulaeng sehingga dengan sangat terpaksa Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar, AKBP Temmangnganro Machmud, S.IK, MH yang baru tiga hari berada di Selayar saat itu harus turun bersama jajarannya melakukan pengamanan di Ujung Jampea, harus mampu menjalin komunikasi positif dengan melakukan silaturrahim bersama seluruh komponen masyarakat di desanya sehingga pemerintahan kedepan bisa berjalan sesuai dengan amanah rakyat secara harmonis.

Selain itu, kepada seluruh kepala desa agar dapat melakukan serah terima jabatan di desanya sebelum secara resmi melaksanakan tugas, baik berupa serahterima fisik dan administrasi. Ini mesti dilakukan untuk menghindari adanya bengkalaian-bengkalaian kepala desa lama yang bisa berimplikasi hukum terhadap kepala desa yang baru. Orang lain yang berbuat lalu kemudian kepala desa yang baru yang terseret-seret. Ini kan bisa berbahaya. Karena itu, perlu lebih berhati-hati.” ujar HM Basli Ali mengingatkan.

Kepada 54 kepala desa terpilih melalui pesta demokrasi hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara langsung dan serentak yang diikuti oleh 190 calon pada hari pencoblosan, Kamis 5 Desember lalu diharapkan dapat menjalankan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya sebagai seorang pucuk pimpinan ditingkat desa. Demikian pula anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat menjalankan fungsinya sebagai pengawas dan mitra kerja sejajar dengan Pemerintah Desa. Menciptakan harmonisasi ditengah masyarakat serta dapat bersinergi dengan seluruh komponen agar pelaksanaan pembangunan, pemerintahan dan sosial kemasyarakatan ditingkat desa dapat berjalan lancar sesuai dengan amanah rakyat. Apalagi peningkatan Anggaran Dana Desa (ADD) pada setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehingga BPD dan masyarakat dapat mengawasi penggunaannya agar dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat yang lebih efektif dan transparan kedepan.” kunci Basli Ali.

READ  Tak Di Sangka Ketua PDUI Kabupaten Jeneponto, Diduga Perintahkan Honorer Lakukan Pungli Pasien BPJS

Mereka yang dilantik masing-masing di Kecamatan Bontomate’ne adalah Kepala Desa Bontona Saluk, Ahmad Yani, Kepala Desa Pamatata, Latunru, ST, Kepala Desa Maharaiya, Abdul Rahman, ST, Kepala Desa Tanete, Darwis, Kepala Desa Menara Indah, Saenal Arifin, S.Sos, Kepala Desa Tanete, Alimuddin D, ST dan Kepala Desa Kayu Bau, Rizal Anshari, ST. Kepala Desa Bontolebang, Muhammad Arsyad, Kepala Desa Bontoborusu, Langke, Kepala Desa Bontotangnga, Kamiruddin dan Kepala Desa Kahu-Kahu, Usman di Kecamatan Bontoharu. Menyusul Kepala Desa Polebungin, Andi Ardi, Kepala Desa Mare-Mare, Andi Arman, Kepala Desa Bonea Makmur, Sabaruddin, Kepala Desa Jambuiya, Muhammad Ridwan, Kepala Desa Bontomarannu, Andi Alang, S.Pd, Kepala Desa Bonea Timur, Patri Edi, Kepala Desa Barugaiya, Muhammad Yusri, S.Si diwilayah Kecamatan Bontomanai.

Diwilayah Kecamatan Bontosikuyu adalah Kepala Desa Appatanah, Marzan, A.Md, Kepala Desa Lantibongan, Nurdana, Kepala Desa Patikarya, Nursiah, Kepala Desa Patilereng, Saharuddin Arif, Kepala Desa Binanga Sombaiya, Muh Ardin, S.Pd, Kepala Desa Laiyolo, Bakhnur Arfandi, S.Pd, Kepala Desa Tambolongan, Makkawaru, Kepala Desa Polassi, Mustaking dan Kepala Desa Laiyolo Baru, Hasanuddin. Kemudian di Kecamatan Buki yaitu Kepala Desa Buki, Muhammad Said, Kepala Desa Lalang Bata, Zainal Arifin, Kepala Desa Kohala, Rakhman Hamdani, Kepala Desa Bontolempangan, Jamaluddin T dan Kepala Desa Balang Butung, Muslimin.

READ  Marak Dugaan Korupsi di Selayar Pegiat Anti Korupsi Sulawesi, Djusman AR Angkat Bicara

Untuk lima wilayah kecamatan pulau yakni Kecamatan Pasi’masunggu diantaranya Kepala Desa Kembang Ragi, Ikbal, Kepala Desa Ma’minasa, H Kamaluddin, Kepala Desa Tanamalala, Nudin MS, Kepala Desa Labuang Pamajang, Supriadi, Kepala Desa Massungke, Muhammad Iskandar AS dan Kepala Desa Bontosaile, Syahrir. Kemudian di Kecamatan Pasi’masunggu Timur adalah Kepala Desa Bontobulaeng, Andi Mukhtamar Putra, Kepala Desa Bontomalling, Andi Suhri M, Kepala Desa Lembang Baji, Muhadir, Kepala Desa Bontobaru, Daeng Malimbang. Menyusul pula Kecamatan Pasi’marannu yaitu Kepala Desa Bonerate, Muhammad Arsyad Manaba, Kepala Desa Bonea, Alwan Sihadji, SH, Kepala Desa Batu Bingkung, Abdullah, S.Sos, Kepala Desa Lambego, Mashuddin dan Kepala Desa Komba-Komba, Fahri.

Sementara itu di Kecamatan Taka Bonerate masing-masing Kepala Desa Kayuadi, Akbal, Kepala Desa Rajuni, H Alwani, Kepala Desa Jinato, Andi Sulistiawati, Kepala Desa Batang, H Andi Basri. Untuk Kecamatan Pasi’lambena adalah Kepala Desa Kalao Toa, Muh Dahlan, Kepala Desa Lembang Mate’ne, Dedi Iskandar dan Kepala Desa Karumpa, Karmili, SH.

Hadir dalam pelatikan 54 Kepala Desa itu yang digelar dalam Sidang Paripurna Istimewa BPD yang dipimpin oleh Ketua BPD Desa Tanamalala, Muh Takbir diantaranya, Komandan Distrik Militer (Kodim) 1415 Selayar, Kolonel Arm Yuwono, S.Sos, MM, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Temmangnganro Machmud, S.IK, MH, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Mappatunru, S.Sos, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Selayar, Dr Ir H Marjani Sultan, M.Si, Ketua Tim Penggerak PKK, para Asisten Setda, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa, Lurah, anggota BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama serta ratusan undangan lainnya.

 

Penulis ; DSJ

Editor.   ; TS