BATARAMEDIA.COM | PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Tbk sangat diharapkan kehadirannya di tiga wilayah kecamatan pulau dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan. Ketiga kecamatan itu adalah Kecamatan Taka Bonerate di Pulau Kayuadi, Kecamatan Pasi’marannu di Pulau Bonerate dan Kecamatan Pasi’lambena di Pulau Kalao Toa. Kecamatan Pasi’lambena adalah merupakan wilayah kecamatan terluar Kabupaten Kepulauan Selayar yang berbatasan langsung dengan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibagian selatan sedangkan dibagian utara dan timurnya berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ditemui dirumah kediamannya di Tangnga-Tangnga Desa Batang, Rabu (16/06/21) kemarin malam sekitar pukul 20.00 Wita, Kepala Desa Batang, H Andi Basri yang didampingi sejumlah tokoh masyarakatnya mengungkapkan,” Penerangan listrik PLN di Pulau Kayuadi saat ini masih menjadi persoalan mendasar yang dihadapi oleh masyarakat yang mencapai kurang lebih 2.000 Kepala Keluarga (KK). Sejak rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) bantuan Bupati Selayar, H Syahrir Wahab diera kepemimpinannya pada periode pertama, tiga wilayah desa di pulau ini sudah kembali menjadi kampung yang gelap gulita di malam hari.

READ  HUT Karang Taruna Ke 61 Tahun Karang Taruna Selayar Bagikan Paket Sembako

Akibatnya roda pemerintahan dan perekonomianpun ikut lumpuh. Demikian pula berbagai aktivitas masyarakat menjadi tak lancar. Olehnya itu, masyarakat sangat mengharapkan perhatian serius PT PLN Persero yang mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Selayar untuk segera membangun kelistrikan di Pulau Kayuadi, Bonerate dan Kalao Toa.” pungkas dia.

Terkait soal lokasinya menurut Kades Batang, itu sudah tak masalah lagi. Tersisa pihak PT PLN memilih diantara tiga titik lokasi yang disiapkan oleh warga Kayuadi.” katanya menambahkan.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Karyasin salah seorang warga Desa Kayuadi. “Kami sudah bebarapa bulan terakhir ini hidup dalam kegelapan. Karena mesin listrik milik desa sudah hampir dua bulan mengalami kerusakan. Tak ada aktivitas masyarakat yang dapat dilakukan utamanya dimalam hari. Padahal semestinya dengan keberadaan listrik diwilayah ini, masyarakat setempat bisa menambah penghasilan untuk kebutuhan hidup sehari-hari mereka.” ujarnya.

READ  PKM gantarangkeke lakukan vaksinasi tahap I, ketua DPK KNPI Gantarangkeke harap ini

Perhatian pemerintah desa juga sama sekali tidak ada untuk memperbaikinya. Bisa dibayangkan, kerusakan listrik di Desa Kayuadi yang sudah memasuki dua bulan namun tidak mendapatkan tanggapan apa-apa dari pemerintah desa. Masyarakat Kayuadi seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Kepala desa sangat jarang ada ditempat. Kadang mereka datang sehari atau dua hari lalu kembali lagi ke Selayar. Begitulah seterusnya.” salah seorang tokoh masyarakat Kayuadi mengungkapkan saat media ini berkunjung ke Pulau Kayuadi, Rabu (16/06/21) kemarin.

Kepala Desa Kayuadi, Akbal yang dikirimkan pesan pendek melalui WhatsAppnya tidak memberikan tanggapan. Demikian pula Sekretarisnya, Syarifuddin. Sehingga sampai berita ini diturunkan keduanya belum dapat dikonfirmasi.

Kepala PLN Ranting Selayar, Bustamin yang dihubungi via handphone genggamnya mengaku sedang berada di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. “Saya saat ini sedang berada di Sinjai menghadiri rapat. Terkait soal PLN yang akan dibangun di Pulau Kayuadi Kecamatan Taka Bonerate saat ini sementara dalam proses pengusulan lahan. Tiang dan kabelnya sudah terpasang. PLN Ranting Selayar sudah menyurat ke PLN Wilayah. Dan tersisa PLN Wilayah akan turun melakukan survey lokasi yang paling cocok dan strategis.

READ  Takziyah AGH Sanusi Baco Di Masjid Raya , UIM akan Hadirkan Ulama dan Tokoh Nasional

Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Selayar juga sudah mengadakan rapat tentang pembangunan PLN dibeberapa pulau di wilayah Selayar Kepulauan. Dan PLN sudah menyampaikan ke PLN Wilayah mengenai nama-nama lokasi yang diusulkan itu. Termasuk di Pulau Bonerate dan Kalao Toa. Hanya sedikit persoalan yang dinilai cukup menghambat akibat permasalahan Covid 19.” katanya.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB