BATARAMEDIA.COM | Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar melalui Unit Tindak Pidana Umum tengah melakukan pemeriksaan secara maraton terkait kasus dugaan pencurian yang dilakukan oleh warga Jl KH Hayyung Benteng yang berinisial JF (42) di Toko Mini Market Surya Jaya milik Haryanto. Hari ini Sabtu, (10/07/21) sekitar pukul 14.00 Wita, saksi Putri Wulandari (21) warga Palemba Desa Kalepadang Kecamatan Bontoharu sedang diperiksa diruang Tipidum Polres Kepulauan Selayar. Pemeriksaan itu dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) melalui Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Kanit Pidum) pada Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Aipda Kaharuddin via WhatsAppnya siang tadi.

Korban Haryanto kembali mengungkap bukti tambahan hasil rekaman CCTV yang terpasang dalam toko berlantai II itu. Bahwa pada tanggal 12, 14 dan 23 Juni lalu telah ditemukan lagi aksi pencurian yang dilakukan oleh JF dengan berpura-pura dan berputar-putar dalam toko sambil membawa keranjang barang berwarna biru tua. Memang saat mengambil barang dari tempatnya terlebih dahulu dimasukkan ke dalam keranjang yang dibawanya akan tetapi setelah melihat kondisi dalam keadaan aman barulah satu persatu barang yang diambilnya dimasukkan ke dalam saku celananya. Setelah selesai beraksi baru kemudian menuju kasir untuk membayar barang yang ada didalam keranjang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang.” jelas Anto panggilan akrab teman sebayanya.

READ  HPMB-Raya Gelar Kongres ke-VII, ini ketua Terpilih

Saya menduga aksi jahat yang dilakukan oleh JF ini sudah berlangsung lama. Hanya saja baru ketahuan setelah muncul kecurigaan dari anak saya, Gebriella (17) pada 1 Juli pekan lalu. Bahkan diduga kuat aksi bejatnya ini sudah lama dilakukan bukan cuma di toko saya namun informasi ini pernah beredar juga di toko lain dalam Kota Benteng.” tambah Haryanto kesal.

Sainuddin P, SH yang dimintai pendapatnya seputar sisi hukum perbuatan oknum pelaku mengatakan,” Jika kita menyimak dan mendalami keterangan korban Haryanto bahwa pencurian yang dilakukan oleh JF secara berulang-ulang dapat dikategorikan sebagai pencurian dengan pemberatan yang diatur didalam pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun penjara. Pencurian yang dilakukan secara berulang-ulang dapat dikategorikan sebagai pencurian dengan pemberatan.” ungkapnya kepada media ini, Sabtu (10/07/21) sekitar jam 20.30 Wita malam ini via selulernya.

READ  ANEH !!...MANTAN KADES DI KAB.LUWU UTARA MEMASUKAN BERKAS PENCALONAN DESA HANYA MELAMPIRKAN SURAT KEHILANGAN PENGGANTI IJZAH (SD & SMP)

Berdasarkan surat edaran Mahkamah Agung bahwa pencurian yang nilainya kurang dari Rp 2,5 juta ke bawah maka itu dikategorikan dalam pencurian ringan. Tetapi sekalipun itu kurang dari Rp 2,5 juta namun dilakukan pada waktu malam maka itu tetap pencurian dengan pemberatan. Atau pencurian yang dilakukan secara berulang-ulang juga masuk dalam kategori pencurian dengan pemberatan.” tambahnya.

Olehnya itu, pihak penyidik Kepolisian Resor Kepulauan Selayar diharap bisa memproses kasus ini secara profesional. Perkara yang diancam pidana penjara diatas 5 tahun atau perkara tertentu berupa penganiayaan, pemalsuan uang, penipuan maka dapat ditahan. Akan tetapi jika dalam prakteknya dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya, atau dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti dan atau akan dapat melarikan diri maka itu sepatutnya ditahan.

READ  Begini kondisi jalan poros Tana Batue Desa Mattiro Deceng Kec.Libureng Kab.Bone

Sehingga menurut pendapat saya, baik secara pribadi maupun profesi, pencurian yang masuk dalam kategori pencurian dengan pemberatan maka itu wajib untuk dilakukan penahanan. Dan alhamdulillah oknum pelakunya sudah ditahan. Karena dengan proses penahanan akan menimbulkan efek jerah untuk tidak akan mengulangi perbuatannya.” tukas Sainuddin.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB