BATARAMEDIA.COM | Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Temmangnganro Machmud, S.Ik telah menurunkan belasan personil gabungan untuk melakukan penyisiran di tiga wilayah desa masing-masing Desa Kohala, Bontolempangan dan Desa Mekar Indah diwilayah Kecamatan Buki Selayar Sulawesi Selatan. Operasi penyisiran yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bontomanai, AKP Ramli RA, Kamis (03/06/21) masih terkait keberadaan dua sosok lelaki yang tak dikenal dan mencurigakan yang tinggal didalam hutan secara berpindah-pindah. Operasi ini berlangsung selama kurang lebih 5 jam yang dimulai dari pukul 09.30 hingga 13.00 Wita siang tadi.

Dikonfirmasi seusai melakukan operasi penyisiran, Kapolsek Bontomanai, AKP Ramli RA kepada media ini menyatakan,” Untuk mengantisipasi keresahan dan ketakutan yang menyelimuti masyarakat pasca adanya informasi yang sempat viral dimedia sosial di wilayah Kecamatan Buki dan umumnya warga Selayar sehingga (Kapolres) telah mengambil langkah dini dengan menurunkan tim gabungan yang terdiri dari Satuan Sabhara 5 orang, Satuan Reserse dan Kriminal 3 orang serta dari Satuan Kepolisian Sektor Bontomanai sebanyak 5 orang.

READ  Proyek D.I Waru-Waru Gunakan Material ilegal: Konsultan Pengawas Terkesan Tutup Mata

Sebelum melakukan operasi kata AKP Ramli RA, dirinya menyampaikan kepada seluruh personil agar lebih disiplin dan tetap siaga dalam pelaksanaan tugas guna meningkatkan kegiatan patroli dan sambang untuk menekan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat diwilayah hukum Polres Kepulauan Selayar. Terkait dugaan adanya Orang Tak Dikenal (OTK) yang disinyalir bersembunyi didalam hutan maka personil yang ditunjuk harus tetap mempersiapkan diri serta mengikuti arahan pimpinan dan dengan mengedepankan kewaspadaan selama berada dilokasi.

Kepada Unit Intelkam Polsek Bontomanai diharapkan dapat memperkuat jaringan seputar keberadaan OTK dengan melakukan koordinasi kepada Bhabinkamtibmas Desa Kohala, Bontolempangan dan Mekar Indah dengan melibatkan pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan warga di tiga wilayah desa itu.

READ  Soal Tewasnya Muh Irsal di Tamamelong Ada Pick Up Dibelakang DAMRI Saat Berpapasan

Adapun tindakan dini personil selama kegiatan berlangsung yaitu mendatangi dan berkoordinasi dengan para kepala desa untuk mengikutsertakan tokoh masyarakatnya dalam operasi penyisiran. Personil juga telah memberikan pemahaman kepada warga sekitar untuk selalu waspada terhadap OTK dan diminta melaporkan kepada pihak keamanan saat menemukan kedua orang itu.” pungkas dia.

Tepat pukul 11.00 Wita, personil gabungan dari Polres Selayar dan Polsek Bontomanai sudah mulai bergerak memasuki area hutan diwilayah tiga desa masing-masing di Alasa wilayah Desa Mekar Indah, Sumingi dan Buhung Bakka wilayah Desa Kohala serta Tenro wilayah Desa Bontolempangan. Setelah melakukan penyisiran hampir lima (5) jam oleh tim gabungan tidak menemukan adanya tanda-tanda dan atau bekas aktivitas yang dilakukan oleh OTK. Sehingga tepat pukul 13.00 Wita siang tadi, karena OTK tidak ditemukan maka operasi penyisiranpun dihentikan.” pungkas Kapolsek Bontomanai, AKP Ramli AR.

READ  KPMP Makassar minta polisi Usut tuntas Kasus Pemalsuan Rapid Test antigen

Karena itu, Kepolisian menyimpulkan bahwa kemungkinan oknum OTK adalah pelarian dari aksi kejahatan baik yang dilakukan di Selayar maupun dari luar daerah sehingga OTK sedang mengamankan diri didalam hutan dan berpindah tempat. Meskipun demikian, polisi tetap melalukan monitoring, mengumpulkan bahan dan keterangan , mendatangi dan menyisir TKP dan selanjutnya akan melaporkan kepada Kepala Kepolisin Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar, AKBP Temmangnganro Machmud, S.Ik.” kunci AKP Ramli siang tadi di Benteng.

 

 

Penulis ; DSJ

Editor.   ; TS