BATARA MEDIA.COM | Lemahnya dalam melakukan pengawasan dan terkesan tutup mata terkait tidak transparansi dalam mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Hal tersebut terbukti bahwa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jeneponto Sulawesi Selatan Naungan Kemenag Kabupaten Jeneponto Di duga tidak transparan mengelola dana BOS sehingga masyarakat dan elemen terkait tidak bisa memantau penggunaan apa saja yang di lakukan Madrasah,

Dari hasil Monitoring/Investasi serta pemantauan Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) SULAWESI SELATAN serta Ketua OKK Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), SULAWESI SELATAN Hasan Anwar berserta Timnya Di Madrasah Aliyah negeri (MAN) 1 Jeneponto tidak menemukan Papan transparansi dana yang biasanya terpasang di dinding tembok yang mudah di lihat oleh public.ujurnya,Jum’at (19/3-2021)

READ  Wakaf Uang ASN Kemenag, Menag : Semoga Manfaatnya Dirasakan Umat

Saat ditemui di ruang kerjanya
Tim LPK Sulawesi Selatan melakukan investigasi, mempertanyakan kejelasan Rencana Kegiatan Anggaran Madrasah (RKAM) dan Rencana Penggunaan Dana (RPD) di dalam papan transpransi dana, Namun Hj.BASMIATI.S.Pd M.Pd memberikan penjelasan Bahwa terkait RKAM belum pernah saya buat untuk papan informasi itu,ujarnya

Bendahara BOS Drs.Muh.Sukri menjawab saat di tanya berapa jumlah siswa pada tahun ajaran 2020 dia pun tidak mengetahui persis berapa jumlah siswanya, yang saya ketahui jumlah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sebesar Rp.1.230.000.000 selama tahun 2020.ucapnya

Mendengar perkataan Hj Basmiati dan Muh.sukri itu, Hasan Anwar menjelaskan, bahwa justru di dalam keputusan Direktur jenderal pendidikan Islam ( KEP DIRJEN PENDIS) No 1801 tahun 2020 tentang Perubahan atas keputusan Direktur jenderal pendidikan Islam (KEP DIRJEN PENDIS) No 7330 tahun 2019 tentang petunjuk teknis pengelolaan bantuan operasional pendidikan dan bantuan operasional sekolah pada Madrasah,,

READ  Di Awal Tahun 2021, AMM Bantaeng Silaturahmi Bersama Bupati Bantaeng

Pada tanggal (18/3-2021) Tim LPK Sulawesi Selatan mendatangi sekolah MAN 1 Jeneponto,untuk konfirmasi Kepala MAN.1 dan Bendahara BOS Beberapa oknum guru tersebut, ada yang bilang tidak ada disekolah,ada yang mengatakan Ada Di rumahnya,Ada pula yang menyampaikan Ada tadi tapi mungkin di ruangan Lain, kami sempat heran dengan tingkah laku para oknum tersebut (kurang etika)

Adapun oknum guru yang baik hati menjumpai TIM LPK di depan Ruangan tersebut dan mengarahkan masuk ke ruangan Tamu, .. ucap Hasan Anwar di hadapan wartawan,

“Tim Investigasi LPK Sulawesi Selatan sematara pengumpulan bahan keterangan (PULBAKET), dalam waktu dekat ini kami akan Laporkan ke APH” pungkasnya.(bang war)

READ  Pekerjaan Rehab SMPN 2 Rumbia Kabupaten Jeneponto Terancam Pembongkaran

 

( Tim ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here