BATARAMEDIA.COM | Kepala Desa Kembang Ragi, M. Ikbal Labbi kembali melakukan klarifikasi seputar hilangnya Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II tahun 2021 senilai Rp 36 juta lebih dirumah kontrakannya di Jl Hamang DM Lorong II Kelurahan Benteng Selatan Kecamatan Benteng Kepulauan Selayar, Selasa (10/08/21) sekitar pukul 07.00 Wita. “Usai magrib hari itu Selasa, kami telah memperoleh informasi dari Kepala Urusan Keuangan, Ardan Saputra jika dana BLT yang baru sehari sebelumnya dicairkan di PT Bank Sulselbar Cabang Selayar telah raib dikontrakan. Iapun mengaku jika peristiwa ini sudah dilaporkan kepada Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar. Handphone miliknya juga sudah disita oleh Kepolisian.” ungkapnya saat menemui Bataramedia.com, Sabtu (21/08/21) sekitar jam 18.50 Wita malam ini.

Ikbal mengaku sudah mengambil langkah preventif setelah mengetahui dana BLT yang baru saja dicairkan itu hilang. Sebagai bentuk tanggungjawab kepada masyarakat, kami dari Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Kembang Ragi telah menutupi dana itu dan sudah disalurkan pada Jumat (13/08/21) sebesar Rp 36 juta lebih yang diperuntukkan bagi 122 warga Desa Kembang Ragi. Namun satu diantaranya batal disalurkan karena warga itu sudah meninggal dunia.” katanya menjelaskan.

READ  Jaga kelestarian lingkungan, DPK KNPI Pajukukang bersama mahasiswa UIN Alauddin Tanam 1000 Pohon

Ditambahkannya, memang awalnya kami tidak mengetahui jika dana BLT itu hilang. Sebab yang mencairkan dana itu hanya Kaur Keuangan, Ardan Saputra. Sementara kami pihak Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa (Sekdes), Kamarul Huda berada di Pulau Jampea. Itulah sebabnya kami datang di Benteng ibukota kabupaten untuk memberikan keterangan kepada penyidik Polres seputar kehilangan uang itu. Meskipun demikian kami perlu jelaskan bahwa tidak semua uang yang hilang itu adalah dana bantuan sosial BLT akan tetapi sebesar Rp 50 juta adalah uang pribadi oknum Kaur Keuangan, Ardan Saputra.” katanya.

Tadi siang kami sudah berkonsultasi dengan Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Polres Kepulauan Selayar, Aipda Kaharuddin. Tetapi menurut Kaharuddin, kami akan memberikan keterangan pada Senin (23/08/21) siang di Mapolres Jl Robert Wolter Monginsidi Kelurahan Benteng.” tambahnya.

READ  Pelabuhan Fery Pattumbukang Selayar Perlu Dinormalisasi

Ketika ditanya apakah uang itu betul hilang dikontrakan. Spontan dikatakan oleh M. Ikbal Labbi, saya sendiri tidak tahu. Sebab saya tahu setelah Ardan Saputra menghubungi melalui telfon genggam ke Jampea. Handphone miliknya sudah disita oleh penyidik Pidum Polres pada saat melaporkan peristiwa kejadian itu, Selasa (10/08/21) sore hari. Ardan mengaku kehilangan pada sekitar pukul 07.00 Wita. Namun peristiwa itu dilaporkan sore hari. Ia menjabat sebagai bendahara desa di Kembang Ragi mulai tahun 2021 ini. Sebelumnya adalah saudaranya. Dan untuk pengembaliannya yang Rp 36 juta itu, kami bisa memotong melalui gaji dan honornya setiap bulan.” pungkas dia.

Pernyataan senada juga sudah disampaikan sebelumnya oleh Sektetaris Desa Kembang Ragi, Kamarul Huda via selulernya dari Jampea, Jumat (20/08/21) sekitar pukul 06.55 Wita. Ia menjelaskan bahwa penyaluran dana BLT senilai Rp 300.000,- perorang untuk 121 warga Desa Kembang Ragi sudah disalurkan Jumat pekan lalu.

READ  Dinas Ketahanan Pangan Kab.Jeneponto kucurkan bantuan untuk korban banjir di Jeneponto

Ketika ditanya apakah Sekdes tau jika dana BLT itu hilang di Benteng Selayar ? Ya, setelah kami mendapatkan informasi dari Kepala Desa, M.Ikbal Labbi. Dan kami sendiri tidak tahu mengenai kronologis kejadiannya. Sebab yang mencairkan dana itu di Benteng Selayar hanya Kaur Keuangan, Ardan Saputra. Kami bersama kepala desa saat itu berada di Jampea.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB