BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar  Setelah dilakukan koordinasi antara Kepolisian Resor Kepulauan Selayar melalui Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor), Ipda Suhardiman, SH, M.Si pada Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) dengan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri, La Ode Fariadin, SH dengan tetap berkoordinasi atasannya telah disepakati Selasa (26/10/21) penyerahan barang bukti (BB) dan 5 tersangka atau tahap II kasus dugaan tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017 – 2019 di Desa Tanamalala dan Desa Labuang Pamajang dengan menyeret 2 bekas Kepala Desa (Kades) dan 3 Bendahara Desa.

Kedua bekas kepala desa itu adalah Sumaila mantan Kepala Desa Labuang Pamajang bersama dengan bendaharanya, Zubair sedangkan Masdar S bekas Kepala Desa Tanamalala akan diapit oleh 2 orang bendaharanya yaitu Mustamal dan Karyati seorang perempuan di Pulau Jampea Kecamatan Pasi’masunggu Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan. Ke 5 tersangka ini sudah dijadwalkan tahap II nya yaitu penyerahan barang bukti dan tersangkanya pada Selasa 26 Oktober 2021 lusa, dari Tim Penyidik Tipikor Polres Selayar kepada Kejaksaan setempat.

READ  MIAN UIT laksanakan PKM di desa Pattaneteang kab.Bantaeng, ini Tujuannya

Atas perbuatan unsur melawan hukum yang dilakukan oleh ke 5 tersangka dengan melakukan dugaan tindak pidana korupsi maka masing-masing tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah menjadi UU RI Nomor : 20 Tahun 2021 dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun dan denda maksimal Rp 1 Miliar.

Merujuk pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Kepulauan Selayar, atas perbuatan mantan Kepala Desa Labuang Pamajang, Sumaila yang oleh rekannya sering menyebutnya Jokowi bersama bendaharanya, Zubair telah merugikan negara senilai Rp 575.673.729,- Sedangkan Masdar S selaku bekas Kepala Desa Tanamalala bersama dua bendaharanya yakni Mustamal dan Karyati nominalnya jauh lebih besar dan mencapai angka Rp 680.806.514,- Dan kedua mantan kepala desa ini masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

READ  Temu Silaturahmi Kadis Pendidikan Prov.SulSel dengan jajaran Pemerintah Kab.Kepulauan Selayar

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar melalui Kepala Unit Tipikor, Ipda Suhardiman menyebutkan,” Setelah dilakukan tahap II yakni penyerahan BB dan 5 tersangka kasus indikasi korupsi APBDes Tanamalala dan Labuang Pamajang di Pulau Jampea, oleh Tim Penyidik Tipikor pada Satreskrim Polres Selayar akan kembali memproses dua mantan kepala desa diwilayah kecamatan yang berbeda di Selayar. Mereka adalah mantan Kepala Desa Kahu-Kahu yang berinisial AMR di Pulau Gusung Kecamatan Bontoharu sedangkan bekas Kepala Desa Menara Indah, MTF di Pulau Pasi’tanete Kecamatan Bontomate’ne. Sementara itu, untuk mantan Kepala Desa Bontolebang, MA di Kecamatan Bontoharu tetap masih menunggu antrian.

Suhardiman juga menyebut jika oknum Kepala Desa Ma’minasa, HKL sementara dilakukan proses pemanggilan untuk melakukan klarifikasi sekaitan pembangunan rabat beton yang diduga menggunakan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) pembangunan MCK pada ruas Labuang Marege -Marege Utara di Pulau Jampea Kecamatan Pasi’masunggu. “Kepolisian Resor (Polres) sudah melakukan pemanggilan, baik kepada oknum kepala desa, bendahara dan semua yang dianggap terlibat. Kita tersisa menunggu kehadirannya di Polres untuk memberikan keterangan.” ungkapnya, Minggu (24/10/21) pukul 10.10 Wita siang tadi.

READ  Bachtiar Adnan Kusuma, Sepanggung Gol A Gong, Adin Bondar, Sry Eka di Forum Perpustakaan Nasional

Dihubungi via selulernya tadi malam, La Ode Fariadin, SH membenarkan agenda tahap II kasus dugaan korupsi dua mantan kepala desa di Pulau Jampea. ” Ya benar, Selasa 26 Oktober penyerahan barang bukti dan 5 tersangka dari Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Kepulauan Selayar kepada Kejaksaan Negeri. Kita berharap agenda ini tepat waktu. Sebab saat ini kami masih berada di Buton Sulawesi Tenggara. Dan jika tidak ada halangan, Senin (25/10/21) kami sudah ada di Selayar.” katanya.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB