BATARA MEDIA.COM | Dalam hitungan bulan ada lima Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Selayar mengundurkan diri. Kelima pimpinan Puskesmas itu masing-masing, Kepala Puskesmas Parangia, Abidin Marru di Bontomate’ne, Kepala Puskesmas Bontosunggu, Rosmawati di Bontoharu, Kepala Puskesmas Kayuadi, Andi Sahlan di Taka Bonerate, Kepala Puskesmas Ujung, Nasrullah di Jampea, Kepala Puskesmas Bonerate, Muhammad Rais di Pasi’marannu. Bahkan sebelumnya juga dikabarkan Kepala Puskesmas Polebungin akan ikut mengundurkan diri akan tetapi belakangan Rahma mengurungkan niat untuk meninggalkan Puskesmas yang dipimpinnya di Polebungin Kecamatan Bontomanai.

Kepala Puskesmas Parangia, Abidin Marru yang dikonfirmasi melalui jaringan selulernya sore ini, Sabtu 08/05/21 membenarkan jika dirinya sudah resmi mengundurkan diri sebagai Pimpinan di Puskesmas Parangia. Dari 5 pimpinan Puskesmas yang mengundurkan diri masing-masing memiliki alasan yang berbeda. Kalau saya sendiri karena faktor kesehatan. Bisa dibayangkan selama 10 tahun saya bolak balik dari Batangmata ke Parangia pulang pergi. Dengan jarak tempuh setiap hari kurang lebih 45 km. Dan selama 10 tahun itu betul-betul saya melaksanakan tugas secara maksimal dan efektif.” ungkapnya.

READ  Puskesmas kassi-kassi gelar vaksinasi; Begini Harapan kapusnya

Surat pengunduran diri saya itu lanjut Abidin, saya antar langsung pada 27 Maret 2021 dan diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Selayar, dr H Husaini, M.Kes. Tetapi nanti satu bulan kemudian baru direspon oleh Kepala Dinas Kesehatan. Dan insha Allah pada Senin depan saya akan mulai bertugas di Puskesmas Batangmata. Sementara surat pengunduran diri saya yang sebelumnya menurut Kepala Dinas tercecer dan diminta untuk melayangkan surat pengunduran diri kembali.

 

Lain halnya alasan yang diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Bontosunggu di Padang, Rosmawati. Ia mengaku mengundurkan diri karena ingin fokus untuk melanjutkan pendidikan. Sebab saya ini masih D3 dan menurut info saya tidak akan dapat lagi jabatan fungsional. Selain itu juga kadang berbenturan dengan perkuliahan dan tugas yang harus diselesaikan dikantor sebagai Kepala Puskesmas.” tandasnya.

 

READ  Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Selayar, Perlihatkan Arogansi Ketika Dikonfirmasi Awak Media

Dan memang saya yang mengundurkan diri secara tertulis dan kami ajukan kepada Kepala Dinas Kesehatan. Berangkat dari pemikiran untuk fokus pendidikan dan apalagi jika ada umur panjang masih ada sisa karier saya lagi 6 tahun. Sehingga saya mau fokus betul-betul dulu untuk menuntut ilmu. Dan Alhamdulillah dengan surat pengunduran diri saya sekira sebulan yang lalu sudah mendapat respon sehingga saya digantikan oleh Faisal Ahmad yang dulu menduduki jabatan Kepala Tata Usaha di Puskesmas Bontosunggu.” katanya.

Lain pula dengan alasan yang diajukan oleh Kepala Puskesmas Ujung Jampea di Kecamatan Pasi’masunggu Timur. Nasrullah beralasan biarlah tidak menjadi pimpinan Puskesmas asalkan ditempatkan di Puskesmas Barugaiya Kecamatan Bontomanai. Staf biasa sekalipun saya mau asalkan dipindahkan ke daratan Pulau Selayar.

Ia menambahkan bahwa sebenarnya sejak dari tahun 2020 dirinya meminta untuk dipindahkan akan tetapi nanti tahun ini mendapatkan respon dari atasannya, dr H Husaini selaku Kepala Dinas Kesehatan.

Andi Sahlan juga mengakui jika pemberhentian dirinya sebagai Kepala Puskesmas di Kayuadi bukan karena di non job akan tetapi atas permintaan sendiri. Lagi pula sebagai perempuan kita juga disibukkan dengan urusan rumah tangga. Surat pengunduran diri saya itu, saya ajukan pada Desember tahun lalu. Dan saat ini sudah ada yang menggantikan posisi saya sebagai Kepala Puskesmas yaitu Andi Murniati asal Batangmata yang selama ini menjabat Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Tambuna wilayah Taman Nasional Laut Taka Bonerate.

READ  Innalillahi Wa Innailaihi Raji'un Turut Berdukacita Atas Berpulangnya Ibu Hj. Suryani Ramli

Dari lima Kepala Puskesmas yang dikabarkan mengundurkan diri tersisa Kepala Puskesmas Bonerate, Muhammad Rais di Kecamatan Pasi’marannu yang belum memberikan respon dari pesan pendek yang dikirimkan via WhatsAppnya malam ini. Demikian pula Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Selayar, dr H Husaini. Baik pesan pendek maupun saat dihubungi via selulernya dalam kondisi aktif tetapi tidak direspon.

Laporan   : Sj

Editor       : Ts