Batara Media | Bantaeng –  Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bantaeng dan Gerakan Rakyat Merdeka (GRM) Cabang Bantaeng bersama puluhan petani menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bantaeng, Jalan Andi Manappiang, Kelurahan Lamalaka pada Kamis siang, 4 Maret 2021.

Mereka berunjuk rasa kembali mempertanyakan terkait kisruh pupuk di kabupaten Bantaeng yang tak kunjung menemui solusi dengan membawa grand isu “Gema Pupuk Dari Pelosok Desa, Bupati Kemana ?”.

“aksi unjuk rasa ini adalah lanjutan dari aksi kami dua minggu yang lalu, yang mana kami tidak sempat bertemu dengan Bupati. Banyaknya opini miring bermunculan dan upaya pengklaiman dari berbagai pihak maka hari ini menjadi klarifikasi bahwa sama sekali tidak ada hal-hal demikian tersebut” Kata Ammar Jenderal Lapangan Aksi mengklarifikasi.

READ  Safari Ramadhan, GANN Bantaeng ajak Pemuda jauhi Narkoba

Lebih lanjut Jalil Abede Ketua Cabang GMNI Bantaeng menambahkan bahwa gerakan ini adalah gerakan yang murni bersumber dari pelosok desa sebagai keresahan kami selaku anak petani.

“Kami ini anak petani berasal dari desa, makan minum hingga mengenyam pendidikan sampai saat ini dari hasil pertanian, dan gerakan kami ini adalah murni bersumber dari pelosok desa sebagai bentuk keresahan kami selaku anak petani, tentunya besar harapan kami Bupati bersedia bertemu apalagi hari ini kami bergerak bersama petani”. Tambah Jalil Abede menerangkan

Nampak di gelar unjuk rasa disertai karun pupuk urea subsidi berisikan sekam lengkap tempelan gambar foto Bupati Bantaeng, dan dikawal ketat pihak keamanan dalam hal ini kepolisian Polres Bantaeng, dan masih berlansung hingga saat ini pukul 10:55 Wita

READ  STQH Ke 32 Tingkat Provinsi Sulsel Resmi Ditutup, Ini Juaranya

Laporan : Tw

Editor     : Ts