BATARAMEDIA.COM | Sebuah Kapal Layar Motor (KLM) Alam Damai yang dinakhodai oleh Sumarling (34) warga Kembang Miati Desa Komba-Komba Pasi’marannu yang sedang memuat hasil bumi berupa kopra di Pelabuhan Laut Latokdok Desa Kalao Toa Kecamatan Pasi’lambena Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan tenggelam saat ditinggal oleh nakhoda dan 2 anak buah kapal (ABK) nya pada sekitar pukul 02.00 Wita dinihari, Sabtu (14/08/21).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas ini hanya saja kerugian dapat ditaksir hingga dikisaran ratusan juta rupiah.

Menurut Intang salah seorang bidan yang bertugas di Puskesmas Kalao Toa ketika dihubungi ponselnya siang tadi menyatakan bahwa kapal ini dari Pulau Jampea dan sudah dua hari memuat kopra di Pelabuhan Latokdok. Kejadian naas kapal ini diperkirakan sekitar tengah malam akan tetapi keesokan paginya baru diketahui jika kapal milik Dg Parelak (52) asal Dusun Parang Desa Bontomalling Kecamatan Pasi’masunggu Timur di Pulau Jampea tenggelam.

READ  Mesakanne Fc kalahkan tuan rumah R19 Fc dengan skor 1-2

Informasi lain yang dihimpun media ini menyebutkan jika penyebab tenggelamnya kapal ini akibat ombak yang menghantam dan angin kencang sehingga mengakibatkan talinya terputus disamping 2 anak buah kapal dan nakhodanya sedang berada di Kampung Tadu. Kapal Layar Motor Alam Damai sedang memuat kopra sebanyak 81 karung dan sampai saat ini masih ada 7 karung yang belum ditemukan. Sementara sisanya sudah diselamatkan dan saat ini telah diamankan di Pelabuhan Latokdok.” ungkap Heril salah seorang warga Kalao Toa.

Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pasi’marannu melalui Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Bripka Fatullah, SH menyebutkan,” Pada Kamis (12/08/21) KLM Alam Damai sudah mulai melakukan pemuatan barang berupa kopra hasil bumi masyarakat Kalao Toa di Pelabuhan Latokdok hingga Jumat keesokan harinya. Setelah pemuatan kopra dianggap selesai kapal ini berlabuh disekitar pelabuhan sebab saat itu kondisi air laut sudah mulai surut.

READ  Baznas Bersama UPZ Polres Bone Peduli Mustahiq di Pelosok Ujung Barat Kabupaten Bone

Pada sekitar jam 02.00 Wita dinihari Sabtu (14/08/21) KLM Alam Damai yang sedang berlabuh telah dihantam ombak dan angin kencang yang menyebabkan kapal dengan kapasitas muat 19 ton terseret hingga di dermaga dan mengalami kerusakan. Muatannyapun terbongkar akibat hempasan ombak dan sebagian hanyut lalu terdampar dipinggir pantai. Akibat kejadian ini telah mengakibatkan kerugian materil dikisaran Rp 30 an juta belum termasuk kerugian dengan kerusakan kapal itu. Fatullah juga menyebut nama ketiga ABK nya. Masing-masing, Syamsuddin (37), Udin (31) dan Ibrahim (31).

Sedangkan Kepala Desa Kalao Toa, Muhammad Dahlan yang hendak dikonfirmasi melalui jaringan selulernya siang tadi, handphone miliknya sedang tidak aktif. Dan hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. Demikian pula pemilik kapal, Dg Parelak juga belum dapat dimintai keterangannya.

READ  MENYAMBUT KEMERDEKAAN KE 76 THE MAYOR FUN OFFROAD Seri 4 Trail & Maxy Series.PCX ADV Akan di Gelar pada tanggal 6 Agustus Sampai 8 Agustus.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB