Bataramedia.com | Beredarnya berita yang dimuat oleh beberapa Media portal terkait Pemberitaan 3 Oknum LSM dan Wartawan yang diduga melakukan pemerasan terhadap salah satu Kepala Sekolah di Mamasa yang mana disebutkan dalam berita yang dimuat salah satu Media Online Portal Makassar.com membuat Ketua DPD LSM LPK Kota Makassar, Abd. Rahman MS angkat bicara.

Pasalnya dalam berita mencatut nama LSM Lintas Pemburu Keadilan padahal oknum tersebut dari salah satu Media Pemburu Keadilan jadi bukan LSM Lintas Pemburu Keadilan dan ketiganya tidak termasuk dalam jajaran atau anggota LSM Lintas Pemburu Keadilan itu perlu di garis bawahi antara Media Pemburu Keadilan dan LSM Lintas Pemburu Keadilan itu sudah jelas berbeda baik tugas dan tupoksinya

Abd. Rahman menegaskan, ini bukan anggota LSM Lintas Pemburu Keadilan yang melakukan pemerasan akan tetapi oknum dari salah satu Media Pemburu keadilan dan JK TV hal itu di peroleh informasi dari pihak kepolisian Mambi yang dikonfirmasi oleh ketua umum LSM Lintas Pemburu Keadilan BPK Robert P.

READ  Kadisdik Sulsel Pantau Bantuan DAK dan Memotivasi Peserta Pelatihan di SMAN 1 Tana Toraja

Atas pemberitaan itu saya mohon untuk di ralat,sehingga tidak mencemarkan nama baik Lembaga,atas kekeliruan dalam pemberitaan

Lebih lanjut Rahman mengatakan, setelah mengetahui pemberitaan yang membawa nama LSM LPK Ketua Umumnya langsung menghubungi Kapolsek Mambi AKP Perwira dan Kapolsek membenarkan bukan anggota LSM Lintas Pemburu Keadilan.

“Saya sampaikan kepada semua bahwa oknum LSM yang ditangkap di Mambi itu bukan anggota kami. Jadi namanya memang hampir sama tapi lain orangnya,” kata pria yang akrab disapa Ocak ini saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (31/10/20).

Sebelumnya, viral berita tiga pria berinisial I, A, dan M dibekuk aparat Reskrim Polsek Aralle, usai melakukan pemerasan terhadap Kepala SMA 2 Buntu Malangka Kabupaten Mamasa. Ketiganya ditangkap di jalan Desa Uhailanu sekitar pukul 17.00 Wita, Kamis (29/10/20).

READ  Kasubag Umum,Kepegawaian & Hukum Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Beri ucapan HUT Sulsel Ke-351

 

Dan Dari ketiganya, polisi menemukan ID card atau kartu anggota pers dari media ‘Pemburu Keadilan’ dan ‘Jejak Kasus (JK) TV’.

Ditemukan juga barang bukti uang tunai senilai Rp 2,6 juta yang dibungkus plastik hitam, Tujuh lembar surat blangko perjanjian kerjasama publikasi Media ‘Pemburu Keadilan’ yang kesemuanya mempunyai nomor yang sama. Lima buah kartu identitas pers dari berbagai media.
Termasuk satu unit mobil Daihatsu Xenia dan sebilah parang serta badik.
Kapolsek Aralle Ipda Perwira mengatakan, penangkapan tiga pelaku berdasarkan laporan korban yang telah dimintai uang dibarengi dengan pengancaman.

“Terduga pelaku mengancam korban dengan mencari kesalahan korban, Dan kadang mengaku LSM, kadang mengaku wartawan ke orang-orang yang didatangi.

READ  Sebanyak 75 Tenaga PPKB Gowa Siap Sosialisasikan Perda Wajib Masker

Dan mereka membawa ID card atau kartu pers Media Pemburu Keadilan dan Jejak Kasus (JK) TV,” kata Perwira kepada awak media, Jumat (30/10/20).

Saat melakukan pemerasan, para pelaku mengancam korban akan memberitakan ketidak beresan proyek pembangunan gedung SMA 2 Buntu Malangka Agar tidak diberitakan, Kepala Sekolah diminta menyetor uang Rp 30 juta, Namun saat itu pihak sekolah hanya menyanggupi memberikan uang 2,6 juta secara tunai.

“Ketiga pelaku mengancam korban jika tidak diberikan uang sejumlah 30 juta, akan diangkat beritanya dan Akhirnya pihak sekolah hanya bisa memberikan uang Rp 2,6 juta saja,” jelas Perwira.

Korban langsung melapor setelah para pelaku pergi, Unit Reskrim kemudian bergerak melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan ketiganya.

 

Laporan      : JS

Editor          : At

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here