Batara Media | Kendari – Kisruh Kongres XX PMII zona 6 Kendari hingga hari keempat terus berlanjut. Ratusan kader asal Sulawesi Selatan melakukan aksi unjuk rasa, di depan lokasi Kongres BLK Kendari, Sabtu (20/3/2021).

Aksi ini dipicu karena panitia dan PB PMII yang ada di Kendari dianggap merampas hak peserta kongres, dengan tidak memberikan id card peserta sebagai syarat masuk arena kongres terhadap 4 cabang yaitu Jeneponto, Maros, Wajo dan Luwu Utara.

Tidak diberikannya id card peserta ini, diduga karena keempat cabang ini tidak mendukung kandidat yang didukung panitia yaitu kandidat nomor urut 1 Muhammad Syarif Hidayatullah Alias Caliq. Panitia bersama-sama dengan ketua PKC PMII Sulsel Ahmad Sirajul Munir atau Uul, berusaha menghalangi hak peserta 4 cabang karena berbeda dukungan.

READ  HUT Karang Taruna Ke 61 Tahun Karang Taruna Selayar Bagikan Paket Sembako

bukan hanya soal 4 cabang tersebut, ratusan kader tersebut minta juga transparansi PKC PMII Sulsel akan ketidak jelasan beberapa cabang diantaranya PMII Bantaeng,Gowa,Bone dan Palopo yang tidak di berikan SK nya.

Sebelumnya mediasi telah dilakukan dengan panitia pengarah Muhiddin, untuk menyerahkan id card peserta tapi akhirnya juga tidak dipenuhi. Muhiddin disinyalir juga menjadi tim sukses kandidat ketua PB PMII nomor urut 1 Syarif Hidayatullah atau akrab disapa Calik.

 

alam aksinya, massa aksi menuntut mengecam PB PMII dan panitia, yang dinilai tidak netral dan melakukan kecurangan, dengan menahan hak peserta.

Menurut Jenderal Lapangan Aksi, Harianto Baharuddin sauka, PB PMII harus mengembalikan hak kepesertaan cabang.

READ  STQH Ke 32 Tingkat Provinsi Sulsel Resmi Ditutup, Ini Juaranya

“Kami menuntut PB PMII dan panitia agar mengembalikan hak peserta kepada cabang-cabang, Kongres ini harusnya ajang adu gagasan, bukan malah mengebiri hak kader hanya karena beda kepentingan,” ungkap HBS

Massa aksi juga meminta agar pihak Polres kendari untuk memediasi persoalan ini, karena dari awal mereka yang membantu mediasi.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan kepada Polres Kendari mengenai progres atas laporan atas penyerangan yang dilakukan panitia kepada kader PMII sulsel  yang mengakibatkan 3 kadernya kena batu dan pukulan balok.

Setelah melakukan aksi selama 30 menit, pihak panitia akhirnya bersedia bertemu dengan 4 ketua cabang di kantor Polres Kendari. Namun hingga berita ini dirilis, mediasi yang dilakukan oleh pihak Polres Kendari belum membuahkan hasil. Tuntutan peserta aksi belum dipenuhi oleh Panitia.

READ  Aliansi Anak Petani Bantaeng Tagih Kesepakatan Audiensi

Laporan : JS

Editor     : Tika Siregar putri