Batara media | Kendari – Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) zona 6 di Kendari Sulawesi Tenggara masih berpolemik

Polemik ini dipicu karena panitia dan PB PMII yang ada di Kendari dianggap merampas hak peserta kongres, dengan tidak memberikan id card peserta sebagai syarat masuk arena kongres terhadap 4 cabang yaitu Jeneponto, Maros, Wajo dan Luwu Utara.

Tidak diberikannya id card peserta ini, diduga karena keempat cabang ini tidak mendukung kandidat yang didukung panitia yaitu kandidat nomor urut 1 Muhammad Syarif Hidayatullah Alias Calik. Panitia bersama-sama dengan ketua PKC PMII Sulsel Ahmad Sirajul Munir atau Uul, berusaha menghalangi hak peserta 4 cabang karena berbeda dukungan.

READ  malam ke 16 Ramadhan ada hal unik di lakukan oleh masyarakat Bulukumba, Ini dilakukan

Sementara Ketua PC PMII JENEPONTO Muh Idris Haris angkat bicara terkait Tidak diberikannya id card peserta 4 cabang ini.

Ketua PMII Jeneponto Muh Idris Haris mengatakan apapun resiko dan kejadiannya setetes darah bahkan nyawanya akan di pertaruhkan karena ini sudah menyangkut harga diri atau Siri’ dan Nama Kampung yang di cintai yaitu kabupaten Jeneponto ketika Id Card dan Hak Suaranya tidak diberikan oleh ketua PKC Sulsel, panitia nasional zona 6, dan SC Sahabat Muhiddin Nur Zona 6 kepada beberapa cabang yaitu PMII Jeneponto PMII Maros PMII Wajo dan PMII Luwu Utara,saya tidak akan kembali ke jeneponto sebelum Id Card dan Hak Suara 4 Cabang diberikan.

READ  Takziyah AGH Sanusi Baco Di Masjid Raya , UIM akan Hadirkan Ulama dan Tokoh Nasional

Saya Siap Mati karena ini menyangkut Siri’ sebagai orang sulawesi selatan karena itu adalah Hak Kader PMII Jeneponto, “pungkasnya”

 

Laporan : JS

Editor     : Tika Siregar putri