BATARAMEDIA.COM | Program pembangunan JARGAS adalah salah satu Program Strategis Nasional ( PSN ) yang mendukung diversifikasi energi. Program ini dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi untuk sektor rumah tangga.

Ketua L-Kontak Wajo, Muh Amir berpendapat jika program Jaringan Gas (Jargas) sangat bermanfaat bagi masyarakat jika yang melaksanakan Jargas tersebut perusahaan yg terdaftar dalam pengelolaan minyak gas bumi.

“Saya ragu akan pelaksanaan Jargas di Wajo kali in. PT PGAS Solution saya duga tidak memiliki izin usaha pengelolaan gas bumi,” kata Amir.

Dia juga menduga PT PGAS solution sebagai pemenang tender Jargas di Kabupaten Wajo tidak memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Pokja.

READ  H Ongka Kabur Pasca Sardona Tewas Berserakan

“Jangan-jangan pemenang tender bermain mata dengan Pemkab Wajo?” tanya Amir.

Berkaca pada kejadian Tahun 2011 lalu, Amir mengatakan, PPK Ditjen Migas, Ahmad Saleh yang ditetapkan sebagai tersangka pada kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan terkait Anggaran Jargas di Kabupaten wajo.

Proses pekerjaan Jargas Rumah Tangga terdiri atas tahap prakonstruksi, konstruksi dan operasional, yang sangat membutuhkan pengawasan ketat, sehingga kesalahan serupa tidak terjadi lagi.

Dalam waktu dekat, Amir dan timnya akan menyambangi Ditjen Migas untuk menyampaikan beberapa laporan terkait Jargas Tahun 2011 dan proses Jargas Tahun 2021.

“Kami akan fokus di masalah Jargas. Ini anggaran besar bisa saja ada bagi bagi fee di dalamnya,” tutupnya. (***)

READ  Hingga Pukul 11.07 Wita Hari Ini Terhitung Sudah Rp 100 Juta Lebih Dikembalikan