BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar   Kepala Balai Taman Nasional Laut Taka Bonerate, Faat Rudianto, S.Hut, M.Si yang dihubungi via selulernya, Sabtu (04/09/21) tiga hari pasca tewasnya Sardona (30) salah seorang warga Dusun Tinabo Desa Tarupa dalam kasus peledakan bom ikan dalam Kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan telah mempertontonkan sikap dan prilaku arogansinya kepada BATARAMEDIA.COM. Betapa tidak, saat dimintai keterangan persnya dengan nada tinggi, dirinya mengaku tidak dapat melayani komunikasi kalau hanya melalui jaringan seluler.

“Saya tidak bisa melayani kalau hanya melalui telpon. Dan kalau mau komunikasi dengan Kepala Balai Taman Nasional Laut Taka Bonerate, langsung saja ke kantor Balai di Benteng Selayar. Atau kalau mau dapatkan informasi temui Kapolsek Taka Binerate aja, pak. Sebab saya baru tiba dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Tarupa ini, pak.” tandasnya dengan nada agak emosional.

Ketika ditanya bagaimana pengawasan Balai Taman Nasional di Taka Bonerate ? Kenapa masih saja marak pemboman ikan dalam kawasan ? Dengan spontan Faat Rudianto membalas,”Kami setiap minggu melakukan upaya pencegahan dengan patroli, pak. Tapi untuk mengawasi secara ketat pihak Balai Taman Nasional tidak serumah dengan para pelaku. Dan sesungguhnya tren pengeboman ikan didalam kawasan sudah turun. Salah satunya di Pulau Tarupa. Sekali lagi kami sampaikan jika ingin mendapatkan informasi sekaitan dengan kasus kematian Sardona ini, datang ke kantor kami.” kata dia dengan nada tegangan tinggi.

READ  Cuaca Ektrim, KMP Kormomolin menunda keberangkatan

Sementara itu Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar dibawah kendali Ajung Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH, S.Ik, MM, M.Ik saat ini sedang giat-giatnya memburu oknum pelaku ilegal fishing (bom ikan) H Ongka yang mencoba kabur dari rumah kediamannya di Dusun Tinabo Desa Tarupa dalam kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate. H Ongka bersama tiga orang anaknya kata Kapolsek Taka Bonerate melalui Unit Reskrimnya, Aipda Amir Daus, diperkirakan kabur pada Rabu (01/09/21) malam setelah anaknya Sardona alias Dona dikabarkan tewas usai meledakkan bom ikan diwilayah Taka Gantarang Kecamatan Taka Bonerate pada sekitar pukul 10.00 Wita hari itu juga. Upaya pencarian terhadap H Ongka sudah sangat maksimal akan tetapi sampai saat ini belum juga ditemukan.” katanya via WhatsAppnya, Senin (13/09/21) kemarin.

READ  Yayasan Indonesia Sejahtera ajak ummat muslim Peduli anak yatim dan kaum Dhuafa

Sedangkan rumah orang tua korban yang terletak di Dusun Tinabo Desa Tarupa lanjut Amir Daus tampak kosong tak berpenghuni. Tetangga dekat dan keluarganya pada bungkam dan tutup mulut saat ditanya akan keberadaan H Ongka. Kami juga sudah melakukan interogasi terhadap warga sekitarnya dan bahkan termasuk pemerintah setempat seputar informasi simpang siur mengenai adanya potongan-potongan tubuh Sardona namun tak satupun warga yang ingin mengaku melihatnya. Sehingga pihak kepolisian mengalami kesulitan dalam proses pencarian terhadap orang tua korban. Tetapi meskipun begitu, pihak Polres Selayar akan tetap melakukan pengejaran hingga H Ongka ditemukan.” ungkapnya penuh semangat.

Lebih lanjut Amir Daus menjelaskan bahwa H Ongka itu hanya memiliki sebuah perahu Jarangka. Sementara Jarangka miliknya itu, juga sudah tidak ada di Pulau Tarupa. Rumahnya dalam kondisi terkunci lagi kosong. Sedangkan istrinya Mani bersama tiga orang anaknya masing- masing, Aco, Harnika dan Nika juga sudah tidak kelihatan batang hidungnya. H Ongka ini adalah saudara kandung H Muspian, Kepala Desa Tarupa. Untuk sementara waktu kami telah memperkirakan jika H Ongka telah mengamankan diri diwilayah Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebab di Pulau Masudu ada keluarganya.” pungkasnya.

READ  Begini kondisi jalan poros Tana Batue Desa Mattiro Deceng Kec.Libureng Kab.Bone

Saat ditanya, apakah Kepala Desa, H Muspian sedang berada di Pulau Tarupa saat kejadian ? Amir Daus menjawab,” Beliau sedang berada di Pulau Rajuni yang masih dalam wilayah Taman Nasional Laut Taka Bonerate. Ia kembali ke Pulau Tarupa pada sekitar jam 16.00 Wita sore harinya.” jelas dia.